Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Senin
19
Feb '07

Cegah Flu Burung Masuk Papua


Untuk mencegah masuknya virus flu burung ke Papua, Dinas Kesehatan Provinsi Papua mengusulkan diberlakukannya larangan memasukan unggas, khususnya ayam dan telur dari daerah luar Papua.  Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dr. Tigor Silaban mengatakan, penanganan yang paling efektif untuk mencegah masuknya salah satu virus paling mematikan didunia ini adalah melakukan proteksi awal, yakni dengan mencegah masuknya berbagai jenis unggas terutama ayam dan telur ke Papua. “Mencegah lebih baik dari pada mengobati.

“Seperti kita lihat di Jakarta, walaupun sudah disiapkan ruang perawatan intensif serta lengkap terhadap para pasien penyakit flu burung, toh sudah banyak yang meninggal. Artinya, lebih baik kita mencegah dari pada mengobati, kata Tigor Silaban, di Kantor Gubernur, pekan kemarin. Selain mengusulkan larangan masuknya ayam dan telur, Tigor Silaban, meminta agar pengawasan dipintu-pintu masuk wilayah Papua, seperti bandara dan pelabuhan. “Apakah tenaga karantina ditambah atau yang lainnya, yang jelas bisa dicegah masuknya berbagai macam unggas ke Papua,” tuturnya.

Tak kalah pentingnya, Tigor meminta pihak pemerintah mewaspadai masuknya unggas melalui pelabuhan rakyat disepanjang pantai Papua. Disamping itu, migrasi burung dari daerah luar daerah juga perlu juga diwaspadai.  “Jadi ada banyak peluang masuknya flu burung ke Papua. Untuk itu, kita perlu meningkatkan keamanan, contohnya untuk pelabuhan rakyat, kita beri kewenangan khusus kepada para tokoh masyarakat untuk menjaga berbagai pelabuhan rakyat yang ada. Dengan begitu, penanganan akan semakin maksimal.

“Hal lainnya perlu juga diwaspadai migrasi burung dari daerah lain. Untuk ini, perlu dilakukan proteksi oleh intansi terkait dalam upaya penanganannya,” katanya. Kembali ditegaskannya, saat ini Dinas Kesehatan memiliki cukup banyak obat untuk penanganan virus flu burung. Namun, mengobati saja tentu sangat tidak efektif. Karena apabila seseorang telah terjangkit virus flu burung dan tidak diobati maksimal selama 48 jam, maka peluang hidupnya akan sangat kecil. “Untuk itu, saya lebih menekankan kepada upaya pencegahan dan proteksi yang tentunya lebih efektif. Saya kira ini yang lebih penting untuk kita lakukan sebelum terlambat, ”Ucap Tigor.

Sumber : Pemprov. Papua


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » New PT Jamsostek board welcomed
Artikel selanjutnya :
   » » PT Bank Sumut Diminta Buka Akses Kredit bagi Petani