Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Jumat
16
Feb '07

Sherina dan Musik Pop Indonesia


setelah beberapa tahun vakum [sambil berstrategi] sambil terus [diam-diam] menciptakan lagu, sherina balik lagi! gw baru denger lagunya kemarin [setelah menghabiskan waktu di circle k, dago dari malam sampai pagi, dan pagi itu menjadi pagi terlelah yang gw rasakan] di prambors bandung. waktu yang ditunggu akhirnya tiba juga. album terbarunya akhirnya dirilis. musiknya [masih terus] bagus! masih terasa “sisa” vokal sherina saat album pertama dia beberapa tahun yang lalu. lebih matang, pastinya. apalagi musiknya selalu brilian. secara “struktur” terdengar pop banget, tapi elemennya classical banget! satu lagu yang gw dengar aja saat itu udah ngebuat gw ribut sendiri, “whooaaa… parah! keren banget!” album ini benar-benar hadiah terindah buat seluruh loyal fans-nya, dan buat kalian yang belum bisa suka musik sherina, album ini akan “mengguncangkan iman” kalian! siapapun akan suka musik sherina, kecuali mereka yang masih berpikir bahwa musik pop indonesia selalu tidak bagus. selamat buat sherina :)

sejujurnya, jarang gw bisa menemukan musik pop yang bagus di indonesia. bagus dalam artian yang umum. paling ga, di tiap lima tahunnya gw cuma bisa menemukan dua atau tiga musisi/band pop yang benar-benar klik di telinga gw. sisanya masih membosankan. sama membosankannya ketika saya menemukan band/musisi jelek di indie music scene. ya, masih berkisar pada strategi produser yang tidak memikirkan nasib band itu ke depannya. saat itu cuma ada kata “yang penting ini stok kita hari ini”. industri musik pop indonesia yang ga rasakan seperti berkata begitu “nanti kalau stok (musisi/artis) kita ini habis, kita beli/cari lagi yang baru”. namanya juga industri, terkadang mereka (musisi dan/atau artis) mesti hanyut di dalam pola yang sebenarnya menjebak mereka, khususnya mereka (band) yang ngebangun semuanya dari awal, dengan berdarah-darah, tetapi [berkat industri] umur mereka ga panjang.

ada juga kasus menarik di musik pop indonesia seperti sarah silaban. yang “seharusnya” bagus dan berumur lebih panjang, tetapi dengan begitu aja menghilang. entah strategi promo mereka yang bagaimana, atau apa yang telah terjadi; tapi rasanya sayang aja kalau karya musisi sehebat sarah silaban belum sempat didengar banyak orang. paling ga, efek “kecilnya” bisa ngebawa sesuatu ke pendengar musik pop di indonesia, yang dinamakan “musik pop yang bagus”. tapi apalah daya, gw ga ngerti banyak tentang industri dan ke-pop-an musikalitasnya, karena sekali lagi, gw jarang nemuin musik pop yang bagus di indonesia. hal ini yang ngebuat gw “berjarak” terhadap wilayah yang seharusnya juga gw mengerti itu. maka adalah sebuah “keanehan” kalau di musik pop indonesia gw ternyata masih bisa menyebutkan favorit gw seperti kla project, jikustik, sherina, peter pan, sarah silaban, dan beberapa lagi yang jumlahnya sangat sedikit.

konyolnya, ada sebagian orang “idealis” (diberi tanda kutip agar terdengar keren) yang sebegitu cepatnya bersimpulan bahwa semua musik pop indonesia buruk. gw nemuin kasus ini di beberapa zine atau bahkan majalah glossy yang “ngeledek” artis/musisi/band pop indonesia. kalian pun pasti sering nemuin yang begini. atau gw pun pernah melakukan ini. bukan pergerakan yang bagus sebenarnya kalau emang mau ngebuat musik indonesia bisa muncul di permukaan dunia. di zine teman gw, dia sengaja ngewawancara maliq and the essential dan kemudian jawaban-jawaban angga dikomentari macam-macam di sana (diledek lah, dibercandain, dsb). kenapa segitunya ya? kalau seandainya band favorit temen gw itu gw wawancara (sebut aja band favorit dia adalah the beatles) terus gw tulis di newsletter gw “hahaha, band yang cuma beruntung itu akhirnya mesti bubar gara-gara seniman cewek yang sok eksentrik! lagipula ngapain sih mereka sok-sok ketimuran gitu! itu kan strategi mereka buat nyari massa di belahan dunia timur!” gw yakin, dia ga bakal suka sama cara gw. buat kita semua yang masih pengen ngemajuin musik scene (ya, sampai ke pop music scene) di negeri tercinta ini, mbo’ ya saling dukung gitu loh. daripada waktu kalian habis mencela peter pan (yang pada akhirnya gw jadi penggemar mereka sejak waktu di pekan baru disusupi lagu mereka di mobil sepupu gw. lagu mereka bagus-bagus!), lebih baik gunakan waktu kalian untuk mencari musik pop bagus yang ternyata masih ada di sini. maaf kalau paragraf terakhir ini terdengar subjektif. karena ini bener-bener konyol, faktanya di indie music scene pun ada beberapa musisi/band yang nyatanya dan tak terbantahkan benar-benar butut dan jelek. sintingnya lagi, musisi jelek ngejek musisi pop yang [katanya] jelek. trus giliran ada musisi pop yang ngejekin band dari indie music scene, ntar dibilang ga saling dukung lah, ga setia kawan, atau “ah, dasar kapitalis” (apa hubungannya?), dsb. padahal mah emang kalian tuh butut. dasar musik indonesia!

catatan: sebenarnya gw ga nyaman dengan paragraf terakhir itu, karena seperti ga ada relasinya sama paragraf sebelumnya. keseluruhannya, gw cuma berusaha “menyelamatkan” musik pop indonesia. semoga misi agung ini tersampaikan. dan, ow, jangan lupa beli album sherina yang baru!

seorang pianis cantik bernama shannon corey mengirimkan gw promo kit untuk kepentingan promo di indonesia. silakan masuk ke website atau myspace-nya. musiknya amat cewek, dengan piano diiringi classical instruments yang soft. buat kalian yang suka female pop vocals yang lembut, kalian akan suka shannon corey. albumnya, “unsaid” baru aja dirilis mother west records tanggal 1 februari ini.

gw pengen punya butt book yang dijual taschen di katalog-nya (&29.99, argh!). butt book sebenernya kumpulan foto-foto dan interview dari belasan edisi butt magazine. jadi semacam kliping yang dikemas jadi satu buku. banyak yang menarik di buku ini. yang pasti foto-fotonya bagus, dengan gaya khas mereka, foto-foto sederhana dengan pose-pose ga penting, selain itu interview-nya yang khas banget, interview yang sebagian isinya konyol-konyolan dan vulgar kalo udah ngomongin seks. satu poin yang penting dan keren dari buku ini adalah bahwa butt itu majalah homoseks. tagline-nya aja oke banget, “fantastic magazine for homosexuals”. di butt book ada foto-foto dan interview dari marc jacobs, matmos, stephin merritt (the magnetic fields), gus van sant, michael stipe, rufus wainwright, etc. silakan masuk website-nya.

Sumber : Missriboet 


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.