Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Jumat
9
Mar '07

Diare,Tiga Orang Meninggal


Hingga Kamis (8/3) kemarin, sebanyak 86 orang warga penduduk Kec Kolang, Sorkam dan Sorkam Barat terserang diare dan muntah mencret (munmen).

Dari jumlah tersebut tiga orang di antaranya meninggal dunia sebelum sempat dibawa ke puskesmas dan Rumah Sakit Umum (RSU) Pandan, Tapanuli Tengah (Tapteng). Menurut Kadis Kesehatan Kab Tapteng Arif Setiana Simatupang, Ke-86 pasien diare itu 28 di antaranya warga Kec Kolang, 21 di Kec Sorkam dan 34 orang warga Sorkam Barat. Sedangkan ketiga orang yang meninggal dunia dua di antaranya adalah Putri, 9, dan Irma, 8, yang meninggal belum sempat dirawat di Puskesmas.

Sedangkan satu orang lagi, Siska boru Sihombing, 30, meninggal dunia dalam perjalan menuju RSU Pandan,” kata Arif, di Pandan,kemarin. Arif menambahkan,para pasien yang terindikasi positif terserang diare ini,sebagian besar sudah dipersilahkan pulang karena penyakit yang dialami berangsur sembuh.Tetapi, mereka masih tetap dalam status perawatan dan pengobatan (rawat jalan). “Sampai sekarang, hanya 13 orang saja yang masih dalam perawatan (rawat inap), 6 orang di Puskesmas Kolang,5 orang di Puskesmas Sorkam dan 2 orang di RSU Pandan,”bebernya.

Arif menjelaskan, walaupun sudah ada korban jiwa, namun penyakit tersebut sampai saat ini belum bisa dikategorikan kategori dalam Kejadian Luar Biasa (KLB). Menyikapi kejadian ini, Dinkes Tapteng belum bisa memastikan penyebab penyakit tersebut. Pasalnya, pihaknya sekarang baru mengambil sampel air yang dikonsumsi para warga di tiga kecamatan tersebut untuk diperiksa di laboratorium Kesehatan Daerah Provinsi Sumatera Utara di Medan. “Selasa kemarin (6/3) sampel pertama sudah kita kirimkan. Dan menyusul sampel kedua hari ini (kemarin).

Tetapi hasilnya baru bisa kita ketahui seminggu lagi,”ujarnya. Untuk mengatasi perkembangan penyakit yang baru pertama kali menyerang secara besar– besaran Tapteng ini, dinas kesehatan menugaskan tim RSU Pandan yang terdiri dari 10 dokter umum dan 30 tenaga medis membantu di puskesmas yang ada di Tapteng. Dinkes juga memberikan keringanan kepada pasien yang dirawat di RSU Pandan dan Puskesmas kecamatan dengan tidak memungut biaya perawatan.

Sementara itu,salah seorang korban yang di rawat di Puskesmas Kolang mengaku, diare yang dideritanya terasa sepulang dari sebuah pesta di daerahnya. Seketika itu dia merasakan mulas dan mual–mual. ”Saya tidak tahu pastinya apakah penyakit ini dari makanan atau minuman yang kurang masak,” katanya. Hal senada diakui oleh orang tua dari salah seorang bayi, Andreas Silaban, 1,5, yang dirawat di puskesmas Kolang. Dia mengaku tidak mengetahui persis penyebab penyakit yang diderita anaknya. Warga ini juga membantah kalau mereka mengonsumsi makanan atau minuman yang sudah kadaluarsa.

Su,ber : (jonny s) Koran Sindo, Tapanuli Tengah via DigiLib AMPL


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Ternak Babi Bantuan Dinas Pertanian Humbahas Jadi Penyebar Virus
Artikel selanjutnya :
   » » Tim Penanganan Banjir, Terbentuk