Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Rabu
21
Feb '07

Wakil Pengusaha di Jamsostek Mengerucut, Apindo Protes


Pemerintah telah merombak total komposisi direksi dan ko­mi­saris PT Jamsotek (Persero). Dari struktur direksi, semua wajah lama diganti wajah-wajah baru yang dinakhodai Hotbonar Si­na­ga se­bagai Dirut. Sebaliknya, di jajaran komisaris, wakil pekerja bertambah menjadi dua, yaitu Syu­kur Sarto (Federasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia/F-SPSI) dan Rekson Silaban (Seri­kat Buruh Seluruh Indonesia/SBSI).

“Kalau dari kualitas direksi dan komisaris baru PT Jamsostek, kita tidak ada masalah. Tapi, kita me­nye­salkan berkurangnya wakil pe­ngusaha di struktur komisaris ka­rena dari unsur pengusaha tinggal satu orang, yaitu Haryadi S. Su­kamdani. Sementara unsur pe­kerja dua orang,” kata Sekjen Asosiasi pengusaha Indonesia (Apindo) Djimanto di Jakarta, kemarin.

Menurut Djimanto, Rapat Umum Pemegang Saham Luar Bi­asa (RUPSLB) Jamsostek yang digelar Jumat (16/2), mestinya mengatur jumlah komposisi yang seimbang dalam struktur ko­mi­saris, terutama antara wakil dari pengusaha dan pekerja.

“Karena yang membayar iuran Jamsostek kan para pengusaha. Tapi bukan ber­arti peranan pekerja tidak pen­ting. Karena, bila pekerja mem­peroleh jaminan baik, tentu­nya akan memberikan nilai lebih be­sar bagi perusahaan,” imbuhnya.

Soal peranan direksi yang di­pimpin Hotbonar Sinaga, bekas Ketua Dewan Asuransi Indonesia (DAI), Djimanto menilai, per­nanan Hotbonar bukan lagi me­wa­kili unsur pe­ngusaha, tapi pro­fesional yang diberikan tugas men­jalankan PT Jam­sostek. “Ya, kita harapkan Pak Hot­bonar terus menjadi pro­fesional. Ja­ngan sampai dalam perjalanan kemu­dian ada yang intervensi dan terseret berpolitik praktis,” harap Djimanto.

Ketua Serikat Pekerja Jam­sostek (SPJ) Abdul Latief Algaff berharap, pola hubungan ma­na­jemen dan SPJ ke depan bisa ber­langsung lebih harmonis. “Kita harapkan masalah basic need dan working condition di Jamsostek bisa ditata dengan baik. Jika ke­dua faktor itu terpenuhi, tentu SPJ bisa berkontribusi lebih ba­nyak dalam pembentukkan citra Jam­sostek ke luar,” jelasnya.

Sedangkan salah satu koor­di­nator SPJ, Rizak Rangkuti yang didenomisasi karena terkena mu­tasi, berharap statusnya bisa di­pulihkan manajemen baru. “Da­lam UU Ketenagakerjaan, tidak boleh seorang pekerja di­turunkan status jabatannya ka­rena aktivitasnya dalam serikat pekerja,” ujar Rizak.

Iwan Pontjo Cs Pamitan

Meski serah terima jabatan ba­ru dijadwalkan Kamis (22/2) be­sok, Dirut Jamsostek baru Hot­bonar Sinaga mulai menga­dakan pertemuan bersama sejumlah di­reksi lama dan baru. Tidak ada ke­giatan resmi di kantor Jam­sostek. Pemandangan yang agak men­colok adalah sejumlah direk­si lama seperti bekas Direktur In­vestasi Iskandar Rangkuti dan Direktur Keuangan BM Tri Les­tari mendatangi karyawan untuk berpamitan.

Hal yang sama dilakukan bekas Dirut Iwan P Pontjowinoto. Bah­kan, Iwan sempat meng­hampiri wartawan di pintu masuk Jam­sostek. “Saya sekarang lebih plong,” aku Iwan yang terlihat lebih rileks.

Iwan mengatakan, selepas dari Jamsostek, dia akan ber­kon­sen­trasi meneruskan kuliah pro­gram doktor di Universitas Pa­djajaran (Unpad), Bandung, meng­ambil jurusan ekonomi sya­riah. “Tapi disertasi saya selesai nggak lama lagi kok,” kata Iwan.

Sedangkan bekas Direktur Ope­rasi dan Pelayanan Tjarda Muchtar menolak berkomentar apa kesi­bukan­nya setelah tidak lagi menjadi direktur Jamsostek. “Saya mau cari kartu pers, terus jadi wartawan saja seperti kamu,” kelakar bekas ang­gota DPR dari Partai Golkar itu.

Hasil RUPSLB memutuskan susunan direksi baru PT Jam­sostek, yaitu Hotbonar Sinaga (Dir­ut), Myra SR Asnar (Direktur Keuangan), In­drasjwari K.S.K (Di­rektur In­ves­tasi), HD Suyono (Direktur Perencanaan, Pe­ngem­bangan dan Informasi), Rah­ma­niah Hasdiani (Direktur Umum dan SDM), Ahmad Ansyori (Di­rek­tur Operasi dan Pelayanan) dan Dewi Hanggraeni (Direktur Kepa­tuhan dan Risk Mana­gement).

Sedangkan susunan Komisaris baru PT Jamsostek yaitu Wahyu Hidayat (Komisaris Utama), Myra Maria Hanartani, Syukur Sarto, Haryadi S Sukamdani, Rekson Silaban dan Herry Pur­nomo.

Sumber : (RM) Rakyat Merdeka, Jakarta via myRMNews


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Dinas Kesehatan Cegah Flu Burung Masuk Papua
Artikel selanjutnya :
   » » Industri Telematika Diminta Mengacu Australia dan Filipina