Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Kamis
14
Des '06

Sejarah Alkitab Bahasa Batak Toba


Alkitab Bahasa Batak Toba
Perjanjian Lama tahun 1894, 1989BS
Perjanjian Baru tahun 1878, 1885
Porsi / Sebagian tahun 1859
Oleh Herman Neubronner van der Tuuk; Ludwig Ingwer Nommensen; Peter Hinrich Johannsen

Dari : Alkitab di Tanah Hindia Belanda

The Netherlands Bible Society mulai menerjemahkan dalam dialek Batak Toba pada tahun 1853. Selanjutnya pada tahun 1867 kitab Kejadian, Keluaran, Injil dan Kisah Para Rasul dipublikasikan. Selanjutnya pada tahun 1877, J.C. Nomensen dari the Rhenish Missionary Society, yang masuk ke daerah ini pada tahun 1861, memulai satu versi yang segar yang dipublikasikan oleh the British and Foreign Bible Society, Perjanjian Baru muncul dalam huruf Batta yang aneh pada tahun 1878, dan huruf roman pada tahun 1885. Perjanjian Baru dalam huruf roman dipublikasikan pada tahun 1894.
[ Rev. R Kilgour, D.D., 173 ]

Dari : Gereja-gereja di Sumatra

Pada tahun 1820 tiga pekabar Indjil dari perhimpunan pekabar Indjil Baptis di Inggris memasuki daerah-daerah itu. Mereka adalah Ward jang pergi ke Bengkulu, Evans ke Padang dan Burton ke Sibolga. Jang terachir ini mempeladjari bahasa Batak Toba, malahan dia mentjoba djuga untuk menterdjemahkan fasal I dari Alkitab.
[ Dr. Th. Muller Kruger, 1966, 208 ]

Dari: Gereja-gereja di Sumatra

Van der Tuuk menetap di Baros, dipantai barat. Keahliannja demikian rupa sehingga ia menghasilkan beberapa buku penjelidikan mengenai bahasa Batak serta menterdjemahkan sebuah kamus dan beberapa fasal Perdjandjian Lama. Buku-buku itu diterbitkan oleh Lembaga Alkitab Belanda.
[ Dr. Th. Muller Kruger, 1966, 209-210 ]

Referensi :
1. Kilgour, Rev. R, D.D. Alkitab di Tanah Hindia Belanda. Halaman 171-176.
2. Kruger, Dr. Th. Muller . 1966. Sejarah Gereja Di Indonesia. Badan Penerbitan Kristen-Jakarta. Halaman 208-211.

Sumber : Sabda.Org


Ada 15 tanggapan untuk artikel “Sejarah Alkitab Bahasa Batak Toba”

  1. Tanggapan woorten sitanggang:

    jika seandainya agama parmalim kembali dilestarikan,maka jelas bahwa itu menjadi suatu pengingkaran akan adanya agama kristen yang menjadi agama mayoritas suku batak toba.sebagai seseorang yang boleh dikatakan sangat sakti,dalam arti mempunyai kekuatan gaib,ataupun seorang paranormal,apakah bapak prof.m sorimangaraja sitanggang percaya terhadap adanya Tuhan yang disembah oleh orang kristen?dimana secara kekristenan,kekuatan gaib semacam itu sangatlah ditentang.tlg dibalas keemail saya.

  2. Tanggapan G.I Yohan Siagian, S.Th:

    Shalom !!!
    Puji Tuhan, untuk kesempatan yang diberikan kepada kami, untuk emnagggapi permasalahan diatas. kami katakan permasalahan adalah, karena ini menyangkut persoalan religius, yang nota bene memiliki pengaruh besar dalam kehidupan manusia.
    agama permalain jika kembali dilestarikan, menurut kami, sama saja kalangan kita masayarakat tapanuli, akan kembali ke jaman batu, dimana batu besar dan pohon besar menjadi tuhan kita. itu sama juga kita tidak menghargai perjuangan Ompu Nomensen, yang telah memberitakan injil kepada kita.

  3. Tanggapan Maridup Hutauruk:

    Apa ada yg salah pd agama Parmalim atau Budha atau Hindu atau Zoroaster atau Maois atau Khaballa dll. Bukankah pencabangan agama berikut: Jahudi - Kristen - Islam (satu benang merah) menjadi sumber kekacauan di dunia sekarang? Apa ada kekacauan lain diluar agama benang merah tsb? Hati-hati! Budaya Batak, Orang Batak, akan punah seperti Aztek, Maya, Inka. Saya bersyukur Nomensen masuk ke Tanah Batak sehingga banyak juga saya temukan mujizat2 di dalam Alkitab karena berada diluar jangkauan pikiran manusia. Apa ini buka gaib? apa ini bukan supranatural? mengapa yang diorang sana kita sebut setan? yang ada sama kita selalu yang surgawi? Bijaksanalah bahwa manusia dicipta serupa gambarnya, “punya otak, daya pikir, imajinasi, bersifat creative (daya cipta)”. Throw away your destructive manner, friend! (tanggapan ini lebih fokus kpd sdr. woorten sitanggang. Amen

  4. Tanggapan Maridup Hutauruk:

    Syalom buat bapak G.I. Yohan Siagian S.Th. sebenarnya topik bahasan bukan yg ditanggapi oleh dua penanggap diatas, melainkan ada nuansa kebencian pd tanggapannya kpd kelompok. Begini bapak STh. Pernahkah bapak tahu Yesus berkata begini: “Jangan cari Tuhanmu di batu atau di kayu, tetapi Aku ada di batu dan di kayu itu”. Kemana Yesus setelah berumur 12 thn sampai Dia muncul kembali pada usia 29 tahun dan gencar memberitakan Kerajaan Surga?” Pernahkah bapak Sth. tau Yesus ada di India selama 17 thn. Apa artinya ini? Yesus bukan berarti menjadi penganut Hindu atau Budha ! jadi Parmalim belum tentu menginginkan bapak STh, saya dan yg lain utk mengikuti mereka. Apakah mereka itu mengajarkan ‘bakar ulos - bakar kain’ atau serahkan harta benda karena itu duniawi? Memang jadi benarlah yang dikatakan Tuhan di Kej.6:6-7. Horas jala gabe.

  5. Tanggapan Dedi:

    kita harus berjuang demi mempertahankan batak

  6. Tanggapan VITA:

    kalo menurut saya sih.adat memang tidak harus dihapuskan seluruhnya.karena apapun ceritanya adat istiadat berperan dalam mengatur kehidupan berlingkungan masyarakat khususnya pada masyarakat batak.tapi adakalanya kita melihat dengan jelas mana yang pantas diikuti dan yang tidak layak untuk di ikuti.dan kita harus dengan jelas melihat mana yang berhala dan menduakan tuhan sebaiknya tidak lah kita ikuti.seperti halnya menyembah suatu benda(kayu,batu,benda2 pusaka) ataupun melakukan pemujaan terhadap roh - roh orang mati(nenek moyang),membongkar kuburan dan lainnya.

  7. Tanggapan eDDY AritoNang:

    suku dan agama merupakan suatu yang berbeda. kalau ada kebiasaan yang ada pada suku hanya sebagai budaya.

    sementara agama diajarkan secara religius (keagamaan)bukan secara adat istiadat atau kebiasaan

  8. Tanggapan Ricardo Panjaitan:

    Menurut saya,Kristen adalah agama,sedangkat adat adalah kebiasaan dan kebiasaan tentu dapat dirubah sedangkan Agama adalah hal yang absolut dan permanent yang tidak bisa dirubah,jadi mari kita merubah ( bukan menghilangkan ) adat yang selama ini yang kalau didalamnya bertentangan dengan Iman (Agama yang kita anut}

    Mauliate

  9. Tanggapan parlan subagio:

    kita bersyukur karena karya Tuhan melalui Kristen tiba di Tanah Batak. Tapi adat Batak juga merupakan berkat dan di dalamnya kita hidup secara tertib.

  10. Tanggapan sitastasnambur:

    Massai maniak do ate-ate marnida generasi halak hita (batak) saonari on. Molo hita rimangi, hita on dang hea dope merdeka.
    Tung olo ma hita on gabe jolma naso adong identitasna? Boasa ingkon bangga hita mamangke identitas ni halak hape adong do di warishon angka oppungta parjolo tubu identitas manang budaya naso talu tu budaya ni halak termasuk budaya ni Eropa naung manjajah hita saonari.

    Ahado imbarna haporseaon hakristenon namanomba Debata nasada dohot haporseaon ni halak batak namanomba si sada debata ima Debata Mulajadi Nabolon.

    Asa tapakke bisukta, molo huhilala, alana mansai sogo situtu do najolo roha ni halak Eropa ala adong di pamate halak batak misionarisna di tano batak. Jala didok misionaris i di allang halak Batak. Porlu do hita manat marpikkir, tohodo diallang? manang holan barita sambing doi gabe alatni halak Eropa mangarongrong budaya ni halak batak?

    Manurut ahu, palobihu do sentimen ni halak Eropa tu budaya ni halak batak. Alana adong do biar dinasida, ala naung diparsiajari nasida bagak ni budaya batak i sotung gabe talu tu budaya nasida. Tarmasuk ma on nasida pabaritahon fitnah ima halak batak siallang jolma, dohot angka doktrin namandok haporseaon ni halak batak sipele begu.

    Aut sugari na naso bagak budaya dohot haporseaon ni batahi najolo, boasa songoni lelengna dang boi digilas budaya arab alias Muslim tano batak. Songon panggilas ni angka budaya pesisir dohot huta naasing ima alani lemahni budaya nasida..

    Horas Jala Gabe

  11. Tanggapan pargabuss:

    sude hata na tutu, mansai hansit do i begeon,
    sude hata pangarimangan, mansai susa do i di hapapatarhon.

    Tuhan i Tutu jala Basa, ido goarNa…
    boasa ma hita manguhumi molo so dipillit Tuhan i hita manorushon uhumNa i ?

    paresoma rohanta be, idama di si do Tuhan i maringanan, Tondi Probadia ma goarna, si Tolu Sada mai.

  12. Tanggapan HP.Nonstop (Sitorus):

    Kalau seandainya Bible tidak di terjemahkan ke dalam bahasa batak, maka pasti hanya sedikit orang batak yang percaya Tuhan Yesus. Kita bersyukur ada orang yang memperjuangkan penterjemahan Bible ke bahasa batak. sehingga, orang batak banyak yang percaya kepada Tuhan Yesus. Terbukti suku di Indonesia yang paling banyak yang beragama Kristen adalah orang batak.
    God bless you

  13. Tanggapan raja sonang team paray:

    kalo seandainya bibel di terjemahkan oto ma hita sude, nunga dang naik kelas dang di baca muse alkitab,. e…. matutu……….

  14. Tanggapan raja sonang team paray:

    horas amang,inang,dohot sude akka halak na di pasu-pasu tuhanta yesus kristus unang hamu marjuji,minum,togel dohot sude akka na sega i,dibereng debata sian ginjang ni. amen… amen…. amen….. horas,,,, slamat taon baru

  15. Tanggapan rtm sibuea:

    1. Parmalim. Na dung hea hujaha ndada ugamo situtu (asli) ni bangso batak i. Ai targoar sada poda sinkretisme do i, i ma na padomuhon poda habatahon, poda hasilomon dohot poda hakristenon alai gumodang ma i marimpola poda habatahon (”poda haporseaon batak na marmula sian poda hindu manang hinduisme”). Poda haparmalion sorang manang mullop diparujungan ni abad 18, hira-hira taon 1894. Jadi ndada saumur haparmalimon tu habatahon. Lapatanna, poda na imbaru tubu dope i (bukan agama asli orang batak)

    2. Adong do tolu poda haporseaon na tubu di tano batak di taon-taon parpudi ni Sisingamangaraja XII, i ma, Golongan Siraja Batak, Parugamo/Ulama dohot Parmalim. Ia Parugamo manang na jotjot didok Ulama, nunga hira ndang adong be i, na parpudi tarboto ahu siseanna holan 3 halak nama di taon 1964. Golongan siraja batak pe, ndang apala godang siihuhon i, tarhira 10 ripe nama ra i nuanen di sibarani sitakola laguboti. Parmalim, targodang do siihuthon i, di hutatinggi laguboti, di silaen dohot di samosir.

    3. Hakristenon. Ndang boi bagas huantusi, manang na songon dia do sogot Tuhan i manjujur ngolungku. Kristen Batak do, manang na Batak Kristen. Alai lumomo do rohangku molo dijujur ahu songon Batak naung gabe halak kristen. Alana, ai marhata batak dope au marnipi lumobi ma i molo tangis. Amang oi amang hansitnai. He, he ……

Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.






Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions.php on line 590
Artikel sebelumnya :
   » » Hadi Utomo Lantik Pengurus Partai Demokrat P Siantar dan Simalungun

Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions.php on line 590
Artikel selanjutnya :
   » » Sajak Si Singamangaraja