Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Kamis
15
Feb '07

Ratusan Petani Humbahas Protes PT. TPL


Ratusan masyarakat Humbang Hasundutan (Humbahas) yang tergabung dalam kelompok tani (Poktan) kemenyan berdemonstrasi di kantor DPRD Humbahas, Kamis (15/2), menuntut PT. Toba Pulp Lestari (TPL) tidak mengganggu kebun kemenyan milik rakyat.

Pasalnya, PT. TPL menebangi kebun kemenyan rakyat yang sudah dikelola secara turun temurun selama lebih kurang 150 tahun. Kemenyan itu merupakan sumber mata pencaharian utama warga Kec. Pollung untuk membiayai sanak keluarga. Para demonstran bergerak mulai dari Kec. Pollung menuju kantor bupati, sekira lima menit kemudian mereka menuju kantor DPRD Humbahas, karena tidak ingin mendengarkan tanggapan dari pihak Pemkab Humbahas. Dalam orasi dan spanduk yang dibawa anggota Poktan Kemenyan, meminta DPRD Humbahas sebagai wakil rakyat dapat mengakomodir keluhan yang terjadi di lingkungan masyarakat.

Kelompok tani kemenyan mengharapkan DPRD Humbahas menuntut PT TPL agar menyetop pembukaan jalan, penebangan kemenyan, penebangan kayu alam di areal perkebunan kemenyan milik masyarakat, membebaskan tanah masyarakat yang sudah ditumbuhi kemenyan sejak dahulu dan meminta ganti rugi atas segala kerugian yang dialami petani, akibat penebangan pohon kemenyaan milik petani. Para demonstran langsung diterima ketua DPRD Humbahas, Bangun Silaban, SE didampingi ketua Pansus petani kemenyan, Drs. Aslin Simamora di ruang pertemuan DPRD. Ketua DPRD Humbahas meminta kepada demonstran agar dalam melaksanakan aksi tidak anarkis.

Bangun Silaban menjelaskan kepada demonstran, pansus yang menangani pengaduan ini telah dibentuk dan telah bekerja maksimal. “Hasil kinerja pansus telah sampai ke tangan saya, kita tinggal menjadwalkan rapat paripurna untuk mebahas hal ini.” kata Bangun. Ketua pansus, Aslin Simamora juga menyampaikan hasil kerja pansus berdasarkan hasil investigasi tim pansus langsung ke lapangan, dan terbukti PT TPL menebangi kemenyan milik masyarakat dan telah membuka jalan sepanjang 1060 meter dengan lebar 6 meter di atas lahan perkebunan rakyat.

Atas hasil investigasi lapangan itu, tim pansus telah meminta PT TPL menyetop penebangan di lokasi kebun kemenyan, PT TPL harus mengganti rugi kemenyan yang telah ditebang, menyurati Kadis Kehutanan Sumut untuk menunda rencana kerja tahunan (RKT) PT TPL tahun 2007, serta mengajukan enclave (pengembalian tanah) kepada menteri kehutanan. Setelah mendapat penjelasan dari tim pansus dan ketua DPRD Humbahas, anggota Poktan kemenyaan kembali dengan damai.

Sementara Kadis Pertambangan dan Kehutanan, Ir. Darwin Lumban Gaol, MM, di kantornya mengatakan, lokasi PT TPL di wilayah Tele merupakan hutan produksi kawasan Hutagalung Register 41, sesuai kepmen kehutanan SK HPHTI No.493/KPTS-II/1992.

Hutan register 41 itu berada di wilayah Kab. Samosir, Pakpak Bharat. Dairi dan Humbahas. Berdasarkan peta kebun kemenyan yang terjadi silang pendapat itu berada di wilayah Kab. Samosir dan merupakan RKT tahun 2006 (Carry Over). Kita menyadari kemenyan merupakan tanaman pokok sebagai sumber penghasilan masyarakat. Diharapkan masyarakat dan pemerintah bersama-sama PT. TPL dapat mencari solusi terbaik agar sama-sama untung, ujar Kadis.

Sumber : (cml) (wns) Waspada Online, Dolok Sanggul


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.






Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions.php on line 590
Artikel sebelumnya :
   » » Honda Bagikan Cokelat dan Suvenir, Mal Penuh Warna Pink

Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions.php on line 590
Artikel selanjutnya :
   » » RUPS PT Jamsostek Angkat Direksi Baru