Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Rabu
31
Jan '07

Pemukulan GM Emerald Garden - Hakim Tegur JPU Tak Hadirkan Rekaman CCTV


Ketua majelis Hakim H. Arwan Byrin, SH., M.Hum, menegur Jaksa Penuntut Umum perkara dugaan pemukulan General Manager Hotel Emerald Garden oleh terdakwa CT, anggota Brimob, dan TGH, dalam persidangan, Rabu (31/1), di Pengadilan Negeri Medan karena tidak bisa menghadirkan bukti rekaman CCTV (kamera televisi pemantau).

Seyogianya persidangan lanjutan ini sebagaimana putusan serta kesepakatan dalam sidang Minggu lalu, JPU harus menampilkan bukti berupa rekaman CCTV tentang kejadian pemukulan di Hotel Emerald Garden. Sementara, petugas penerjamah bahasa untuk terdakwa TGH, warga negara Singapura, Sarpat Silaban tidak hadir.

Sedangkan berkaitan Rencana Tuntutan (Rentut) oleh JPU, ketua majelis hakim yang juga ketua PN Medan menyatakan, bahwa jaksa dinilai kurang serius dalam perkara ini, atau ’setengah hati’. Masih dalam persidangan, Arwan Byrin menyampaikan, perkara ini tidak seperti kasus illegal logging yang mesti ada Rentut. Dia juga menyatakan sudah bertemu dengan Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kajatisu) dan disebutkan tidak ada dan tidak perlu Rentut.

Menanggapi teguran serta peringatan dari ketua majelis hakim itu, JPU kemudian menyatakan akan menampilkan rekaman CCTV sekaligus menyampaikan tuntutan kepada masing-masing terdakwa. Persidangan yang tidak berlangsung lama itu, akhirnya dinyatakan majelis hakim ditunda dan akan dilanjutkan, Senin (5/2) mendatang sekaligus memberikan kesempatan kepada JPU untuk menyampaikan tuntutannya.

Sidang perkara pemukulan General Manager Hotel Emerald Garden, Jin Seah alias Se Eng Guan alias Muhammad Fuad Bin Abdullah, 48, Warga Negara Singapura ini sudah mulai digelar PN Medan, Rabu (24/1) lalu. Terdakwa dipersalahkan memukul GM Hotel Emerald Garden, Minggu (20 November 2006) dalam kawasan Hotel Emerald Garden Jalan KL Yos Sudarso, Medan Barat. Oleh JPU, keduanya dipersalahkan melanggar Pasal 107 dan 351 KUH Pidana.

Saksi korban, Jin Seah alias Se Eng Guan alias Muhammad Fuad Bin Abdullah selaku GM Emerald Garden, dalam keterangannya di persidangan menyatakan, telah terjadi perdamaian tertulis 23 November 2006. Isi perdamaian itu, antara lain, terdakwa tidak akan mengulangi perbuatannya, dan dua belah pihak menganggap perkara ini selesai dan tidak saling menuntut di kemudian hari.

Sumber : (m34) (ags) Waspada Online, Medan


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Menunggu reinkarnasi Jamsostek
Artikel selanjutnya :
   » » [BREAKING NEWS] : 2 Bayi Kembar [MARGA SILABAN] di Medan Kurang Gizi