Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Kamis
1
Feb '07

[BREAKING NEWS] : 2 Bayi Kembar [MARGA SILABAN] di Medan Kurang Gizi


Kesulitan ekonomi seringkali membuat anak-anak tak berdaya menghadapi kehidupan. Di Medan, kemiskinan menyebabkan dua bayi kembar mengalami kekurangan gizi. Akibatnya, perkembangan bayi berusia 10 bulan itu sangat buruk dibandingkan dengan anak-anak normal.

Nasib si kembar Aldo dan Aldi, warga Pondok Pinang Timur Mandala Medan bak sudah jatuh tertimpa tangga. Setelah ditinggal mati ibunya, kedua bocah itu mengalami kekurangan gizi. Akibat gizi buruk, putra pasangan J Silaban dan N Silaen ini tak bisa beraktivitas seperti bayi normal seusia mereka. Keduanya hanya bisa bermain dalam posisi tidur.

Perut kedua bayi ini membuncit dan nafasnya tersenggal-senggal. Sejak ditinggal mati ibunya, si kembar dirawat neneknya N. boru Silaban yang telah berusia 80 tahun. Ayahnya yang bekerja sebagai tukang becak dan abangnya yang berprofesi sebagai pemulung tak mampu menghasilkan cukup uang untuk membeli makanan tambahan bagi keduanya.

Kini nasib kedua bayi tergantung sepenuhnya kepada tetangga mereka. Meski kondisi bayi ini memprihatinkan, namun belum ada satupun petugas dinas kesehatan yang menyambangi bocah malang itu. Sementara untuk membawa ke Puskesmas pihak keluarga tak berani karena tak punya biaya.

Sumber : (T/HSS/u) Harian SIB, Medan


Ada 4 tanggapan untuk artikel “[BREAKING NEWS] : 2 Bayi Kembar [MARGA SILABAN] di Medan Kurang Gizi”

  1. Tanggapan Charly Silaban:

    Berita ini tentunya membuat kita semua terpukul. Apa ia silaban se-medan sudah sedemikian tidak perdulinya sama mereka ? Atau keluarga ini yang terasing dari kekerabatan ? Tolong [SB] Medan investigasi infonya. SBF siap membantu..!

  2. Tanggapan saut:

    Ini sudah pernah saya coba lacak di medan, tapi nggak ada yang tahu, Saya tahu setelah ada publikasi dari trans TV, masuk dalam acara kejamnya dunia….

    coba cari tau dari trans TV…

  3. Tanggapan Charly Silaban:

    Menurut sumber berita, Harian SIB, berita tersebut mereka peroleh dari kantor berita Detik.Com.
    Email permintaan sudah saya layangkan ke pihak redaksi Detik.Com namun hingga saat ini belum mendapat respon. Kemungkinan besar akibat banjir yang melanda Jakarta seperti kita tahu bersama bahwa kantor Detik.Com juga terkena dampaknya. Mudah2an secepatnya mereka merespon permohonan kita. Upaya menghubungi redaksi Detik.COm melalui telp juga sudah dilakukan namun belum membuahkan hasil. :(

  4. Tanggapan Maria br. Silaban:

    Sebagai seorang ibu saya merasa sangat sedih dan miris mendengar dan membaca berita ini. Saya mohon untuk SB silaban yang ada di medan bersungguh-sungguh mengusut berita dan menemukan keluarga ini. Bukan mau mereka untuk menjalani hidup seperti ini, itulah guna nya kita untuk dapat saling membantu apalagi mereka itu keluarga dekat kita (semarga,red. Anak - anak itu adalah penerus kita nantinya, bagaimana mungkin mereka bisa memounyai masa depan yang cerah yang dapat menggangkat harkat dan martabat keluarga klo untuk makan saja sudah sangat susah. Sekali lagi saya mohon agar SB medan sungguh-sungguh dan meluangkan waktu sebanyak mungkin untuk mencari “domba” kita yang hilang ini. Tuhan Memberkati.

Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Pemukulan GM Emerald Garden - Hakim Tegur JPU Tak Hadirkan Rekaman CCTV
Artikel selanjutnya :
   » » SMPN 20 Samarinda Menang Telak