Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Kamis
8
Mar '07

Patung Asli Pakpak Diperjualbelikan



Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

Patung bersejarah suku Pakpak Bharat semakin lama semakin berkurang. Kini di delapan kecamatan di Kabupaten Pakpak Bharat diperkirakan hanya tersisa ratusan saja. Padahal, sebelumnya, patung yang dikenal dengan mejan itu ada di setiap kampung di masing-masing keluarga besar marga tertentu.

“Patung itu sangat berharga bagi kami. Kondisi patung itu sekarang memprihatinkan. Ada yang hilang diambil orang, ada yang rusak tinggal bagiannya saja. Kami dengar patung-patung itu diperjualbelikan di luar negeri,” tutur Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DRPD) Kabupaten Pakpak Bharat, Muda Banurea, Selasa (6/3) malam, ditemui di Salak.

Patung mejan bisa berbentuk bermacam-macam. Di antara bentuk yang bisa ditemui adalah manusia, manusia menunggang gajah, manusia menunggang kuda, manusia menunggang hewan berkepala singa, dan bentuk lain. Diperkirakan, patung-patung itu dibuat warga suku Pakpak Bharat ratusan tahun lalu.

Saat Kompas melihat dua lokasi patung mejan di Desa Salak milik marga Boangmanalu dan Desa Santar milik marga Sinamoa, kondisinya masih terjaga. Kendati begitu, sejumlah bagian patung hilang atau pecah. Belum diketahui persis rusaknya patung itu karena kesengajaan atau faktor alam. Sejumlah lokasi patung mejan yang tersisa kini mendapat pengawasan dari warga. Orang yang mendekat patung itu langsung didekati warga dan ditanya keperluannya. “Mau apa pak melihat patung, mau diapakan,” tutur warga di Kecamatan Salak.

Warga Desa Sileuh, Kecamatan Kerajaan, Asal Padang, mengatakan, keberadaan patung tersebut sangat penting bagi warga setempat. Bagi siapa saja yang merusak dan memperjualbelikan akan berhadapan dengan warga. Mereka, kata Asal, tidak ingin patung tersebut habis.

“Kami tidak ingin kehilangan peninggalan nenek moyang kami. Melalui patung itu, kami bisa belajar tentang tradisi dan kebudayaan nenek moyang kami dahulu kala. Ini penting bagi sejarah kebudayaan kami,” tutur Asal.

Dibakar

Kasus terakhir terkait mejan, terjadi pada 2006. Warga membakar mobil yang ketahuan mengangkut salah satu patung di Desa Natam, Kecamatan Tinada, milik marga Solin. Patung itu sempat bergeser dari tempatnya beberapa meter. Pelaku mengambilnya di malam hari, memanfaatkan kelengahan warga. Mereka, kata Kepala Polres Pakpak Bharat Ajun Komisaris Besar Albertus Sampe Sitorus, akan menjual ke penadah di Medan. Namun, rencana itu digagalkan warga yang mengetahuinya. Tidak lama setelah kepergok, warga langsung mengeroyok pelaku dan membakar mobil kawanan pencuri itu.

Tidak ada korban dalam kejadian itu. Dua pelaku yang tertangkap basah kemudian diproses hukum oleh polisi. Albertus menuturkan, warga bereaksi keras saat benda yang mereka hormati diambil orang seenaknya. Kasus tersebut kini sudah dilimpahkan ke pengadilan. “Kami juga sedang menyelidiki hilangnya mejan di Pakpak dari marga lain,” kata dia.

Pakpak Bharat merupakan salah satu suku dalam rumpun suku Batak. Sebagian besar tinggal di Kabupaten Pakpak Bharat, hasil pemekaran dari Kabupaten Dairi. Namun, orang Pakpak beranggapan, secara geografis orang Pakpak Bharat menempati Pakpak Simsim (Salak dan sekitarnya), Pakpak Kepas (Sidikalang dan sekitarnya), Pakpak Pegagan (Sumbul dan sekitarnya), Pakpak Boang (Subulussalam, Aceh Singkil dan sekitarnya), dan Pakpak Kesasen (Humbang Hasundutan dan sekitarnya).

Sumber : (NDY) Kompas Cyber Media


Ada 8 tanggapan untuk artikel “Patung Asli Pakpak Diperjualbelikan”

  1. Tanggapan Maridup Hutauruk:

    Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

    dulu sewaktu marcopolo masuk ke Tanah Batak semua laklak habis disikat. Masuk lagi van der tuuk, disikatnya juga. kemudian masuk Nomensen justru kita batak yang buang semua manuscript, sekarang adapula yang jual patung budaya, membakar ulos, mengharamkan ritual adat istiadat, dsb dsb, lalu mau jadi siapa kita ini?

  2. Tanggapan rahmat berutu:

    Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

    sungguh terlalu…..
    pengkajian tentang adat istiadat dan peninggalan sejarah
    berupa arca harus terus dilestarikan di kalangan masyarakat pakpak, semua unsur masyarakat harus ikut menjaganya. memperkenalkan semua peninggalan sejarah ke segala penjuru dunia merupakan salah satu langkah untuk menjaga dan melestarikan budaya pakpak itu sendiri, termasuk peran pemerintah sangat dibutuhkan sekali.

  3. Tanggapan Marganda Marbun:

    Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

    Sangat menyedihkan dengan berita tersebut. Namun berkaitan dengan berita “patung hilang”, di kampung saya, desa Parsingguran I, kec. Pollung Humbahas juga terjadi kehilangan patung pada tanggal 13 Juli 2007. Sampai saat ini, kami seluruh keturunan dari NAGARILANGIT Banjarnahor (pemilik patung tersebut) telah berusaha mencarinya namun hingga saat ini belum ketemu. Bilamana ada di antara saudara yang ingin menolong kami, silahkan menghubungi saya di marbunmarganda@yahoo.com

  4. Tanggapan dariana berutu:

    Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

    sedih rasanya……..
    patung/mejan peninggalan adalah sejarah pakpak yang patut di abadikan karena nilai - nilai budaya yang tinggi dan sjarah para pejuang pakpak di cerminkan pada patung/mejan tsb.untuk itu mohon kira kita warga pakpak bersama pemarintah ciptakan pakpak bharat yang punya khas.di desa ulumerah kec.sttu julu ada 1 mejan di atas jembatan ulumerah yang masih utuh.saya putri dari desa tsbt ingin meletarikan mejan dengan membuat taman dengan bantuan kaum pakpak yang peduli.hubungi saya ok…….,di pasca sarjana usu ekologi 2007/hp 081375036473.jg bagi yang ingin membuat penelitian patung primitif pakpak juga sangat menarik untuk dianalisis.

  5. Tanggapan iphana ruth bancin:

    Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

    ini nih akibat takabur dibutakan ama uang yang cuma sekian perak. menjual diri dengan cara menjual aset-aset budaya yang tidak ternilai harganya. kalau boleh saran seharusnya anggota DPRD di pakpak bharat ga ngomong doang… mana tindakan konkrit anda-anda. kalau cuma mengatakan ini adalah aset berharga saya juga bisa. pemerintah dan anggota DPRD kan udah dibayar ama uang rakyat buat dong PERDA TENTANG PERLINDUNGAN MEJAN-MEJAN dan semua asset buday pakpak. serta adakan restorasi untuk meyelematkan patung atau mejan yang hampir mengalami kerusakan. saya berpendapat bahwa bukan hanya pemerintah saja namun adakan sosialisasi pada masyarakat untuk mempunyai kesadaran menjaga peniggalan budaya pakpak kita ini. karena tidak semua orang pada zaman sekarang ini paham akan pentingnya nilai-nilai budaya. JAngan cuma berantem di gedung anda yang megah itu di delleng sindeka untuk memperebutkan proyek yang akan habis kalau anda lengser.Njuah-Njuah

  6. Tanggapan andre:

    Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

    Hmmm… menyedihkan sekali dan tragis amat ya…!!!
    Mereka tega menjual aset peninggalan leluhur dan relief budaya suku kita demi uang….!!!?????!!

    Parah bener………!!!!?????

    Tanya kenapa ????????? Answer the question from your self…!

  7. Tanggapan JONVERI L BANUREA, SJPG:

    Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

    emang bener tuh…jangankan mejan, kepala mejan, dsb, “kepala” kita orang pakpak aja bisa hilang kok-kalau kita ga bisa jaga. capekdeh kalau berharap terus ama pemerintah daerah. Lebih baik…”Lembaga budaya pakpak” yang katanya baru dibentuk itu lah kita beri wewenang untuk mengurusnya siapa tahu mereka bisa kita kasih kepercayaan untuk tidak juga jatuh kedalam lobang yang sama, alias “menjual lagi tuh mejan”? Kalau emang ga bisa saya kira mahasiswa pakpak bharat sepertinya menjadi pilihan terakhir untuk menjaga warisan nenek moyang kita tuh…, yang mau korespondensi dan satu ide bisa di jonveribanurea@gmail.com. Setuju khan.

  8. Tanggapan kevin berutu:

    Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

    untuk teman dan sobat yang cinta akan kebudayaan daerah ( pakpak ) saya berharap kejadian penjualan arca ( mejan ) pakpak agar segera di hentikan dan agar sama sama kita menjaganya karna dalam satu kesempatan saya melihat mejan di arena inacrafi indonesia setahun lalu tepatnya di JCC artinya ini8 suatu bukti nyata bahwa begitu banyak sudah diambil dari pakpak bharat

Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.






Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions.php on line 590
Artikel sebelumnya :
   » » Legalitas SBSI92 Dipertanyakan

Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions.php on line 590
Artikel selanjutnya :
   » » Pembangunan Grand City Dilanjutkan