Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Sabtu
17
Feb '07

Meneg BUMN: Tak Ada Unsur Politik Dalam Perubahan Manajemen Jamsostek


Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Sugiharto menegaskan perubahan manajemen PT Jamsostek dilakukan secara profesional tanpa mempertimbangkan unsur politik.

“Saya yakin keputusan itu tidak menyiratkan bahwa kami ingin menggunakan proses politik 2009 sebagai dasar untuk melakukan perubahan manajemen PT Jamsostek,” katanya kepada wartawan di Yogyakarta, Sabtu, ketika menjelaskan tentang hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Jamsostek di Jakarta, Kamis (16/2) malam.

Ia menjelaskan salah satu syarat sesuai dengan Keputusan dan Instruksi Presiden adalah PT Jamsostek harus bebas dari intervensi termasuk intervensi politik karena perusahaan itu bukan lembaga politik melainkan lembaga kepercayaan pekerja dan pengusaha untuk mengelola dana mereka.

“Sejak awal Presiden mengarahkan tidak boleh ada campur tangan politik dan tidak ada pengurus parpol dalam manajemen,” katanya.

Menurut dia, pergantian Direktur Utama PT Jamsostek dari Iwan Pontjowinoto kepada Hotbonar Sinaga dilakukan untuk mengatasi kemelut dalam perusahaan itu.

“Tadi malam telah diselenggarakan RUPSLB dan kami menganggap penting dilakukan reformasi total dalam tubuh PT Jamsostek,” katanya

Ia menambahkan sejarah PT Jamsostek selama 30 tahun terakhir memang diwarnai dengan berbagai kejadian berupa “moral hazard” yang dibuktikan melalui proses hukum.

“Mantan Dirut yang dipidana 8 tahun menunjukkan bahwa PT Jamsostek sebagai lembaga yang menyelenggarakan sistem jaminan sosial tenaga kerja telah tercederai oleh profil manejemen seperti itu,” katanya.

Pada kesempatan itu ia juga menilai kinerja PT Jamsostek selama ini belum optimal karena belum mencapai 50 persen dari total potensi baik dari sisi perusahaan maupun pekerja.

“Sasaran untuk melaksanakan kinerja yang baik juga belum tercapai, sehingga menjadi tantangan bagi PT Jamsostek untuk mencapai apa yang diinginkan `stakeholders` khususnya pengusaha dan pekerja,” katanya.

Ia mengatakan selama ini manajemen PT Jamsostek juga belum memberikan citra positif baik internal maupun eksternal, karena dari waktu ke waktu masih terjadi disparitas dalam pengambilan keputusan.

Menurut dia, sistem kerja dalam PT Jamsostek juga belum dibangun secara optimal dan akuntabel sehingga menyulitkan pengusaha dan pekerja yang merupakan stakeholder utama perusahaan itu.

Karena itu, sesuai dengan kebijakan BUMN, penyelenggaraan PT Jamsostek harus menerapkan sikap kehati-hatian dan tata kelola perusahaan yang baik.

RUPSLB PT Jamasostek mengangkat direksi baru yaitu Hotbonar Sinaga (Direktur Utama), Myra SR Asnar (Direktur Keuangan), Indrasjwari, K.S.K (Direktur Investasi), HD Suyono (Direktur Perencanaan, Pengembangan dan Informasi), Rahmaniah Hasdiani (Direktur Umum dan SDM), Ahmad Ansyori (Direktur Operasi dan Pelayanan) dan Dewi Hanggraeni (Direktur Kepatuhan dan Risk Management).

Sementara susunan Komisaris baru PT Jamsostek adalah Wahyu Hidayat (Komisaris Utama), Myra Maria Hanartani, Syukur Sarto, Haryadi S Sukamdani, Rekson Silaban dan Herry Purnomo.

Sumber : (*/rit) Kapanlagi.com


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Hotbonar Sinaga Dirut PT Jamsostek
Artikel selanjutnya :
   » » Hotbonar jadi dirut Jamsostek