Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Rabu
28
Feb '07

Indikator Udara Rusak, Pemkot Tak Sanggup Perbaiki


Pemkot Surabaya kesulitan perbaiki lima unit indikator kualitas udara yang tersebar di Kota Surabaya karena pembiayaannya mencapai Rp1 miliar.

Indikator kualitas udara tersebut merupakan hibah dari luar negeri melalui Kementerian Lingkungan Hidup. TOGAR ARIFIN SILABAN Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pemkot Surabaya mengakui pembiayaan alat tersebut tak mungkin dibebankan sendirian oleh Pemkot Surabaya.

Akibat rusaknya alat itu, TOGAR mengakui sering mendapat keluhan dari masyarakat tentang akurasi alat tersebut. “Pernah juga kita mendapat kritik tentang akurasi alat itu karena pada satu waktu menunjukkan kualitas udara buruk, tapi tak berapa lama kemudian berubah drastis menjadi baik,” kata TOGAR.

Ia menegaskan hasil pengukuran yang ditampilkan di display tersebut bukanlah rekayasa melainkan hasil pengukuran rata-rata dalam waktu berkala dari sejumlah titik, diantaranya Rungkut, Taman Prestasi, dan Wiyung.

Menanggapi ini, HERMIEN ROSITA Asisten Deputi Urusan Pengkajian Dampak Lingkungan KLH mengatakan pihaknya juga tak bisa berbuat banyak.

“Kita sendiri juga kesulitan,karena untuk membeli suku cadangnya harus dari negara yang memberikan hibah alat ini dan harganya cukup mahal,” paparnya.
Sumber : (Eddy Prasetyo) Suara Surabaya 


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Mencegah Lebih Penting dari Mengobati
Artikel selanjutnya :
   » » Jasa Pembuatan Amdal Palsu Marak