Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Minggu
4
Feb '07

Tugu Khatulistiwa Hasil dari Ekspedisi Geografi


Pada 31 maret 1928 tim ekspedisi geografi internasional datang di Pontianak untuk menetapkan titik garis ekuator. Kemudian, dibuatkanlah tugu berbentuk tonggak dengan anak panah pada 1928 itu. Tugu ini, kemudian disempurnakan pada 1930, menjadi berbentuk tonggak dengan lingkaran dan anak panah.

Pada 1938, dibangun kembali tugu dengan penempurnaan oleh arsitek F Silaban. Tugu asli ini, kini berada di dalam gedung Tugu Khatulistiwa yang sekarang. Tugu yang sekarang ini merupakan hasil renovasi pada 1990, dengan dibuatkan kubah untuk melindungi tugu asli. Tugu sekarang, sebagai tugu duplikat dari sebelumnya, mempunyai ukuran lima kali lebih besar, diresmikan pada 21 September 1991.

Tugu Khatulistiwa ini dibangun di Jl Khatulistiwa, Pontianak Utara, Kalimantan Barat. Lokasinya berada sekitar 3 km dari pusat Kota Pontianak, ke arah kota Mempawah.

Tugu asli terdiri dari empat buah tonggak kayu besi yang berdiameter 30 cm dan setinggi 3,05 meter untuk dua tonggak di bagian depandan 4,4 meter untuk dua tonggak di bagian belakang, tempat lingkaran dan anak panah penunjuk. Diameter lingkarannya mencapai 2,11 meter dan panjang panah 2,15 meter. Di dalamlingkaran ada tulisan EVENAAR.

Di tugu ini ditera keterangan di plat berupa penjelasan garis bujur Bumi, sebagai letak berdirinya tugu, yaitu 109 derajat 20 menit Bujur Timur. Tapi, ternyata letak ini presisinya kurang tepat, sehingga Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengoreksinya pada Maret 2005. Posisi tugu yang sekarang ternyata berada di titik 0 derajat, 0 menit, 3,809 detik Lintang Utara dan 109 derajat, 19 menit, 19,9 detik Bujur Timur.

Posisi 0 derajat, 0 menit, 0 detik Lintang Utara ternyata berada di 117 meter dari posisi tugu sekarang ke arah Sungai Kapuas. Saat ini tempat itu telah diberi tanda. Jadi, posisi tepat yang seharusnya dibangun tugu, yaitu pada titik 0 derajat, 0 menit, 0 detik Lintang Utara dan 109 derajat 20 menit, 0 detik Bujur Timur berada di belakang rumah ji Jl Sungai Selamat, Siantan Hilir, 1,2 km dari tugu sekarang.

Saat ini, Indonesia tercatat sebagai salah satu dari 15 negara yang dilintasi garis Khatulistiwa (titik 0 Lintang Utara). Garis ini membentang sepanjang 40 ribu km. Titik O Lintang Utara itu mempunyai peristiwa penting menyangkut dengan sinar matahari. Saat terjadi titik kulminasi matahari, matahari berada tepat di atas garis Khatulistiwa, berarti benda yang terkena sinar matahari akan kehilangan bayang-bayangnya untuk beberapa detik. Demikian yang terjadi pada Tugu Khatulistiwa.

Peristiwa titik kulminasi matahari terjadi setahun dua kali. Jadwal tepatnya 21-23 maret dan 21-23 September. Pada saat-saat inilah banyak penduduk mengunjungi Tugu Khatulistiwa di Pontianak ini. Di tugu ini, dibuatkan juga catatan sejarh pendirian tugu. Catatan itu dikutipkan dari catatan pada 1941.

Sumber : (pry ) Republika Online


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.