Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Selasa
20
Feb '07

PT Bank Sumut Diminta Buka Akses Kredit bagi Petani


PT Bank Sumut diminta membuka diri dengan memberi akses bagi petani untuk mendapatkan kredit. Dalam pemberian kredit dimaksud disarankan agar bunga yang dikenakan lebih rendah dari bunga pasar. Hal itu disampaikan Bupati Dairi, DR Master Parulian Tumanggor, Bupati Pakpak Barat Muger Herry Berutu dan beberapa pelaku usaha dalam temu bisnis (business gathering) antara pengusaha dan Direktur Utama PT Bank Sumut Gus Irawan yang diselenggarakan di Balai Budaya Sidikalang, Minggu (18/2) malam.

Salah seorang rekanan jasa konstruksi di Pakpak, Hendra Habeahan, mengutarakan, pihaknya sangat merasakan adanya perlakuan diskriminasi bagi kontraktor dengan pedagang dan petani. Petani amat sukar memperoleh pinjaman tersebut. Padahal, petani ingin tumbuh dan berkembang sebagaimana teman lainnya. Hery melanjutkan, kendati kehadiran kantor cabang pembantu bank ini amat memberi sisi positif namun ia berharap agar manajemen mencari solusi baru demi meningkatkan martabat petani. “Penerapan sistem on line telah mendorong bank lain untuk bekerja dengan cara itu,” puji Hery.

Sementara itu, Bupati Dairi mengutarakan, masa depan bangsa sangat tergantung pada peranan dunia usaha, nasabah dan perbankan. Ketiga komponen ini saling ketergantungan. Dana kredit di bank daerah ini adalah uang rakyat yang mesti dipertanggungjawabkan kepada pemilik. Selanjutnya, pengucuran pinjaman berdampak langsung pada tersedianya lapangan kerja yang otomatis meningkatkan perekonomian.

Guna memberi kemudahan kepada petani, Parulian mengusulkan perlu dibuat suatu formula yakni dengan melibatkan eksportir atau bapak angkat sehingga harga jual saat panen lebih terjamin. Ini penting sehingga pinjaman masyarakat tidak macet di mana pemerintah akan menjadi fasilitator/stimulator bagi petani.
Ia mencontohkan, Dairi kini sudah mengembangkan ubi jepang berkualitas ekspor. Guna memberi peluang pasar, eksportir membuat kesepakatan dengan petani termasuk penyediaan bibit hingga harga dasar pembelian. Pola sedemikian akan memudahkan bank menyalurkan modal usaha tani.

Pada sesi dialog, Sitinjak seorang pengusaha kopi di Jalan Kopi Sidikalang mengaku, di balik sukses yang diraih Bank Sumut, ia masih merasakan ganjalan dalam administrasi. Suatu hari, ia mengalami kesulitan mencairkan cek di Medan karena harus menunggu sampai 1 jam yang tentunya menimbulkan kerugian secara ekonomi. Selanjutnya, Parlindungan Silaban Direktur PO Sitra justru menerima perlakuan menakjubkan seiring pelayanan prima yang ia dapatkan melalui bank syariah Bank Sumut kala mengurus kredit 10 unit mobil untuk bisnis transportasi. Ia amat kagum atas layanan bank ini.

Sementara itu Gus Irawan menjelaskan, pihaknya senantiasa meningkatkan kualitas pelayanan. Keluhan yang diterima akan ditampung guna pembenahan. Seputar kredit untuk petani, disebutkan, perusahaan harus mempertimbangkan risiko dari pengucuran sebab bagaimanapun pencairan dana itu sekaligus taruhan jabatan. Ia sangat hati-hati terhadap suatu kebijakan. Namun begitu, manajemen dan kepala daerah di atas akan diajak berunding guna melahirkan produk baru yang langsung menyentuh rakyat kecil.

“Tapi, janganlah ambil kredit di Bank Sumut lalu simpannya di bank lain,” kata Irawan yang belakangan ini banyak menerima award atas prestasi membangkitkan Bank Sumut. Ia juga meminta agar kreditor mengedepankan kejujuran sebab penunggakan berpengaruh besar terhadap stabilitas bank.

Ditambahkan, Bank Sumut kini berada dalam posisi yang sangat sehat dengan total aset Rp 7,7 triliun serta laba tahun 2006 sebesar Rp 225 milliar. Atas pencapaian keuntungan itu masing-masing pesaham menerima dividen termasuk Dairi Rp 816 juta dan Pakpak Barat Rp 234 juta. Kurun waktu dua tahun sebanyak 1.000 pegawai baru telah direkrut. Bersamaan itu, tahun 2007 ini akan dibuka sejumlah kantor baru termasuk di Jakarta untuk mengambil uang Jakarta guna dimanfaatkan di Sumut.

Sumber :  (*cks) MedanBisnis, Sidikalang


Ada 3 tanggapan untuk artikel “PT Bank Sumut Diminta Buka Akses Kredit bagi Petani”

  1. Tanggapan T.K. SIMON MANIK,SE:

    Redaksi yth,
    Pada alinea terakhir pada konteks di atas, perlu kami jelaskan, bahwa Bank Sumut telah membuka cabang di Jakarta dengan alamat Graha Atrium Suite G-04 Jl.Senen Raya no. 135 Telp.021-3856870 fax.021-3867867 Jakarta Pusat pada tanggal 22 Desember 2005.
    Selanjutnya bank SUMUT Cabang Jakarta telah membuka Cabang Pembantu di Ruko Panglima Polim Jl.Panglima Polim Jakarta telp.021-72797876 dan fax 021-72797850 sejak tanggal 26 Desember 2006 yl.
    Sebagai tambahan, nasabah cabang Sidikalang dan Cabang Pembantu Salak telah sering menggunakan fasilitas Bank SUMUT Cabang Jakarta untuk pelayanan tarik/setor antar cabang.
    Demikian disampaikan, atas pemuatan tanggapan ini saya sampaikan terima kasih.

    jakarta, 05 Maret 2007.
    T.K. Simon Manik,SE
    BankSUMUT Cabang Jakarta.

  2. Tanggapan Charly Silaban:

    @ T.K. SImon Manik,SE
    Terimakasih atas informasinya. Mudah2an berguna buat pembaca..

  3. Tanggapan pirma natanael girsang:

    perkenalkan nama saya pirma natanael girsang. baru saja pada tanggal 14 April 2008 saya menyelesaikan studi saya di Fakultas ekonomi universitas padjadjaran Bandung. selama kuliah saya aktif di Unit Pelayanan Teknis(UPT) Inkubator Bisnis UNPAD. selama 3 tahun bergabung di UPT Inkubator Bisnis, pengalaman saya usaha mikro kecil menengah memiliki potensi yang sangat besar untuk berkembang, hanya saja butuh pendampingan dari berbagai institusi terkait sebagai tenant untuk mampu mandiri. setelah membaca website ini saya tertarik untuk memberikan komentar dan sedikit saran terutama bagi pemerintah kota Sumatera utara untuk lebih memperhatikan UMKM yang ada disumatra utara karena berdasarkan pengalaman saya ikut membina tenant dari inkubator, terbukti UMKM merupakan suatu sektor bisnis yang mampu bertahan dalam menghadapi terpaan kondisi yang tidak pasti seperti diketahui bersama pemerintah awal juni akan menaikkan harga bbm sudah tentu banyak sektor akan terkena imbasnya.
    bagi temen2 yang ingin berbagi mengenai pengetahuan serta mengeksplorasi ide-ide yang bersifat membangun untuk daerah kita tercinta sumatera utara, saya bersedia untuk berbagi cerita dan anda dapat menghubungi saya di natanael.pirma@yahoo.co.uk

    saya sendiri berasal dari PTPN IV Kebun Gunung Bayu Perdagangan Sumatera utara.
    mari kita bangun bersama daerah kita tercinta Sumatera Utara sesuai dengan spesifikasi bidang keilmuan kita masing-masing dan kita mengkombinasikannya untuk kemajuan sumatra utara tercinta
    HORAS………..

Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Cegah Flu Burung Masuk Papua
Artikel selanjutnya :
   » » Kadin DorongIndustri Telematika Perluas Akses Ke Masyarakat