Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Minggu
21
Jan '07

15.000 Massa dari Kecamatan di Taput “Tumpah Ruah” Beri Dukungan Percepatan Protap


Suksesnya acara penyampaian kebulatan tekad kepada Ketua Komisi II DPR-RI EE Mangindaan yang disaksikan puluhan anggota DPR-RI dari berbagai fraksi mendukung percepatan pembentukan Provinsi Tapanuli dalam “Kongres Rakyat” yang diadakan di Tarutung, Jumat (12/1) lalu, selain didukung kekompakan kehadiran dan antusias masyarakat dari 10 kabupaten (Kabupaten Taput, Tapteng, Sibolga, Nias, Nisel, Humbahas, Pakpak Bharat, Dairi, Tobasa dan Kabupaten Samosir) mengikuti acara itu, juga tidak terlepas dari cerahnya cuaca di kota Tarutung sejak awal acara hingga berakhir. Padahal kemarennya hujan deras turun.

“Kita harus akui, dari setiap kabupaten ribuan massa tumplek ke Tarutung. Paling menggemberikan, massa dari Kabupaten Taput yang hadir dari 15 kecamatan mencapai 15.000 orang bahkan diperkirakan lebih, tumpah membanjiri kota Tarutung, yang membuat suasana kota wisata rohani ini bagaikan lautan manusia. Massa dari Taput selain dari kecamatan juga banyak dari desa-desa,” ujar Ir AMH Hutagaol MM Asisten II Pemkab Taput kepada SIB memberi komentar seputar massa yang dikerahkan mengikuti acara akbar tersebut.

Semua mengatakan puas dan bersyukur kepada Tuhan mendengar pidato DR GM Panggabean yang menjelaskan apa alasan masyarakat Tapanuli menuntut pembentukan propinsi Tapanuli, dan kemudian pidato sambutan dari Ketua dan Wakil Ketua Komisi II DPR-RI yang tegas menyatakan, propinsi Tapanuli sudah pasti, pasti dan pasti.

Menurut Hutagaol, kehadiran massa dari seluruh kecamatan dan desa-desa di Taput dalam acara itu, selain ingin memberi dukungan secara langsung, juga pertanda kerinduan masyarakat akan kehadiran Propinsi Tapanuli. Pengerahan massa langsung ditangani satu panitia yang dibentuk Bupati Taput Torang Lumbantobing melalui satu surat keputusan yang beranggotakan 100 massa dengan melibatkan seluruh pejabat dari jajaran Pemkab Taput, katanya.

Katanya, selain kerja keras panitia lokal dan panitia bentukan Pemkab Taput mengerahkan massa itu, keikut sertaan para pengusaha menyediakan alat transportasi pengangkutan ke setiap kecamatan dan desa untuk mengangkut masa juga merupakan dukungan yang sangat besar demi suksesnya acara tersebut.
Beberapa tokoh masyarakat yang diwawancarai SIB MN Lumbantoruan, Drs BP Nababan dari Siborongborong, KAM Hutabarat dari Tarutung, KK Manimbul Hutauruk (Ompu Omri), Charli Situmeang (Ompu Lola) dari kecamatan Sipoholon mengakui antusias masyarakat dalam acara penyampaian kebulatan tekad tersebut merupakan salah satu tonggak sejarah di Tapanuli demi percepatan pembentukan Propinsi Tapanuli.

“Benar-benar luar biasa dan di luar dugaan. Saya sudah berusia 68 tahun, baru kali ini melihat massa memadati kota Tarutung begitu banyak. Tahun 1947 ketika Presiden RI Bung Karno datang ke Tarutung massa yang menyambutnya kita lihat sudah banyak, namun massa yang hadir kali ini jauh lebih banyak. Bahkan Jalinsum Sipoholon - Tarutung sempat macet total karena padatnya massa dan kendaraan yang datang dari berbagai kabupaten, kecamatan dan desa-desa,” ujar KK Manimbul Hutauruk tokoh masyarakat dari Sipoholon menjelaskan pengalamannya kepada SIB.

Para tokoh-tokoh masyarakat itu menilai, kehadiran massa itu benar-benar merupakan spontanitas. Sebab, mereka datang tanpa diberi ongkos. Bahkan makanan pun tidak disediakan. Namun demi kerinduan mereka terhadap kehadiran Propinsi Tapanuli, berjalan kaki pun dari desanya ikut memberi dukungan ke lapangan Serbaguna Tarutung, tambah Drs MN Lumbantoruan dan Drs BP Nababan. Secara terpisah, Ketua Marga Hutauruk KK Gokli Hutauruk dan Ketua Marga Simanungkalit Drs EV Simanungkalit MM kepada SIB mengakui, pihaknya mengerahkan ribuan massa dari kecamatan Sipoholon bersama tokoh-tokoh masyarakat dan pengusaha seperti Tota Situmeang, Robert Hutauruk dan Lamhot Sipahutar selaku Ketua Karang Tarutung Taput.

Katanya, begitu masyarakat mengetahui acara itu, tanpa dikomandoi langsung mengatakan kesedihannya dan minta kendaraan untuk mengangkut mereka.
“Berkat dukungan dari pengusaha tadi, puluhan truk terbuka dan oplet dikerahkan ke desa-desa, ternyata massa sangat membludak, kami sempat kewalahan menyediakan kendaraan, namun berkat kerjasama yang baik didukung kerinduan atas kehadiran Propinsi Tapanuli, kita bisa mengatasinya dan ribuan massa dari Sipoholon sampai ke Tarutung dan pulang dengan damai setelah acara selesai dengan sukses,” ujar mereka.
Pengamatan wartawan SIB di sela-sela berlangsungnya acara penyampaian kebulatan tekad dukungan percepatan Provinsi Tapanuli kepada Ketua Komisi II DPR-RI EE Mangindaan, selain massa yang memadati lapangan Serbaguna jalan-jalan kota Tarutung, seperti Jalan Dipenogoro, Jalan DI Panjaitan dan Jalan Sisingamangaraja kelihatan sesak dipadati massa dan kendaraan yang datang dari berbagai kabupaten.

Berkat kesiapan aparat Lantas Polres Taput yang langsung dikoordinir Kasat Lantas AKP Pranggono kondisi lalulintas tetap berjalan lancar, sementara Satpol PP dan Hansip Pemkab Taput juga sangat berperan memberi pengamanan bersama anggota Polres Taput yang dikoordinir Kompol A Samosir di lapangan upacara pun di luar lapangan.

Selain masyarakat desa yang hadir, juga pengurus-pengurus gereja tidak ketinggalan mengajak para jemaatnya untuk hadir dalam acara itu. Demikian juga tokoh-tokoh pemuda, bahkan kelompok tani dari berbagai kecamatan ikut menggelar spanduk di lapangan dan di luar lapangan dengan semangat berapi-api.

MZ Silaban alias Lakar dan S Manalu SPd tokoh masyarakat Kecamatan Parmonangan, kepada SIB mengakui, pihaknya mengerahkan masyarakat dari kecamatan itu sebanyak  500 orang yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat seperti petani, PNS, OKP, dan warga gereja. “Mereka sangat antusias, walau hanya naik oplet dan truk. “Coba anda bayangkan, naik truk sepanjang 45 Km, capeknya tidak terkatakan. Namun berkat cita-cita mendukung perceptan Propinsi Tapanuli, tak satupun massa dari Parmonangan yang mengeluh, walau sampainya di desanya sampai pukul 21.00 WIB,” ujar kedua tokoh masyarakat Parmonangan itu.

Keterangan yang diperoleh SIB, di Pemkab Taput yang paling banyak dari 15 kecamatan di Taput yakni dari Kecamatan Tarutung, Siborong-borong, Sipoholon, Pahae dan Kecamatan Sipahutar. Dengan suksesnya acara penyampaian kebulatan tekad masyarakat Tapanuli untuk percepatan Provinsi Tapanuli itu, masyarakat Taput tetap memberi dukungan sepenuhnya. Bila diperlukan tandatangan kapan saja kita siap memberikan. Yang jelas, dengan kehadiran Provinsi Tapanuli pembangunan di segala sektor akan terlaksana. Selain itu ungkapan peta kemiskinan yang menjadi julukan Tapanuli ini akan hapus dengan sendirinya dengan kehadiran Provinsi Tapanuli, ujar berbagai elemen masyarakat di Taput.

Kepada para pemrakarsa, pengurus dan panitia yang menangani percepatan pembentukan Propinsi Tapanuli, masyarakat Taput juga mendoakan agar Tuhan memberi semangat, kekuatan dan kesehatan dalam melaksanakan tugas dan cita-cita mulia tersebut. “Kita tetap berdoa kepada Tuhan agar para pemrakarsa dan siapapun yang berperan memberi perhatiannya demi cepatnya proses pembentukan Propinsi Tapanuli,” tambah masyarakat Taput itu dalam suatu percakapan dengan wartawan SIB di Tarutung, Sipoholon dan Siborongborong.

Sumber : (G1/u) Harian SIB, Tarutung


Ada 2 tanggapan untuk artikel “15.000 Massa dari Kecamatan di Taput “Tumpah Ruah” Beri Dukungan Percepatan Protap”

  1. Tanggapan Togar Silaban:

    Saya termasuk orang yang melihat bahwa pembentukan Propinsi Tapanuli tidak membawa manfaat bagi masyarakat Tapanuli. Karena otonomi bukan di Pemerintah Propinsi, tetapi di Kota dan Kabupaten. Pemerintah Propinsi tetap merupakan perpanjangan tangan dari Pemerintah Pusat.
    Pelayanan dan pembangunan kepada masyarakat (yang didambakan warga Tapanuli) dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten dan Kota sesuai Undang-Undang 32/2004. Kecuali Undang-undang itu dirubah.

    Manfaat pembentukan pemerintah propinsi Tapanuli (baca pembentukan organisasi pemerintahan), hanya bagi mereka yang sekarang sudah mengincar kursi Gubernur, Ketua DPRD, anggota DPRD, Kepala Dinas Propinsi. Artinya orang-orang yang mengincar jabatan. Juga orang-orang yang mengincar Proyek Propinsi, pembangunan kantor gubernur dan seluruh jajarannya akan menghabiskan puluhan milyar. Biaya operasional pemerintahan Propinsi juga akan makan biaya ratusan milyar pertahun. Semua itu menjadi beban warga Tapanuli.

    Kasihan warga Tapanuli yang sudah antusias menyambut pembentukan propinsi itu, ternyata nanti tidak mendapat apa-apa.

  2. Tanggapan Ir.Lermansius Haloho, MP:

    Protap merupakan impian yang sudah lama diinginkan guna memotong rentang kendali, sehingga percepatan pembangunan dapat dioptimalkan. Melalui pemanfaatan sumberdaya alam dan sumberdaya manusia yang brilian, sehingga kesejahteraan masyarakat dapat terwujud dan pameo bahwa Tapanuli adalah peta kemiskinan di Indonesia dapat dihapuskan, dan Tanah Tapanuli sangat gersang dapat diwujudkan melalui pembangunan pertanian yang maju dan modern. Marilah mendukung agar protap segera terwujud, menyusul propinsi lain yang lebih tidak mungkin tapi sudah terwujud seperti: grontalo, Bangka Belitung, dll. Bravo Tapanuli. Horas……

Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Aksi Demo SPJ tidak Akan Mampu Mengganti Direksi Jamsostek
Artikel selanjutnya :
   » » Penyusunan PP Pesangon & Jamsostek dikebut