Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Selasa
6
Mar '07

Dinkes Hanya Bisa Memfasilitasi


Terkait Keinginan Pemkab Yahukimo Untuk Membangun Rumah Sakit

Tampaknya wajar, seandainya Pemkab Yahukimo berusaha mencari sponsor dalam rangka merealisasikan rencannya untuk membangun Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Pasalnya, Dinas Kesehatan Provinsi juga tak bisa berbuat banyak, kecuali hanya memfasilitasi. Hal itu sebagaimana dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dr. Tigor Silaban, M.KM.

Memang pada dasarnya Dinkes Provinsi Papua mendukung, tapi hanya sebatas sebagai fasilitator. ‘’Jika memang diprogramkan, kami pada dasarnya siap mendukung pembangunan rumah sakit di Kabupaten Yahukimo itu. Dukungan yang dimaksud adalah menfasilitasi untuk meminta dukungan, khususnya pembangunan fisik,'’kata Tigor Silaban kepada Cenderawasih Pos, kemarin.

Hanya saja, Tigor Silaban berpesan, bahwa untuk membangun sebuah rumah sakit, semua harus dalam kondisi aman. Artinya, karena bangunan itu nanti digunakan sebagai tempat perawatan orang sakit, sehingga wajib hukumnya, bangunan itu tak muncul persoalan di kemudian hari.

Karena itu, meski Dinkes Provinsi siap memfasilitasi, Tigor Silaban mengingatkan kepada Pemerintah Daerah Yahukimo agar memperhatikan beberapa factor, seperti lokasi atau pembebasan tanah, ketersedian dokter, serta perlengkapan lainnya yang terkait masalah kesiapan sebuah rumah sakit. Perlunya persiapan ini dimaksudkan agar tidak ada persoalan lagi ketika rumah sakit itu sudah dibangun.

Sebab, dari penglaman yang pernah ada (khusus di Papua ini), kebanyakan kantor pemerintahan dan aset pemerintah jika sudah difungsikan, banyak muncul persoalan baru. “Pada dasarnya kami siap memberikan dukungan, misalnya soal pembangunan gedung secara fisik.

Kalau persiapan lokasi seperti tanah dan sertifikat, master plan dan lainnya, tinggal diajukan ke pemerintah pusat,” ujarnya. Disinggung penempatan medis atau dokter di Yahukimo, Tigor mengatakan, pada dasarnta pihaknya siap memberikan dukungan, khususnya di Puskesmas-Puskesmas atau Pustu-Pustu (Puskesmas Pembantu).

Namun, untuk penempatannya kembali pada permintaan daerah setempat. Seperti diketahui, yang sudah masuk dalam agenda Pemkab Yahukimo di tahun 2007 ini adalah secara bertahap akan membangun Puskesmas-Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat) yang melayani rawat inap, seperti di Distrik Surusuru, Seredala, Silimo, Nalca, Nipsanm, Lamda dan Distrik Sela.

Selain itu, Bupati Yahukimo, Ones Pahabol, juga berkeinginan membangun rumah sakit di Dekai. Rumah sakit ini dinilainya menjadi kebutuhan mendasar, sebab seseorang itu harus sehat dulu baru bisa berfikir yang lain. Kalau di Yahukimo tidak ada Puskesmas rawat inap dan rumah sakit, maka banyak dana APBD yang harus dikeluarkan hanya untuk menolong masyarakat yang sakit.

Dikatakan demikian, karena pada tahun-tahun sebelumnya, sedikitnya 30-40% dana APBD dikeluarkan untuk membantu masyarakat yang sakit guna berobat ke luar Yahukimo. Hal yang lain, dalam pembangunan kesehatan ini, Pemkab telah melobi pemerintah pusat melalui Menteri Kesehatan, perlu adanya bantuan dokter spesial bedah. Dan rencana ini sudah mendapatkan lampu kuning akan ada penempatan dokter spesial bedah yang dalam enam bulan nantinya diroling.

Sumber : (ito)  Cendrawasih Post, Jayapura


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.