Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Selasa
6
Feb '07

Livatech Hengkang, Nasib 1.300 Karyawan Tak Jelas


Ratusan pekerja yang mewakili 1.300 karyawan PT Livatech Elektronik Indonesia menggelar unjuk rasa di tempat mereka bekerja. Mereka berunjuk rasa karena tidak adanya kepastian soal nasib mereka sejak merebaknya kabar perusahaan itu, akan hengkang dari Batam. Perusahaan yang bertempat di Kara Industrial Park, Batam Centre, itu dikabarkan akan tutup dan relokasi ke Singapura.

Aksi unjuk rasa ini sudah berlangsung sejak dua pekan lalu. Karyawan yang menunggu kejelasan dari perusahan ini, tiap hari datang ke perusahaan, namun tidak melakukan aktivitas kerja. Seperti saat unjuk rasa, Senin (5/2), mereka hanya duduk-duduk di depan perusahaan. Sebagian berada di luar pagar dan lebih banyak yang berada di dalam.

Sejumlah karyawan yang ditemui mengatakan, nasib mereka kini tak jelas. Ada kabar yang menyebutkan perusahaan itu, tutup karena orderan berkurang. Sementara informasi lainnya menyebutkan perusahaan tersebut akan hengkang.
”Kami susah dua minggu ini begini. Antara kerja dan tidak. Pimpinan perusahaan sudah kabur ke Singapura. Mesin-mesin sudah mau dibongkar semalam,” ujar beberapa karyawan yang ditemui, siang kemarin.

Karyawan PT Livatech semakin cemas karena ternyata sebanyak 190 orang kawan mereka sudah dirumahkan sejak dua bulan lalu. Mereka khawatir ikut dirumahkan juga sementara hak-haknya belum dipenuhi.

”Kita tak tahu, apakah perusahaan ini bangkrut atau hengkang. Itu yang tak jelas. Itu yang kami minta kepastiannya. Kalau hengkang, ya hak kami dipenuhi,” ujar Jhon Mauritz Silaban, Ketua PUK SPEE SPMI PT Livatech Elektronik Indonesia kepada wartawan.

Saat ini, karyawan yang ada di PT Livatech berjumlah 1.300 orang. Hampir keseluruhannya sudah karyawan permanen. Bahkan, ada yang sudah mulai bekerja sejak perusahaan itu berdiri sejak 13 tahun lalu. Tahun 2001, perusahaan ini pernah memiliki tenaga kerja lebih 6 ribu orang.

Dalam pada itu, pihak Otorita Batam melalui humasnya, Dwi Djoko Wiwoho yang dikonfiramsi kemarin mengatakan, belum mendapat informasi PT Livatech akan hengkang dari Batam. ”Pemberitahuan hengkang itu belum ada. Kalau pun ada perusahaan yang  mau hengkang harus melapor ke BKPM PMA OB untuk perhitungan pajak. Dan itu harus diselesaikan,” jelas Djoko.

Meski belum mendapat informasi itu, lanjut Djoko, pihaknya akan melakukan konfirmasi dan mencari tahu kabar hengkangnya perusahaan itu. ”Nanti kita coba konfirmasi dan cari tahu,” katanya.

Sumber : (uma) Batam Pos Online, Batam


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Warga Puas, Pulang Bawa Hadiah
Artikel selanjutnya :
   » » Berikan Hak pada Buruh - Hindari PHK terhadap Buruh yang Terkena Banjir