Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Jumat
5
Jan '07

Buruh Butuh Kepastian Pembayaran Hak Normatif


Kemampuan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dalam melindungi buruh belum optimal. Buruh yang mengalami pemutusan hubungan kerja masih tetap sulit memperoleh hak normatifnya karena tidak ada pasal soal kepastian pembayaran.

“Sejak berlakunya UU No 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, sedikitnya 120.000 buruh korban PHK masih belum menerima pesangon. Siapa yang harus bertanggung jawab terhadap mereka? Harusnya adalah pemerintah melalui PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek),” kata Ketua Umum Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (K-SBSI) Rekson Silaban seusai bertemu Wapres Muhammad Jusuf Kalla di Istana Wapres, Jakarta, Kamis (4/1).

Menurut Rekson, aturan soal hak normatif saat ini masih lebih menguntungkan karyawan tingkat manajer dengan gaji pokok besar. Padahal, UU Nomor 13 Tahun 2003 ditujukan untuk melindungi buruh yang mencapai 27,9 juta orang.

K-SBSI dan pemerintah sepakat untuk mengkaji sistem pembayaran hak normatif baru yang memberi kepastian bagi buruh. Salah satu solusinya adalah memberdayakan PT Jamsostek sebagai penerima iuran pesangon dan pelaksana pembayaran bagi buruh yang kehilangan pekerjaan.

Secara terpisah, Presiden Organisasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Yanuar Rizki mengatakan, pemerintah harus segera merevitalisasi sistem jaminan sosial. Selain memberi kepastian soal hak normatif, perbaikan sistem jaminan sosial dapat memperbaiki kualitas hidup buruh.

Saat ini, buruh lebih mementingkan persoalan hak normatif ketimbang perbaikan posisi kerja. Artinya, buruh baru akan berunjuk rasa jika hak normatifnya dikemplang, bukan semata karena gerakan politik untuk perbaikan sarana kerja.

“Titik temunya ada pada revitalisasi jamsos. Semakin cepat kepastian pembayaran pesangon, maka nasib buruh akan lebih terjamin,” kata Yanuar.

Sumber : (har/ham) Harian Kompas, Jakarta


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Wacana Ketenagakerjaan: Pesangon PHK Dibebankan ke Jamsostek
Artikel selanjutnya :
   » » Buruh Dukung Pesangon Lewat Jamsostek