Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Sabtu
17
Feb '07

Direksi dan Komisaris Jamsostek Dirombak


Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Jamsostek yang berlangsung tadi malam, di Jakarta merombak susunan direksi dan komisaris.

RUPSLB memutuskan mengangkat Hotbonar Sinaga sebagai Direktur Utama Jamsostek menggantikan Iwan P. Pontjowinoto yang diberhentikan sementara. Selain Hotbonar Sinaga, RUPSLB tersebut memberhentikan semua anggota direksi sebelumnya, dan tidak ada direksi lama yang diangkat sebagai direksi baru.

Direksi baru yang diangkat adalah Myra SR. Asnar sebagai Direktur Keuangan, Indrasjwari K.S.K sebagai Direktur Investasi, HD Suyono sebagai Direktur Perencanaan Pengembangan dan Informasi, Rahmaniah Hasdiani sebagai Direktur Umum & SDM, Direktur Operasi dan Pelayanan Ahmad Ansyori,serta Direktur Kepatuhan dan Risk Management Dewi Hanggraeni.

Komposisi komisaris juga mengalami perombakan total dengan hanya menyisakan Syukur Sarto, yang kembali menduduki posisi sebagai komisaris. Sementara, caretaker wakil Dirut/PLT Dirut Jamsostek Wahyu Hidayat diangkat sebagai komisaris utama Jamsostek. Anggota komisaris lainnya adalah Myra Maria Hanartani, Haryadi S. Sukamdani, Rekson Silaban, dan Herry Purnomo.

Menurut Sekretaris Kementerian Negara BUMN Said Didu sebagai kuasa pemegang saham, RUPSLB ini tindak lanjut dari pemberhentian sementara Iwan P. Pontjowinoto sebagai Dirut oleh komisaris tanggal 19 Januari lalu. Dalam RUPSLB yang dipimpin oleh Said Didu tersebut, Iwan Pontjowinoto mengundurkan diri setelah skorsing untuk memberi waktu pengambilan keputusan terkait agenda pergantian direksi.

Sebelum pergantian direksi, dalam RUPSLB tersebut komisaris menyampaikan alasan mengapa Iwan Pontjowinoto diberhentikan. Namun demikian, Iwan Pontjowinoto tidak menyampaikan pembelaan diri atas pemberhentian tersebut. Iwan Pontjowinoto mengaku lega dengan berhasil diatasinya kemelut di tubuh Jamsostek. Menurut dia,pengunduran diri itu sebagai bentuk kehormatan.

Sebelumnya, hasil audit yang dilakukan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menyatakan disharmoni yang terjadi di Jamsostek tidak mempunyai dampak secara signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan. Iwan mengakui, kesalahannya di Jamsostek kemungkinan adalah beberapa prinsip-prinsip yang tidak tepat yang diterapkan dalam situasi seperti Jamsostek.

”Tapi hasil audit membuktikan saya tidak merugikan perusahaan dan karyawan secara umum,”kata dia. Direktur Utama Jamsostek yang baru, Hotbonar Sinaga mengaku senang sekaligus tertantang dengan jabatan barunya tersebut. Menurut dia,Jamsostek yang menyangkut hajat hidup orang banyak adalah amanah untuk dilaksanakan. Dia mengakui, tugas berat yang harus diemban nantinya adalah menciptakan suasana internal yang kondusif antara direksi, komisaris,dan karyawan.

”Saya akan melakukan pendekatan secara kondusif, persuasif, akomodatif, dan tegas. Saya harus belajar pada karyawan Jamsostek,” kata mantan Ketua Umum Dewan Asuransi Indonesia itu kepada SINDO di Jakarta kemarin. Dalam RUPSLB tersebut hadir pula Staf Ahli Bidang Tata Kelola Perusahaan Kementerian Negara BUMN Pandu Djajanto sebagai wakil kuasa pemegang saham. Hadir pula komisaris PT Jamsostek yaitu Prijono Tjiptoherijanto, Suryo B. Sulisto, Suparwanto, Didin S. Damanhuri, dan Syukur Sarto.

Sedangkan direksi yang hadir terdiri dari Iwan P.Pontjowinoto sebagai Direktur utama dalam pemberhentian sementara,Wahyu Hidayat sebagai caretaker wakil dirut/ PLT Dirut, Direktur Operasi dan Pelayanan Andi Achmad, Direktur Keuangan B.M Tri Lestari,Direktur Perencanaan, Pengembangan dan Informasi Tjarda Muchtar, Direktur Investasi Iskandar Z. Rangkuti, dan Direktur Umum & SDM Acep R.Jayaprawira. Menteri Negara (Meneg) BUMN Sugiharto menilai Hotbonar Sinaga sebagai orang yang paling sesuai memimpin Jamsostek.

Menurut Sugiharto, dia adalah sosok yang menguasai sistem jaminan sosial tenaga kerja nasional.”Tulisan dan pemikiran dia sangat sesuai dengan kriteria itu,” ujar Sugiharto di Yogyakarta, tadi malam. Tentang Jamsostek, Sugiharto melihat selama ini masih ada intervensi yang mencolok dari pihak luar.Dengan dipilihnya Hotbonar, menurut dia, campur tangan eksternal dapat diminimalisir.

Dia juga mengidentifikasi sejumlah kelemahan lainnya, seperti kontrol internal dan perhitungan risk management. Sugiharto berharap, di bawah kepemimpinan Hotbonar, Jamsostek dapat bekerja sebagaimana fungsinya sebagai pengelola uang pekerja. ”Sebagaimana yang tertuang di dalam UU No.40. Jamsostek harus akuntabel dan transparan karena perseroan ini milik pekerja,” jelas dia.

Sumber : (nunung ahniar/ zaenal muttaqien)  Seputar Indonesia, Jakarta


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Hotbonar Sinaga Dirut Jamsostek
Artikel selanjutnya :
   » » Pemerintah Rombak Direksi dan Komisaris Jamsostek