Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Kamis
18
Jan '07

HUT Perak Perkawinannya Tepat Masuki Masa Pensiun


Ketika Ketua DPRD Kaltim Surprised Dikunjungi Kaltim Post

Dibandingkan kunjungan ke instansi lain, kunjungan tim Kaltim Post ke Ketua DPRD Kaltim Herlan Agussalim kemarin, terasa lebih istimewa. Pasalnya, Herlan mengaku kedatangan jajaran Kaltim Post dalam rangka road show HUT ke-19 Kaltim Post ini bertepatan dengan ulang tahun perak (25 tahun) perkawinannya. Juga bertepatan dengan pemberitahuan dari Badan Kepegawaian Daerah bahwa ia berhak memasuki masa pensiun sebagai pegawai negeri sipil.

“JADI, kehadiran Kaltim Post hari ini sangat tepat. Saya merasa sangat surprise, karena pas dengan hari istimewa saya,” kata Herlan kepada Redaktur Pelaksana Kaltim Post SB Silaban. Selain Silaban, tim Kaltim Post yang ikut serta adalah Wakil Manajer Iklan Sutik Anik, Staf Iklan Yuli Indriati dan Salasiah, serta dua wartawan, masing-masing Edy Santoso dan Endro S Effendi. Ikut pula wartawan Samarinda Pos, Khabib.

Ditemui di ruang kerjanya, Herlan tampak sumringah. Ia pun bercerita panjang lebar soal peran Kaltim Post yang dianggapnya ikut membesarkan namanya dan mendukung karier politiknya hingga seperti sekarang.

“Wartawan Kaltim Post itu kadang dibenci, tapi kadang juga dirindukan. Kalau perlu, dicari-cari. Ibarat payung waktu hujan, kalau perlu dicari, tapi sudah nggak perlu dilupakan,” beber Herlan.

Ia mengaku, ketika dikritik dalam pemberitaan di Kaltim Post, juga tidak jarang emosi, marah, dan sedih. “Itu manusiawi,” akunya. Baginya, kritik yang dilontarkan di media dijadikan cermin diri. “Sebab manusia tak bisa bercermin sendiri. Tapi lewat kritik di media, ia mengaku bisa jadi bahan introspeksi untuk bisa meminimalkan kekurangan-kekurangan yang ada pada dirinya.

Namun ia juga menyadari, Kaltim Post telah ikut membesarkan dirinya. “Saya bisa jadi Ketua DPRD dan sukses berkarier di politik juga berkat dukungan koran,” ungkapnya. Tapi sebaliknya, koran menurutnya juga mampu mengerdilkan dan menjatuhkan orang. “Wartawan ya harus menjadi tukang kontrol, itu sebagai cambuk. Wartawan dan orang politik itu partner. Kalau mau jadi orang besar tanpa wartawan, susah,” jelasnya

Ditanya soal posisinya menjadi ketua DPRD Kaltim, Herlan mengaku lebih suka jadi anggota. “Lebih enak jadi anggota. Sekarang ini, anggota ada yang ke luar negeri, saya jaga kantor,” katanya.

Namun ia tetap bersyukur menjadi ketua DPRD. “Mana pernah terpikir suatu saat jadi Ketua DPRD. Kalau kemudian mau jadi gubernur lagi, itu serakah. Serahkan saja ke ahlinya,” ujar dia ketika ditanya soal kemungkinannya maju menjadi kandidat calon gubernur Kaltim. Soal aktivitas rutin, Herlan mengaku mulai jarang olahraga. “Kadang-kadang saja, kalau sudah capek baru olahraga. Kadang naik sepeda atau sekadar jalan-jalan,” ujarnya.

Herlan juga sempat bercerita soal poligami. Maklum, Herlan memang memiliki dua istri, istri kedua yang ia nikahi di Jakarta adalah janda beranak satu. “Poligami itu positif. Saya sama istri ngomong kok. Sementara ada laki-laki yang tidak berani ngomong. Saya kawin lagi bukan karena obral cinta,” ujarnya blak-blakan.

Ia pun sempat cerita, perkawinannya itu bermula dari seringnya ia berurusan di Jakarta soal divestasi saham PT Kaltim Prima Coal yang tidak kunjung tuntas sejak tahun 2000. “Bayangkan, dari mulai istri satu sampai punya istri dua, sampai sekarang nggak selesai-selesai,” guraunya.

Sumber : (endro s effendi)  Kaltim Post


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.