Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Selasa
23
Jan '07

1754 Jiwa Warga HKBP Distrik XXII Langkat Korban Banjir


Sebanyak 679 Kepala Keluarga (KK) atau sebanyak 1754 jiwa warga HKBP Distrik XXII Langkat tercatat….
menjadi korban banjir yang terjadi di Langkat dan Aceh Tamiang awal Januari lalu. Hal itu disampaikan Praeses sebagai Penanggungjawab Peduli kasih HKBP Distrik XXIII Langkat, Pdt Monang Silaban STh kepada wartawan SIB, Jumat (19/1).

HKBP Distrik XXII Langkat yang membenahi wilayah pelayanan sebanyak 10 Resort masing-masing Resort Binjai, Langsa, Langkat Hilir, Telur Aru, Langkat Hilir II, Langkat Hulu, Binjai Baru, Tandam, Besitang dan Resort Judika telah membentuk Tim Peduli Kasih HKBP Distrik XXIII Langkat dan telah melakukan upaya-upaya dalam membantu seluruh korban banjir.

Data yang diperoleh hingga 12 Januri 2007, warga yang menjadi korban banjir adalah warga HKBP Bukit Mas-Besitang sebanyak 15 KK (450 jiwa), HKBP Kampung Sawah 85 KK (250 jiwa), HKBP Pantai Buaya 20 KK (60 jiwa), HKBP Aras Napal 43 KK (125 jiwa), HKBP Pangkalan Brandan 135 KK, HKBP Tapian Nauli 8 KK (24 jiwa), HKBP Titi Lepan 12 KK (30) jiwa), HKBP Pelawi 85 KK (245 jiwa), HKBP Pasar Pipa 100 KK (280 jiwa), HKBP Bengkel Sekoci 36 KK (110 jiwa), HKBP Kuala Simpang Resort Langsa 60 KK (200 jiwa)
Kerugian yang dialami warga menurut Pdt Monang Silaban STh, meliputi kerugian material berupa kerusakan rumah, sawah dan alat-alat rumah tangga sementara bantuan yang diharapkan berupa alat-alat dapur, sembako/sandang pangan, papan. Kesehatan, kelangsungan hidup dan doa serta konseling.
Kawasan yang tergolong parah akibat hantaman banjir berada di HKBP Pantai Buaya, HKBP Aras Napal, HKBP Pangkalan Brandan, HKBP Titi Lepan, HKBP Bengkel Sekoci dan HKBP Kuala Simpang Resort Langsa yang berada sekitar 160 Km dari Binjai.

Lumpur yang dibawa banjir menjadikan lahan persawahan mengalami kerusakan total dan peralatan rumah mengalami kerusakan dan ada terbawa arus banjir. Sebagian wilayah yang mengalami banjir memaksa warga melakukan pengungsian dan pasca banjir sudah kembali dan memperbaiki rumahnya. Sementara Warga HKBP yang berasal dari HKBP Pantai Buaya dan Aras Napal masih berada di pengungsian dan kondisinya masih memprihatinkan.

Hasil kunjungan Tim Peduli Kasih HKBP Distrik XXIII ke lokasi pengungsian, Warga Aras Napal para korban banjir mengakui tidak memungkinkan lagi untuk kembali ke lokasi rumahnya karena letak geografisnya rawan banir dan lebih memilih untuk direlokasi.
Kondisi pengungsi dari warga HKBP Kwala Simpang diketahui masih banyak di pengungsian terutama di Posko Sungai Liput dan Kebun Tongah, bantuan yang dibutuhkan berupa relokasi perumahan dan bantuan sembako.

Tim Peduli Kasih HKBP Distrik XXIII telah mengunjungi seluruh lokasi banjir dan telah menyalurkan bantuan berupa sembako, sandang pangan, pakaian dan memberikan dorongan moril melalui acara doa dan penyampaian Firman Tuhan.
Praeses Monang Silaban terus menggugah hati umat untuk menyalurkan bantuan sehingga penderitaan yang dialami para korban banjir dapat terobati dan kembali beraktivitas seperti biasa terutama untuk keperluan pendidikan.

Sumber : (B10/d) Harian SIB, Medan


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Bapepam kaji pendanaan pesangon
Artikel selanjutnya :
   » » Rasa Nasionalisme dan Kebangsaan Sudah Menurun