Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Selasa
6
Mar '07

Perlu Pemanfaatan Teknologi Tinggi


Sesuai PP nomor 82 tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Air, sungai Kalimas yang semula golongan C telah disesuaikan menjadi kelas II. Menurut Plt Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Togar Arifin Silaban, kelas air tersebut memang multiperuntukan, termasuk untuk industri air minum.

“Tapi dengan catatan, pengelolaan air kelas II itu menggunakan teknologi tertentu sampai mutunya sesuai dengan keputusan Menteri Kesehatan,” kata Togar. Dalam Keputusan Menteri Kesehatan nomor: 907/Menkes/SK/VII/2002, tentang Syarat-Syarat dan Pengawasan Kualitas Air Minum, disebutkan batas-batas maksimal parameter air secara fisika maupun kimia. Misalnya, kadar deterjen, timbal, besi, dan bahan kimia lain. “Jika bahan baku air Kalimas diolah menjadi air minum untuk dikonsumsi, maka industri yang bersangkutan harus memenuhi ketentuan yang berlaku itu,” ujarnya.

Togar menambahkan, pemanfaatan sungai Kalimas sebagai bahan baku air bersih harus dilengkapi dengan dokumen perizinan dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pengairan Pemprov, dan izin usaha dan izin (HO) gangguan dari pemkot. “Saya belum tahu pasti apakah PT SMC sudah mematuhi itu,” katanya.

Data yang masuk ke Komisi C, PT SMC memang sudah mengantongi izin dari Dina PU Pengairan, izin usaha, maupun izin gangguan. Izin dari PU Pengairan bernomor: 503.611.24/ 6435/120/2006. Namun, izin tersebut bukan untuk pengelolaan air minum. Melainkan pengambilan dan pemanfaatan air permukaan di wilayah Perum Jasa Tirta. Izin gangguan juga ada dan ditempel di depan pintu usaha.

Agus Sudarsono, sekretaris Komisi C DPRD Surabaya mengatakan, pihaknya sudah mencoba menanyakan ke BPLH bahwa yang dimaksud alat tertentu untuk bisa mengola air kelas II menjadi air minum itu bernama RO (reverse osmosis). Teknologi itu harganya sangat mahal karena bisa menjadikan air asin menjadi tawar. Untuk fasilitas pengelolaan air milik SMC, dia menilai sangat sederhana.

Sumber : (hud) Jawa Pos


Ada 4 tanggapan untuk artikel “Perlu Pemanfaatan Teknologi Tinggi”

  1. Tanggapan jadimora:

    Di Singapore sudah ada alat pengubah air laut >> air tawar
    Dengan biaya operasi yang sangat mahal.
    Di Singapore saja mahal…

  2. Tanggapan saleh alhasni:

    saya protes bapak karena mengaitkan Sungai Kalimas dengan pp82 tahun 2001 dengan pasal 55 , itu artinya kalimas belum dikatagorikan ,padahal Kali Surabaya juga ber arti Belum dikatagorikan !!!!! sedangkan PDAM SURABAYA juga menggunakan Kali Surabaya apa harus menjadi kelas II ? , saya melihat bahwa ada kecenderungan bapak untuk menghindari SK WAlikota surabaya No. 201 tahun 1989 , bahwa sungai kalimas adalah glongan c yang diperuntukkan sebagai Perikanan dan Peternakan dan Tidak sesuai dengan PP 16 tahun 2005 ,pasal 8 ayat 1 , bahwa Baku Mutu air WAJIB memenuhi baku mutu air minum yang sesuai dengan peratuiran perundang-undangan dan Saya sangat setuju dengan pendapat bapak Bahwa HARUS menggunakan TEKNOLOGI yang TINGGI seperti R.O (Reverse Osmosis) namun hargnya sngat mahal ,sedangkan KALIMAS tidak ada Pintu air yang memisahkan air laut dengan Kalimas !!!!!! PERLU R.O ,agr Konsumen Tidak DIKORBANKAN, mari kita bangun Bangsa ini dengan Tidak mengorbankan Rakyatnya , terimakasih mohon maaf …..

  3. Tanggapan saleh alhasni:

    saya protes bapak karena mengaitkan Sungai Kalimas dengan pp82 tahun 2001 dengan pasal 55 , itu artinya kalimas belum dikatagorikan ,padahal Kali Surabaya juga ber arti Belum dikatagorikan !!!!! sedangkan PDAM SURABAYA juga menggunakan Kali Surabaya apa harus menjadi kelas II ? , saya melihat bahwa ada kecenderungan bapak untuk menghindari SK WAlikota surabaya No. 201 tahun 1989 , bahwa sungai kalimas adalah glongan c yang diperuntukkan sebagai Perikanan dan Peternakan dan Tidak sesuai dengan PP 16 tahun 2005 ,pasal 8 ayat 1 , bahwa Baku Mutu air WAJIB memenuhi baku mutu air minum yang sesuai dengan peratuiran perundang-undangan dan Saya sangat setuju dengan pendapat bapak Bahwa HARUS menggunakan TEKNOLOGI yang TINGGI seperti R.O (Reverse Osmosis) namun hargnya sngat mahal ,sedangkan KALIMAS tidak ada Pintu air yang memisahkan air laut dengan Kalimas !!!!!! PERLU R.O ,agr Konsumen Tidak DIKORBANKAN, mari kita bangun Bangsa ini dengan Tidak mengorbankan Rakyatnya , terimakasih mohon maaf …..

  4. Tanggapan saleh alhasni:

    Bapak silaban PT Pelni pada tgl 19 April 2007 telah melakukan uji lab yang telah ditunjuk oleh Diskes dan Hasil Uji tersebut Tidak Layak untuk Diminum karena Tinginya Kandungan Detergen hingga 6 ( enam )kali lipat 0,31 mg/l dari standarisasi yang diizinkan 0,05 mg/l , apakah Penggunaan sungai Kalimas akan dibiarkan ? hingga korban berjatuhan , kami menunggu tindakan Bpk Walikota dan Bpk Gubernur untuk memriksa kembali izn penggunaan/ pemanfaatan Sungai Kalimas Sebagai Bahan Baku Air Minum ,karana tidak sesuai dengan PP 16 tahun 2005 pasal 8 ayat 1 dan SK Walikota No. 201 Tahun 1989 bahwa Sungai Kalimas adalah Golongan C yang diperutukkan sebagai Perikanan dan Peternakan , layakkah diberikan kepada Manusia , terima kasih ….

Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Ulos Batak - Perajin Bertahan dengan Alat Tradisional
Artikel selanjutnya :
   » » Legalitas SBSI92 Dipertanyakan