Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Sabtu
17
Feb '07

Sugiharto: Jamsostek Bukan Lembaga Politik


Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Sugiharto menegaskan perubahan manajemen PT Jamsostek dilakukan secara profesional tanpa mempertimbangkan unsur politik.

“Saya yakin keputusan itu tidak menyiratkan bahwa kami ingin menggunakan proses politik 2009 sebagai dasar untuk melakukan perubahan manajemen PT Jamsostek,” katanya kepada wartawan di Yogyakarta, Sabtu (17/2), ketika menjelaskan tentang hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Jamsostek di Jakarta.

Sugiharto menjelaskan, salah satu syarat sesuai dengan Keputusan dan Instruksi Presiden adalah PT Jamsostek harus bebas dari intervensi, termasuk intervensi politik. Menurutnya, perusahaan itu bukan lembaga politik melainkan lembaga kepercayaan pekerja dan pengusaha untuk mengelola dana mereka.

“Sejak awal Presiden mengarahkan tidak boleh ada campur tangan politik dan tidak ada pengurus parpol (partai politik) dalam manajemen,” kata Sugiharto.

Menurutnya, pergantian Direktur Utama (Dirut) PT Jamsostek dari Iwan Pontjowinoto kepada Hotbonar Sinaga dilakukan untuk mengatasi kemelut dalam perusahaan itu. “Tadi malam telah diselenggarakan RUPSLB dan kami menganggap penting dilakukan reformasi total dalam tubuh PT Jamsostek,” kata Sugiharto.

Ia menambahkan, sejarah PT Jamsostek selama 30 tahun terakhir memang diwarnai dengan berbagai kejadian berupa moral hazard yang dibuktikan melalui proses hukum. “Mantan Dirut yang dipidana 8 tahun menunjukkan bahwa PT Jamsostek sebagai lembaga yang menyelenggarakan sistem jaminan sosial tenaga kerja telah tercederai oleh profil manejemen seperti itu,” kata Sugiharto.

Pada kesempatan itu, ia juga menilai kinerja PT Jamsostek selama ini belum optimal karena belum mencapai 50 persen dari total potensi baik dari sisi perusahaan maupun pekerja.

“Sasaran untuk melaksanakan kinerja yang baik juga belum tercapai, sehingga menjadi tantangan bagi PT Jamsostek untuk mencapai apa yang diinginkan stakeholders, khususnya pengusaha dan pekerja,” katanya.

Sugiharto mengatakan, selama ini manajemen PT Jamsostek juga belum memberikan citra positif baik internal maupun eksternal, karena dari waktu ke waktu masih terjadi disparitas dalam pengambilan keputusan.

Menurut dia, sistem kerja dalam PT Jamsostek juga belum dibangun secara optimal dan akuntabel sehingga menyulitkan pengusaha dan pekerja yang merupakan stakeholder utama perusahaan itu. Karena itu, sesuai dengan kebijakan BUMN, penyelenggaraan PT Jamsostek harus menerapkan sikap kehati-hatian dan tata kelola perusahaan yang baik.

RUPSLB PT Jamsostek mengangkat direksi baru yaitu Hotbonar Sinaga (Direktur Utama), Myra SR Asnar (Direktur Keuangan), Indrasjwari, K.S.K (Direktur Investasi), HD Suyono (Direktur Perencanaan, Pengembangan dan Informasi), Rahmaniah Hasdiani (Direktur Umum dan SDM), Ahmad Ansyori (Direktur Operasi dan Pelayanan), dan Dewi Hanggraeni (Direktur Kepatuhan dan Risk Management).

Sementara, susunan Komisaris baru PT Jamsostek adalah Wahyu Hidayat (Komisaris Utama), Myra Maria Hanartani, Syukur Sarto, Haryadi S Sukamdani, Rekson Silaban, dan Herry Purnomo.

Sumber : [EL, Ant] Gatra.com, Yogyakarta


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.