Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Rabu
24
Jan '07

AS Kucurkan US$ 3 Juta untuk HIV/AIDS di Papua


Pemerintah AS akan mengucurkan anggaran sekitar US$3 juta lebih untuk penanganan masalah HIV/AIDS di Papua.

Duta Besar (Dubes) AS untuk RI, Lyn B. Pascoe mengatakan hal tersebut usai melakukan pertemuan tertutup dengan Pimpinan dan Anggota MRP, Selasa (23/1).

Pemerintah AS, ujar Pascoe, berkomitmen menanggulangi masalah HIV/AIDS di Papua yang dinilai cukup memprihatinkan.

Kaitannya dengan ini, Lyn Pascoe meminta pemerintah dan masyarakat Papua bersama-sama melakukan penanggulangan penyebaran virus mematikan ini. Pihaknya optimis, melalui kerja sama yang erat, kasus HIV/AIDS di Papua akan dapat terselesaikan.

Sementara itu, Ketua MRP Agus Alue Alua sangat menyambut positif bantuan dana penanggulangan HIV/AIDS di Papua.

Namun demikian, Agus Alua mengusulkan agar pengelolaan anggaran itu mengacu pada Perdasi maupun Perdasus, sehingga pertanggungjawabannya jelas.

Sebelumnya Dubes Lyn Pascoe mengunjungi Puskesmas Jayapura Utara melakukan pertemuan tertutup bersama Wakil Gubernur Alex Hasegem, Wakil Walikota Jayapura H. Sudjarwo, Ketua Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Papua Constant Karma, Kepala Dinas Kesehatan Papua dr. Tigor Silaban beserta pihak-pihak terkait.

Sumber : Pemprov. Papua & Kominfo-Newsroom


Baru ada 1 tanggapan untuk artikel “AS Kucurkan US$ 3 Juta untuk HIV/AIDS di Papua”

  1. Tanggapan dias maubere (timor leste):

    saya melihat fenomena HIV-AIDS di Papua merupakan bagian rentetang fenomena straregi politik Busuk Indonesia untuk menghancurkan ras Papua di tanahnya sendiri.semua pihak harus sadari bahwa, Papua adalah sebuah Daerah konflik yang sampai kini belum terselesaikan.
    dari sisi persoalan HIV-AIDS sendiri,tiap dekade selalu ada peningkatan statistiknya, gerakan penyuluhan dari LSM, Pemerintah pun tak mampun membendung naik jumlah penderita
    AIDS di Papua.Ada apa dari semua itu?
    apakah kita harus salahkan massyarakat kecil yang tingkat pendidikannya kurang begitu memadai?
    apakah kita harus salahkan masyarakat yang paling pelosok Papaua yang kehidupan sosialnya masih kuat dengan adatistiadat?
    mmarilah orang Papua harus mampun melihat persoalan HIV-AIDS
    bukan dari satu sisi saja, namun dari berbagai sisi.
    semoga orang Papua mampu megurangan penderitaan ini di atas tanah Papua yang tecinta…

    TIMOR LESTE SELALU MENDUKUNG

Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.