Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Jumat
9
Mar '07

Tim Penanganan Banjir, Terbentuk


Bencana banjir yang melanda Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura yang mendatangkan kerugian miliaran rupiah, langsung ditanggapi pemerintah Provinsi Papua. Mewakili Gubernur, Wagub Alex Hesegem, SE kemarin langsung menggelar rapat dengan pemerintah kabupaten dan Kota Jayapura bersama instansi teknis terkait.
Pada rapat yang berlangsung di Sasana Karya itu, Wagub Hesegem mendengarkan paparan dari Bupati Drs Habel Melkias Suwae, MM dan Walikota Jayapura yang diwakili Wakil Walikota H. Sudjarwo, BE.

Mengawali sambutannya, Wagub Hesegem menyampaikan rasa prihatinnya yang dalam dan meminta semua instansi agar mengarahkan perhatian dan mengatasi keadaan darurat melalui tanggap darurat yang yang harus dilaksanakan segegara mungkin sehingga masyarakat yang menjadi korban banjir tidak terlalu lama menderita. Tanggap darurat harus dikedepakan, masyarakat yang menjadi korban jangan terlalu lama menunggu. Bantuan harus segera diturunkan, katanya. Serius.

Wagub memerintahkan instansi terkait di hingga Pemkot dan Pemkab untuk segera melakukan beberapa upaya tanggap darurat. Kedua segera diturunkan bantuan sosial baik bahan makanan maupun tenda-tenda untuk tempat berlindung.

Ketiga, antisipasi terjadinya penyakit pasca bencana serta keempat, harus segera disusun program jangka panjang.

Pada kesempatan itu juga, usai mendengarkan paparan Bupati Habel Suwae dan Wakil Walikota Sudjarwo serta sejumlah pimpinan instansi, Wagub Hesegem langsung membentuk tim yang dinamakan Tim Penanganan bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten dan Kota Jayapura. Tim tersebut diketuai Sekda Drs . Andi Baso Basaleng, Sekretaris Kepala Badan Perlindungan Masyarakat (Linmas) Provinsi Papua Drs Isak Karubaba. Sedangkan anggotanya masing-masing adalah Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU), Kepala Dinas Kesejahteraan Sosial Provinsi Papua MA.Pogolamun, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua dr Tigor Silaban, Kepala BAPPEDA Provinsi Papua DR Abraham Werimon, M.Ed dan instansi teknis terkait lainnya. Meskipun yang disebut hanya beberapainstansi, tapi seluruh instansi secara terintegrasi harus terlibat tanpa kecuali tukasnya.

Anggota tim ini juga harus melibatkan semua Subdin-nya atau bidang- bidang maupun bagian yang ada di lembaganya untuk terjun langsung ke lapangan menangani bencana banjir dan tanah longsor tersebut.

Adapun tugas dari Tim Penanganan banjir dan tanah longsor tersebut adalah segera melakukan upaya tanggap darurat, melakukan pembersihan akibat banjir dan longsor, memberikan bantuan sosial baik sandang maupun pangan. Itu yang segera dirumuskan secepatnya, langsung dikerjakan saat ini juga jangan tunda-tunda lagi, tegasnya.

Sementara itu, dalam paparannya Wakil Walikota Jayapura Sudjarwo, BE mengemukakan bahwasanya akibat bencana banjir tersebut diperkirakan kerugian yang diderita mencapai Rp 35 Miliar. Untuk para pedagang di pasar Youtefa saja kerugiannya mencapai Rp 4,5 Miliar sedangkan masyarakat sendiri sekitar Rp 1 Miliar lebih belum termasuk sejumlah sarana dan prasarana fisik baik milik pemerintah maupun milik swasta. Salah satunya yang rusak adalah beberapa jembatan penyeberangan, tertutupnya intake (mata air) di kamp walker dan sebagainya.

Kata Sudjarwo, untuk me-recovery (pemulihan) kembali sarana dan prasaran yang rusak itu, dibutuhkan dana yang tidak sedikit. Namun ia memperkirakan juga berkisar Rp 35 Miliar.

Sementara Bupati Jayapura Habel Suwae melaporkan bahwa kerugian yang diderita akibat banjir dantanah longsor itu, diprediksi mencapai Rp 52 Miliar. Ia menyebutkan di Nimbokrang, Senatni Timur, Sentani Barat dan sejumlah distrik lainnya puluhan rumah rakyat bahkan ratusan hanyut terbawa arus. Selain itu, sejumlah jembatan rusak bahkan ada yang putus, jalan raya rusak baik di arah Jayapura - Sentani maupun ke arah Ifar Gunung.

Selain itu, sejumlah Pipa air minum putus dan terseret arus, talud rusak, ternak masyarakat seperti baik babi, ayam, itik dan sebagainya juga hilang terseret arus., rumah sakit dan kantor Dispenda, Kantor Cabang Bank Papua terendam air, serta sejumlah faslitas pemerintah lainnya. Bahkan areal cagar alam seluas 2000-an HA terendam air serta masih abnyak lagi kerusakan lainnya.

Karena itu, Wagub Hesegem meminta semua pihak untuk Bantu membantu menangani dan mengatasi keadaan tersebut. Ia juga meminta pemerintah setempat dan masing-masing instanais terus proaktiv memberikan bantuan dan pasrtisipasinya. Karena ini tanggung jawab kita semua tanpa terkecuali semua harsu terlibat, tandasnya.

Sumber : (ta)  Kesbang Papua, Jayapura


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Diare,Tiga Orang Meninggal
Artikel selanjutnya :
   » » Operet Perjalanan Oppu Nommensen Sangat Memukau