Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Jumat
23
Feb '07

Kadin Indonesia Akan Mencoba Untuk Memperluas Akses Telematika Murah ke Masyarakat Luas


Ketua Umum Kadin Indonesia MS Hidayat: “ Kadin merasa partisipasi pelaku industri masih terbatas. Oleh karena itu, perlu didorong agar semakin berperan dalam memperluas akses masyarakat dalam menikmati jasa TIK ( Teknologi Informasi dan Komunuikasi).”

“ Caranya, ialah dengan memberikan rekomendasi kepada pemerintah mengenai TIK dengan biaya terjangkau” ujar Hidayat, pada acara Konferensi Internasional & Rakornas Telematika Kadin Indonesia, di Jakarta (20/2).

Menurut Hidayat, tingkat konsumsi masyarakat akan produk layanan telematika masih terpusat pada kantong-kantong perkotaan, sedangkan kebijakan yang ada belum sepenuhnya memberikan insentif bagi kalangan pengusaha maupun masyarakat.

“Kadin memiliki peran sentral dan kapabilitas untuk mampu menjawab persoalan bangsa, termasuk persoalan telematika” ujar Hidayat.

Sementara itu, Ketua Komite Tetap Informatika Kadin Indonesia Agoes Silaban mengatakan, bahwa sebenarnya sudah banyak teknologi yang memiliki keberpihakan terhadap masyarakat lokal.

“Dalam teknologi yang sangat rumit itu telah diramu berbagai local custom. Sayangnya aplikasinya di masyarakat masih belum komprehensif. Produk tersebut masih belum kompetitif di pasaran, sehingga membutuhkan regulasi yang dapat memajukan muatan lokal tersebut” kata Agoes.

Sedangkan Ketua Kompartemen Telematika Kadin Indonesia Anindya N Bakrie pada kesempatan itu mengatakan, persoalan akses telematika ke masyarakat adalah sangat penting, karena sesuai rekomendasi World Summit on the Information Society (WSIS) pada 2005, sedikitnya 50% dari penduduk Indonesia sudah harus mendapat akses informasi pada tahun 2015.

Anindya juga mengatakan, bahwa untuk segera dapat mewujudkan masalah itu ialah dengan cara menjalin kerjasama dengan Australia atau Filipina.

Disebutkan Anindya mengenai kontribusi dari penjualan perangkat telekomunikasi diperkirakan akan mencapai US$ 2 miliar. Asumsinya, terdapat penambahan 20 juta pelanggan telepon seluler baru, yang mengeluarkan dana US$ 100 untuk pembelian perangkat seluler.

Saat ini para pelaku industri telekomunikasi dikatakan oleh Anindya sangat berharap agar pemerintah dapat segera memberikan jaminan persaingan yang sehat.

“Begitu juga dengan masalah akses jaringan yang murah, agar industri telekomunikasi dapat berkembang secara signifikan.” kata Anindya.

Menteri Komunikasi dan Informatika Sofyan Djalil memberikan penjelasan, bahwa secara khusus untuk belanja teknologi informasi Indonesia tahun 2007 mencapai US$ 4 miliar, atau sekitar Rp 36,8 triliun.

Angka sebanyak itu dikatakan oleh Sofyan, merupakan gabungan dari belanja teknologi informasi pemerintah dan sektor swasta.

Sumber : (nurty - yoyo sp) Kadin Indonesia


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Gaji Cuma Setengah, Masih Dipotong Jamsostek
Artikel selanjutnya :
   » » Serah Terima Dirut Jamsostek