Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Senin
5
Mar '07

Tas WN Australia Raib. Paspor dan Ratusan Juta Lenyap


Seorang warga Australia, Detler Biatsc-heck, ketiban sial. Tas miliknya yang berisi paspor, uang tunai ratusan juta rupiah, serta dokumen penting lainnya raib. Ia baru sadar kehilangan saat tiba di kamar hotel, Jumat (2/3) sore.

Keterangan yang diperoleh menyebutkan, siang itu Detlef yang akrab disapa Denny ini pulang ke hotel tempatnya menginap. Sebelumnya ia bersama rekannya, Robert, pergi ke Sun Plaza Medan. Mereka pulang ke hotel dengan menumpangi taksi Limo.

Sesampainya di hotel, Detlef kemudian mene-mui petugas resepsionis. Ia meminta izin menggunakan komputer untuk mengirim email.

Oleh Novri, petugas hotel, Detlef dibawa ke ruang bisnis center dan selanjutnya membuka kunci kode pengaman komputer. Detlef pun asyik di ruangan komputer, sementara rekannya Robert berada di lobi hotel.

Usai mengirim email, Detlef keluar dari ruangan dan menanyakan biaya penggunaan komputer. Selanjutnya ia pun kembali ke ruangan bisnis center dan membereskan barang-barangnya.

Setelah selesai, Detlef kemudian pergi ke kamarnya. Pada saat di kamar Detlef baru sadar dan kebingungan karena tas miliknya hilang. Seketika itu juga, Detlef memeriksa kamarnya. Karena tetap tidak menemukan, Detlef kembali ke ruangan bisnis center sembari melaporkannya kepada pihak hotel.

Petugas yang menerima laporan tersebut kemudian turut membantu mencari tas yang raib itu di ruangan bisnis center. Namun hasilnya tetap nihil, tas tersebut tidak terlihat ada lagi di ruangan itu.

Selanjutnya pencarian pun dialihkan ke taksi Limo yang ditumpanginya. Tapi hasilnya juga tetap nihil dan tas tersebut tetap tidak ditemukan. Panik karena tasnya hilang, Detlef pun kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke Mapolsekta Medan Baru.

Direktur Pelaksana Hotel H Kamsir didampingi salah seorang petugas Front Office, Ryan Silaban, ketika ditemui mengatakan pihaknya telah berupaya keras menemukan tas milik korban. Bahkan segala cara telah ditempuh, termasuk memeriksa rekaman cctv yang berada di seluruh ruangan.

“Korban sendiri tidak tahu pasti dan tidak ingat di mana tas itu hilang. Ia baru sadar tasnya tidak ada sewaktu berada di kamar,” ujar Ryan Silaban.

Namun meski pun demikian, pihaknya tetap akan membantu setiap proses pemeriksaan yang dilakukan pihak kepolisian. Terkait kasus ini, 7 orang petugas hotel dimintai keterangannya di kantor polisi.

Hingga kini petugas masih melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian dan memintai keterangan beberapa orang saksi.

Sumber : (Andri) Harian Global, Medan


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.