Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Selasa
13
Feb '07

Transparansi Harus Lebih Diutamakan


Proses rekrutmen bakal calon komisaris dan direksi PT Jamsostek (Persero) harus lebih mengutamakan transparansi.

Pemerintah hendaknya mengumumkan proses tersebut kepada publik karena Jamsostek mengelola dana milik pekerja sebesar Rp 45 triliun.

“Proses seleksi itu memang kewenangan Kementerian Negara BUMN. Tetapi, kami berharap seluruh tahapan rekrutmen berjalan dengan transparan karena Jamsostek merupakan BUMN besar yang mengelola dana pekerja,” ujar Ketua Panitia Kerja Jamsostek DPR dari Fraksi PAN, Nurul Falah, di Jakarta, Senin (12/2).

Saat ini sedikitnya 7 juta pekerja menjadi peserta Jamsostek. Nurul, yang juga anggota Komisi IX, meminta proses uji kepatutan direksi dan komisaris berhasil mendapatkan orang yang mampu mengembangkan Jamsostek sesuai dengan harapan pekerja.

Sementara itu, Ketua Umum Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (K-SBSI) Rekson Silaban mengatakan, tertutupnya proses rekrutmen menguatkan indikasi pemecatan Iwan Pontjowinoto sebagai Dirut Jamsostek (Kompas, 22/1) karena alasan politis.

Oleh karena itu, lanjut Rekson, ada komisaris Jamsostek yang mendaftarkan diri sebagai Dirut Jamsostek.

“Seharusnya, rekrutmen direksi Jamsostek tidak diikuti lagi oleh orang yang terlibat konflik selama ini. Jika ini yang terjadi, maka pemecatan Dirut Jamsostek akan menjadi preseden bagi BUMN lain,” ungkap Rekson.

Sementara itu, Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Sugiharto mengatakan sudah menerima surat dari komisaris Jamsostek perihal calon dirut.

Hal tersebut, jelas Sugiharto, merupakan hak prerogatif dari komisaris untuk menjelaskan.

“Mengenai adanya kendala dalam RUPS nanti, hal itu yang wajar. Seharusnya persoalan sederhana seperti ini jangan dibuat sulit. Yang penting kita harus mengikuti semua prosedur hukum,” ujar Sugiharto, yang saat ditanya mengakui bahwa dia tidak mengetahui mengenai jumlah keseluruhan calon Dirut Jamsostek.

Sumber : (HAM/TAV) Harian Kompas, Jakarta


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Schools temporarily moved as cleanup underway
Artikel selanjutnya :
   » » Pedang itu telah tumpul