Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Sabtu
20
Jan '07

Aksi Demo SPJ tidak Akan Mampu Mengganti Direksi Jamsostek


Aksi demo dan mosi tidak percaya yang dilakukan sebagian Serikat Pekerja Jamsostek (SPJ) tidak akan bisa mengganti direksi ataupun direktur Utama PT Jamsostek (Persero).

Jika aksi demo bisa mengganti pimpinan suatu perusahaan apalagi BUMN, maka hal itu bisa menjadi preseden buruk.

Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (Meneg BUMN) Sugiharto menegaskan hal itu terkait dengan adanya aksi demontrasi dan mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan Dirut Jamsostek Iwan Pontjowinoto yang dilakukan oleh sejumlah DPP Serikat Pekerja Jamsostek, Kamis (18/1).

Demo yang dipimpim Ketua SPJ Abdul Latief Algaff itu meminta Dewan Komisaris Jamsostek dan Menneg BUMN memecat Iwan Pontjowinoto dari jabatannya sebagai Dirut Jamsostek.

“Kami jangan dipaksa mengganti direksi hanya karena demo, jangan lupa SP dalam banyak perusahaan adalah serikat karyawan, bukan serikat pimpinan. Kalau di Jamsostek kepala cabang dan kepala wilayah ikut menggerakkan. Di masa yang akan datang, bisa terkesan kalau ingin mengganti direksi tinggal lakukan demo. Harusnya kesejahteraan karyawan yang dibela,” kata Sugiharto di Jakarta, akhir pekan ini.

Mengenai keinginan Dewan Komisaris Jamsostek menurunkan Iwan Pontjowinto sebagai Dirut Jamsostek, Sugiharto mengaku akan mengkajinya apakah tindakan itu sah atau tidak.

Tetapi menurut dia seorang direksi bisa diberhentikan dari jabatannya jika berhalangan tetap atau melakukan pelanggaran tindak pidana. “Kalau di luar itu tidak bisa,” tegasnya.

Namun, Sugiharto tidak ingin berspekulasi apa yang diputuskan oleh komisaris, karena pada prinsipnya, direksi secara kolektif harus mempertanggung jawabkan dalam periodisasi tahunan.

“Kan ada keteraturan dalam perusahaan ada pemegang saham, ada komisaris dan direksi. Saya tidak ingin berspekulasi apa yang diputuskan oleh komisaris,” tuturnya.

Sugiharto juga mengatakan permasalahan Jamsostek harus dilihat secara jernih. Untuk itu pihaknya memerintahkan laporan keuangan Jamsostek tidak saja diaudit oleh Kantor Akuntan Publik tetapi juga diperiksa oleh Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

“Audit ini untuk memeriksa adanya sinyalemen penyimpangan yang dilakukan oleh dirut. Setelah itu kita akan me-review manajemen Jamsostek,” tambahnya.

Mengenai kinerja BUMN, lanjut Sugiharto, sudah ada alat ukurnya yakni profitibelitas, baik finansial maupun sosial. “Parameternya sudah ada, kalau itu dilanggar manajemen, maka kita akan lakukan sanksi. Yang paling adil adalah melihat kinerja sampai tanggal 31 Desember 2006 seperti apa, itu yang akan diaudit sehingga angkanya riil,” tegas dia.

Menanggapi masalah audit ini, Direktur Utama Jamsostek Iwan Pontjowinoto mengaku siap diaudit. “Tidak ada masalah, jika memang pemegang saham menginginkan untuk diaudit. Itu hak mereka,” ujarnya.

Sedangkan mengenai surat Dewan Komisaris yang menginginkan agar dirinya dicopot dari posisi dirut, Iwan hanya mengatakan bahwa menurut anggaran dasar PT Jamsostek pasal 10 ayat tiga, para anggota direksi diangkat dan diberhentikan melalui RUPS.

Sedangkan pasal lainnya, lanjut Iwan, Komisaris dengan suara terbanyak setiap waktu berhak memberhentikan untuk sementara waktu seorang atau lebih anggota direksi, tetapi jika mereka bertindak bertentangan dengan anggaran dasar atau melalaikan kewajibabannya.

“Saya merasa tidak pernah melanggar anggaran dasar dan melalaikan tugas saya selama ini,” tutur Iwan.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Media Indonesia, Jumat (19/1), Dewan Komisaris Jamsostek sepakat mengusulkan kepada Menneg BUMN untuk pemberhentian sementara Iwan Pontjowinoto.

Ketua Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) Rekson Silaban mengatakan usulan itu sudah disampaikan ke Menneg BUMN Jumat sore (Jumat (19/1).

Sebagai penggantinya, komisaris menunjuk Pejabat Pelaksana Sementara (PPS) Andi Ahmad. “Kalau hanya sekadar usulan boleh-boleh saja, tetapi keputusan tetap di Menneg BUMN, “katanya.

Sumber : (Sidik Sukandar-Sdk/OL-03) Media Indonesia, Jakarta


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.