Pangihutan Sinambela, 52, warga Dusun I Sendayan, Desa Securai Selatan, Kec. Babalan tewas dibantai massa, Kamis (11/1) dinihari sekitar pukul 00:30. Pria setengah baya ini dieksekusi secara sadis di lapangan terbuka karena dituduh memelihara begu ganjang.
Berbagai keterangan yang dihimpun Waspada, pada Rabu (10/1) tengah malam, salah seorang warga, Br Sinaga, menderita sakit dicuriga akibat terkena guna-guna. Untuk mengobati penyakit tersebut, beberapa warga mendatangi rumah korban meminta pertolongan pengobatan.
Permohonan warga dipenuhi korban dan dia malam itu juga bergegas ke rumah Br Sinaga. Setelah melihat kondisi wanita yang sakit, Pangihutan Sinambela, dengan polos berterus terang bahwa dia tidak mampu menyembuhkan penyakit yang diderita istri Selamat Silaban tersebut.
Salah seorang dukun berinisial AG, yang sebelumnya turut memberikan pengobatan pada saat itu sepertinya mengarahkan tuduhan bahwa Br Sinaga sakit karena diguna-guna. Orang yang membuat penyakit tersebut sekarang ini berada di dalam rumah ini, kata sang dukun yang seperti mengarahkan tuduhan kepada korban.
Mendengarkan ucapan dukun AG, kecurigaan keluarga Silaban termasuk masyarakat yang membesuk mengarah kepada Sinambela. Entah siapa yang mengomandoi lebih awal, massa langsung menghakimi pria beranak lima tersebut sehingga pada dinihari itu korban meregang nyawa secara tragis di halaman rumah Silaban.
Aparat kepolisian yang menerima informasi tentang insiden pembunuhan massal ini segera turun ke TKP, sekaligus mengevakuasi korban ke rumah sakit guna dilakukan visum. Setelah diambil visum, mayat korban dikembalikan kepada pihak keluarga dan Jumat (12/1) siang, mayat Sinambela dikebumikan dengan pengawalan aparat kepolisian.
Lesman Simamora, salah seorang tokoh masyarakat batak di Teluk Haru kepada Waspada meminta kepada kepolisian mengusut aktor yang mendalangi aksi kekerasan yang berakibat melayangnya nyawa orang lain. Apa pun alasannya, perbuatan warga secara nyata melanggar hukum karena itu siapa pun yang terlibat harus diproses, ujar dia.
Kapolsek P. Brandan, AKP Bambang Haryono, SH melalui Kanit Reskrim Iptu Mikranuddin Syahputra Hasibuan, ketika dikonfirmasi Waspada, Jumat di ruang kerjanya, membenarkan terjadinya aksi pembantaian yang menyebabkan Sinambela tewas. Menurut dia, kasus ini sedang dalam proses penyelidikan dan mudah-mudah dalam waktu dekat akan terungkap siapa yang mendalangi.
Sumber : (a04) () WASPADA Online, P. Brandan
[SB] Tags : Pangkalan Brandan, Selamat Silaban, Waspada OnlineArtikel sebelumnya :
» » KSDA Kapuas Hulu Serahkan Bayi Orang Utan
Artikel selanjutnya :
» » Modus Klasik Penjahat di Jalanan : Satu Pura-pura Menolong, yang Lain Menjarah


Silahkan memberikan tanggapan !