Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Selasa
23
Jan '07

Bapepam kaji pendanaan pesangon


Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam dan LK) akan mengundang Asosiasi Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) menyusul kekhawatiran praktisi industri tersebut terhadap sistem pendanaan pesangon yang akan diambil alih PT. Jamsostek.

Kepala Biro Dana Pensiun Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam dan LK) Mulabasa Hutabarat mengatakan pihaknya tidak akan mengeluarkan sikap lebih dulu sebelum menerima masukan dari sejumlah pihak yang diundangnya pekan ini. Tujuannya, menerima segala informasi berkaitan dengan rencana sistem pendanaan pesangon oleh Jamsostek.

“Saya belum bisa mengambil posisi lebih dahulu sebelum mendengarkan semua masukan. Rencananya yang diundang adalah Asosiasi DPLK dan praktisi senior yang memahami asuransi sosial. Mungkin ada sekitar lima sampai enam orang,” ujar Mulabasa kepada Bisnis.

Dia menjelaskan salah satu tujuan diskusi itu adalah bagaimana pengaruh sistem pendanaan pesangon – yang rencananya diambil alih Jamsostek – terhadap industri dana pensiun khususnya DPLK yang menangani sistem pendanaan perusahaan tertentu.

Sebelumnya, Ketua Asosiasi DPLK Nicky Theng mengatakan revisi UU No.3/1992 tentang Jamsostek berpotensi mematikan industri dana pensiun karena adanya rencana pengambilalihan sistem pendanaan oleh Jamsostek dari dana pensiun.

Tak hanya dana pensiun, lanjut dia, namun juga rencana tersebut berdampak pada industri asuransi, terkait pembelian anuitas jiwa oleh penerima pesangon melalui skema dana pensiun.

Namun, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan pemerintah akan membuka tender bagi perusahaan asuransi untuk mengelola iuran pesangon yang dibayarkan oleh pemberi kerja. Artinya, tandas Kalla, Jamsostek tidak akan menjadi institusi tunggal dalam mengelola iuran tersebut namun berdasarkan tender mana produk yang paling menguntungkan.

“Jadi, tidak dimutlakkan ke Jamsostek, kecuali BUMN itu dapat nilai tertinggi,” tandas Kalla.

Diuntungkan

Ketua Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Rekson Silaban menjelaskan buruh justru diuntungkan dengan adanya rencana peralihan sistem pendanaan pesangon oleh Jamsostek dengan dinaikkannya iuran pesangon dan lebih terjamin kepastian mendapatkan manfaat pesangon.

Dia mengatakan selama ini banyak perusahaan yang tidak membayarkan pesangon kepada pekerja yang berhenti bekerja akibat ketidakmampuan membayar dan tidak tersedianya dana. Oleh karena itu, sambung Rekson, penanganan sistem pendanaan pesangon –– seperti yang diusulkan dalam revisi UU NO.3/1992 tentang Jamsostek– akan menguntungkan pekerja itu sendiri.

Ketua panitia Kerja Komisi IX DPR Nurul Falah Eddy Pariang mengatakan kekhawatiran praktisi bisnis tersebut terlalu dini karena proses revisi UU Jamsostek masih belum selesai. Saat ini, sambung dia, pihaknya masih mendengarkan masukan dari pihak – pihak terkait sebelum menyelesaikan undang – undang itu.

“Kami juga kan memanggil pihak dana pensiun terkait kekhawatiran itu. Saat ini masih proses hearing, atau mandengarkan masukan,’ demikian Nurul.

Sumber : Bisnis Indonesia via DPLK Indolife


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.