Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Kamis
14
Des '06

Sajak Si Singamangaraja


1

Akulah Si Singamangaraja
Nyala di Bakara
Redup di Balige

Kau menjamah perihnya

Tapi sebelum itu
Tanah kerontang hangus harap
Di ujung pematang terban lapar
Dan susut danau ingati gelepar ikan mati
Sejak malam tersaruk mimpi sekarat

Dihangati jubah-jubah hujan langit Toba
Hingga bulir padi menggemuk madu
Dan bernas beras di mamah mendidih
Berbuncah suara jiwa rongga merdeka

Sambil membajak tengah malam
Menyelami danau ikan-ikan jelita

Dan mendendang ranum nafas
Di pagar desa sinar sore
Parade gondang dan serunai
Moyang yang mengurapi para cucu

Berpinak di negeri seberang
Di antara raung ternak dan kecipak udang istirah
Menanduk betis lembut para gadis

Sebelum dipinang pemuda lembah tujuh malam
Menunggang kunang-kunang kerbau dan kambing
Bermerah sirih bergula pinang
Dan syair puji berkas bulan
Berkening cahaya rambut menjuntai
Ke pinggul gempal bergoyang
Seperti lembu bunting mengejar

Retakan waktu 1875
Di taman batu masa depan

Menuruni gelisah undakan kenangan
Sebab kalian milik masa lalu dan masa datang

2
Aku jadi raja kaumku
Mengitar lembah
Membilah bukit
Merimbun rimba
Menubir danau
Menyiku lagu
Ngilu jarum doa
BerjatuhanMenisik nama-nama disebutkan
Menyuruk hari panjang terpejam

Tapi itu dulu kata mereka
Tapi itu kini kata mereka

Aku tak tahu apa mereka menyesatkannya
Di balik surya bukit tanah Batak
Menggugus jemari angin

Mengisar tembus ke bening mata
Sebagai runcing keris panjang
Si Piso Gajah Dompak
Semerbak kubur pagi hari

Tapi setelah itu
Tapi sebelum itu
Aku tak tahu mereka rindukan ubi bakar di ladang
Ketika panglima bersurban hanguskan Rumah Bolon

3
Karena kakek tak berpikir bak mereka
Karena kakek ingin mengigal seperti kakek dan kaumnya
Menjelang topan malam turun sebagai putra
Batak abadiDan si putih mata dari Eropa memberangus Ruma Parsantian
Sopo Bolon
Sopo Godang
Bale Pasogit
Bale Partangiangan,
Bale Adat Paruhuman
Bale Bius
Partungkoan
Mengusir kerabat
Mengejarku ke tanah seberang
Bersama angin liar 30 tahun

Karena si putih mata dari Eropa
Terus menggedor gelombang terjauh
Di balik benua malam
Tak menemukan bentangan
Tanah Batak dalam peta jarahan

4
Tapi sebelum itu
Tapi sesudah itu
Aku tak tahu mereka tersengat kilatnyaKuletupkan api harga diri
Kuletupkan api harga diri

Menetak pedang pasukan berkuda dan bersenapan
Tulang keras ditikam kelewang
Serakah tuntas ditebas adat

Aku tak tahu mereka berjaga
Aku tak tahu mereka berjaga

Di lembah Butar
Di Lobu Siregar
Lintong ni huta
Pohan
Naga Saribu
Simamora
Simalungun
Uluan
Asahan

Pasukan berkuda hilang nyawa

Di teluk Samosir
Balige
Laguboti
Bakara

Pasukan perahu menggelucak darah

Lihat, lihat, tak pernah berdenyut takut
Menghadang tajam peluru dari Eropa

Sebab darah bergolak leluhur
Menyiram kubur sahabat
Hingga waktu
tengadah abadi

Tapi sebelum itu
Tapi setelah itu

Mereka bakar rumahku, kampungku, adatku
Mereka remuk kerabatku, sukuku, anakku

Cucuku

5
Dan lihat Si Singamangaraja
Si kuda putih berlari
Menembus pasukan si putih mata Christoffel
Prajurit Jawa dan Padang
Hingga Hamisi Tobelo Halmahera

Sucikan peluru terpilih untukku

Bidik
Bidik

Dan nyawa meregang darah dua bola mataku
Menghangati panglima dari Aceh
Patuan Nagari, Patuan Anggi, Boru Lopian terjungkal peluru
di Sitapongan Sionomhudon setelah si Pulo Batu
menggelepar lapar di rimba gerilya

Dan sungai darah terus berdebur ke tanah Batak
Menunggu siapa berlayar
Ke tanjung harap

Hingga setelah ini
Hingga setelah ini

Aku tak tahu mereka dengar jeritnya
Ketika sajak ini diigaukan
***

Bekasi, 2001
Ari Minggu Tamba

Sumber : Ceritanet


Ada 15 tanggapan untuk artikel “Sajak Si Singamangaraja”

  1. Tanggapan Sihol:

    Horas… sajak Raja Si Singamangaraja bagus….

  2. Tanggapan Charly Silaban:

    Sajak yang bercerita :)

  3. Tanggapan Saut P. Silaban:

    Biasanya Raja mempunyai Kerajaan dan mempunyai struktur organisasi, mempunyai pusat pemerintahan, mempunyai Istana dan lain lai sebagai alat pemerintahan.

    Adakah Kerajaan Batak Dahulu…?
    Karena setahu saya, orang batak dari dulu hidup merdeka, bebas. Paling ada Raja raja adat,Raja Huta, dan ini tidak bisa dikategorikan sebagai “Raja” dalam konteks pemerintahan.

  4. Tanggapan Charly Silaban:

    @Saut P. Silaban

    Biasanya Raja mempunyai Kerajaan dan mempunyai struktur organisasi, mempunyai pusat pemerintahan, mempunyai Istana dan lain lai sebagai alat pemerintahan.

    Benar.. Namun Sisingamangaraja terkenal dengan raja tanpa prajurit karena ia tak mempunyai prajurit seperti yang biasa kita tau. Namun wibawa dan karismanya bisa menggerakkan seluruh masyarakat pada saat itu sebagai kekuatannya.

    Adakah Kerajaan Batak Dahulu…?
    Karena setahu saya, orang batak dari dulu hidup merdeka, bebas. Paling ada Raja raja adat,Raja Huta, dan ini tidak bisa dikategorikan sebagai “Raja” dalam konteks pemerintahan.

    Ada dan banyak !
    Sebelum ke Toba kita mulai dari Tanah Karo ada Kerajaan Haru-Karo yang dipimpin oleh Pa-lagan. Kerajaan haru-Karo diketahui tumbuh dan berkembang bersamaan waktunya dengan kerajaan Majapahit, Sriwijaya, Johor, Malaka dan Aceh. Terbukti karena kerajaan Haru pernah berperang dengan kerajaan-kerajaan tersebut.

    Kita masuk ke Toba..
    Dinasti pertama adalah Dinasi Sagala (Sori angaraja)

    1. Sorimangaraja I-XC (1000 SM-1510M)
    2. Sorimangaraja XC (1510). Dikudeta oleh orang-orang marga Simanullang
    3. Raja Soambaton Sagala menjadi Sorimangaraja XCI
    4. Sorimangaraja CI (ke-101) 1816 M

    Dinasti ini berdiri di pusat tanah Batak, Sianjur Sagala Limbong Mulana (SSLM) sejak berabad-abad sebelum masehi dan kemudian berkembang di tanah Batak selatan atau Mandailing, Angkola dan Natal.

    Pada fase 1000 SM – 1510 M, dari ibukotanya di SSLM, dinasti Sorimangaraja memerintah selama 90 generasi dalam sebuah bentuk kerajaan teokrasi. Rajanya bergelar Datu Nabolon.

    Dinasti ini pernah mengalami guncangan politik saat pihak komunitas Batak di Simalungun memisahkan diri pada tahun antara 600-1200 M dan mendirikan Kerajaan Nagur.

    Selanjutnya adalah Dinasti Pasaribu (Hatorusan)

    Dinasti ini didirikan oleh Raja Uti putra Tateabulan. Bila Dinasti Sorimangaraja berakhir di tanah Batak bagian selatan (Tapsel), maka Dinati Hatorusan ini berakhir di Barus, atau tanah Batak bagian barat.

    Ibukotanya sendiri berada di kota-kota pesisir. Di antaranya Singkel, Fansul dan Barus. Raja Uti yang mendirikan kerajaannya di wilayah Limbong Sagala memerintahkan pemindahan kekuasaan ke wilayah fansur.

    Sejarah regenerasi Raja Uti, mulai dari 1000 tahunan sebelum masehi sampai salah satu keturunanya yang bergelar Raja Uti VII di tahun 1500-an :

    1. Datu Pejel gelar Raja Uti II
    2. Ratu Pejel III
    3. Borsak Maruhum.
    4. Raja Uti V bergelar Datu Alung Aji
    5. Raja Uti VI yang bernama Longgam Parmunsaki.
    6. Raja Uti VII bernama Datu Mambang Di Atas.

    Selama pemerintahan Raja Uti VII, abad ke-16, pemerintahan kerajaan mulai goyah. Diduga bahwa, telah ada sebuah gerakan oposisi yang bermaksud untuk mengkudeta Raja. Kekuatan pemberontak tersebut berasal dari pedalaman Batak. Kerajaan memang sudah mengalami kegoncangan setelah sebelumnya bebeberapa kerajaan kecil yang menjadi subordinat telah memilih memisahkan diri.

    Sang Raja VII mempunyai beberapa panglima di antaranya seorang panglima yang sangat tangguh yang juga kebetulan adalah kemenakannya sendiri. Putra dari seorang saudari perempuannya, Boru Pasaribu. Dia bernama Mahkuta alias Mahkota yang dikenal di kalangan Batak dengan sebutan Manghuntal putra seorang datu bermarga Sinambela dari pusat Batak. Mahkuta kemudian diperintahkan untuk menumpas pemberontakan di sentral Batak tersebut. Dalam usahanya menumpas pemberontak, di ibukota kerajaan terjadi kudeta dan perebutan kekuasaan. Kerajaan terpecah dalam kerajaan-kerajaan kecil. Mahkuta alias Manghuntal mendirikan Dinasti Sinambela (Sisingamangaraja) di Bakkara.

    Sementara itu, komunitas Pasaribu di Barus, para keturunanan Raja Uti, meneruskan hegemoni Dinasti Pasaribu dengan naiknya Sultan Ibrahimsyah Pasaribu menjadi Sultan di Barus Hilir. Ada pendapat sejarah yang mengatakan bahwa Sultan Ibrahimsyah Pasaribu adalah orang yang memberi kekuasaan kepada Manghuntal, Mahkuta, untuk mendirikan kerajaannya di Bakkara. Dengan demikian dialah yang bergelar Raja Uti VII tersebut (?).

    Berikut adalah nama-nama Dinasti Hatorusan berikutnya:

    1. Sultan Ibrahimsyah Pasaribu (Gelar Raja Hatorusan)
    2. Sultan Yusuf Pasaribu
    3. Sultan Adil Pasaribu
    4. Tuanku Sultan Pasaribu
    5. Sultan Raja Kecil Pasaribu
    6. Sultan Emas Pasaribu
    7. Sultan Kesyari Pasaribu
    8. Sultan Main Alam Pasaribu
    9. Sultan Perhimpunan Pasaribu
    10. Sultan Marah Laut bin Sultan Main Alam Pasaribu
  5. Tanggapan Charly Silaban:

    Selanjutnya adalah Dinasti Pardosi (Pohan)

    Dinasti yang memerintah di Barus Hulu yang mencakup beberapa daerah tanah Batak bagian barat termasuk Negeri Rambe (Pakkat). Didirikan oleh Raja Alang Pardosi dengan penahunan yang tidak jelas namun diyakini berdiri sejak awal-awal berdirinya kerajaan si Raja Batak di Tanah Batak, yakni lebih kurang tahun 1000 SM.

    1. Raja Kesaktian (di Toba)
    2. Alang Pardosi pindah ke Rambe dan mendirikan istana di Gotting, Tukka
    3. Pucaro Duan Pardosi di Tukka
    4. Guru Marsakot Pardosi di Lobu Tua
    5. Raja Tutung Pardosi di Tukka, berselisih dengan Raja Rambe di Pakkat.
    6. Tuan Namora Raja Pardosi
    7. Ada gap yang lama, beberapa raja difase ini tidak terdokumentasi
    8. Raja Tua Pardosi
    9. Raja Kadir Pardosi
    10. Raja Mualif Pardosi
    11. Sultan Marah Pangsu Pardosi
    12. Sultan Marah Sifat Pardosi
    13. Tuanku Maharaja Bongsu Pardosi
    14. Tuanku Raja Kecil Pardosi
    15. Sultan Daeng Pardosi
    16. Sultan Marah Tulang Pardosi
    17. Sultan Munawar Syah Pardosi
    18. Sultan Marah Pangkat Pardosi
    19. Sultan Baginda Raja Adil Pardosi
    20. Sultan Sailan Pardosi
    21. Sultan Limba Tua Pardosi
    22. Sultan Ma’in Intan Pardosi
    23. Sultan Agama yang bernama Sultan Subum Pardosi
    24. Sultan Marah Tulang yang bernama Sultan Nangu Pardosi

    Lalu ada Dinasti Sinambela (Sisingamangaraja)

    SM Raja I adalah turunan dari Oloan dari marga Sinambela. Dinasti SM Raja adalah sebagai berikut:

    1. Raja Sisingamangaraja I dengan nama asli Raja Mahkota atau Raja Manghuntal memerintah tahun 1540 s.d. 1550
    2. SM Raja II, Raja Manjolong gelar Datu Tinaruan atau Ompu Raja Tinaruan memerintah 1550 s.d 1595
    3. SM Raja III, Raja Itubungna, 1595-1627
    4. SM Raja IV, Tuan Sorimangaraja 1627-1667
    5. SM Raja V, Raja Pallongos, 1667-1730
    6. SM Raja VI, Raja Pangolbuk, 1730-1751
    7. SM Raja VII, Ompu Tuan Lumbut, 1751-1771
    8. SM Raja VIII, Ompu Sotaronggal, gelar Raja Bukit 1771-1788
    9. SM Raja IX, Ompu Sohalompoan, Gelar Datu Muara Labu, 1788-1819
    10. SM Raja X, Aman Julangga, Gelar Ompu Tuan Na Bolon, 1819-1841
    11. SM Raja XI, Ompu Sohahuaon, 1841-1871
    12. SM Raja XII, Patuan Bosar, gelar Ompu Pulo Batu, 1871-1907

    Mahkuta menjadi raja pertama dengan gelar Sisingamangaraja I (SM Raja) pada tahun 1540 Masehi. Sebagai seorang bermarga Sinambela dari Toga Sumba, berbeda dengan Raja Uti yang Pasaribu dari Kubu Tatea Bulan, Mahkuta sebenarnya telah memulai sebuah dinasti baru yakni dinasti SM Raja yang memerintah Batak sampai SM Raja XII. Walaupun begitu, sebagai pendiri spiritual Batak, Raja Uti dan keturunanya, sampai abad ke-20, masih dimuliakan dan mendapat tempat terhormat dalam doa-doa. Bila Dinasti SM Raja mendapat kesulitan dalam urusan dalam negerinya, perwakilan dari keturunan Raja-raja Uti kerap dihadirkan untuk menjadi penengah.

    Raja SM Raja XII, sebagai penghargaan terhadap usahanya mengusir si Bottar Mata, penjajah Belanda, dianugerahi Pahlawan Nasional Indonesia dengan keputusan Presiden RI No. 590 Tanggal 9 November 1961.

    Selain itu masih ada dinasti-dinasti lain di tanah Sumatra Utara seperti Dinasti Sinambela (Guru Patimpus di Medan), Dinasti Nagur (Simalungun & Gayo), Dinasti Batak (LINGGA), Dinasti Marah Silu (GAYO) di Samudra Pasai, Dinasti Huru Wampu / Dinasti Karo (Sibayak) dan Dinasti Tanjung (Sorkam)

    Begitulah sekilas infonya…
    Sangat disayangkan memang bukti-bukti sejarah tentang keberadaan mereka sangatlah minim..

  6. Tanggapan Saut P. Silaban:

    Ai Otik do sungkun sungkun ni iba, alai tung godang do didapot penjelasan…
    Mauliate…!

  7. Tanggapan Henry Hutasoit:

    Saya adalah orang Batak dan sangat tertarik dengan sejarah Batak. Saya belum pernah mendengar penjelasan ini.
    Menarik sekali karena dikatakan bahwa kerajaan/dinasti Batak sudah dimulai bahkan sebelum Masehi (SM)! Bisa amang Silaban berikan sumbernya? Terutama yang berkaitan dengan tahun. Saya ingin mempelajarinya.
    Biasanya keberadaan suatu kerajaan/masyarakat di jaman sebelumnya diketahui dari (atau didukung oleh)adanya prasasti2/candi2/patung2/alat2 yang ditemukan di jaman kemudian. Dari situ baru bisa diketahui apa nama kerajaannya, siapa yang memerintah, hubungan luar negeri, termasuk ‘teknologi’ yang digunakan waktu itu, dsb. Untuk menghitung umur dari suatu benda yg ditemukan biasanya digunakan tes karbon, walaupun tes ini juga mengandung kelemahan2.
    Sekedar perbandingan dengan sejarah dunia pada waktu itu:
    1006 BC(SM): David menjadi raja di Israel
    1002 BC(SM): Zhou Zhao Wang, kaisar ke-4 dinasti Zhou meninggal. Tahun berikutnya Zhou Mo Wang, naik tahta.
    (Sumber: Wikipedia- Wikipedia sendiri merujuk kepada sumber yang bisa kita telusuri dan cek kebenarannya. Silahkan kunjungi webnya).

  8. Tanggapan muhaimin:

    saya merupakan putra dari tanah gayo, yang berberada di daerah Takengon-Aceh Tengah. saya sangat tertarik dengan sejarah Sisingamangaraja yang saudara redaksikan. tapi saya bingung apakah ada kaitan Suku gayo dengan suku batak. karena Didaerah saya. ada yang mengatakan kalau desa Bebesen berasal dari Batak dua puluh tujuh. terima kasih atas penjelasannya.

  9. Tanggapan Darius Hamisi:

    Apa benar Hamisi dari Tobelo Halmahera yang berhasil membunuh Si Singamangaraja??

    hmm…
    Kakek Buyut saya dong….

    Peace

  10. Tanggapan Peterson Pangaribuan:

    Bapak Muhaimin Yth, silahkan bapak baca buku Tuanku Rao, karangan MO Parlindungan (Siregar), yang bulan Juli lalu saya juga baru beli di Gramedia, yang lain juga ada menyebutkan hal itu, kalau tidak salah judulnya alihan Natolu, karangan …Siahan, saya belinya di Senen (di Proyek Senen). Selain Gayo juga disebutkan Suku Bangsa Alas, Mudah-mudahan setelah membaca buku itu Bapak bisa dapat informasi yang bisa dihubungkan mungkin dengan adanya persamaan-2 atau kebiasaan misal dalam hal adat-istiadat atau sifat-2 khas dlsb. Semoga dengan hal-hal seperti itu kita semua akan mengetahui dan menyadari adanya ikatan tali persaudaraan diantaara semua suku Batak (semua sub). Horas.

  11. Tanggapan Tigor Simangunsong:

    Sebaiknya ditampilkan juga sajak yang berbahasa bataknya, biar mantap! tolong ….soalnya kalau dalam bahasa Indonesia kurang bisa di hayati agak keseleo dikit.
    Sisingamangaraja = Raja orang Batak
    orang Batak = Raja-raja
    kesimpulannya : Rajanya raja-raja

  12. Tanggapan Musa Pangaribuan:

    Urun Rembug:
    Banyak masukan_informasi yang kita dapatkan namun masih banyak yang belum tergali.
    Untuk itu kami coba beri beberapa masukan untuk memperkaya sejarah antara lain:
    1. Nama asli Pongkinangolngolan waktu lahir adalah si MALIM.
    2. Pusaka Sisingamangaraja ada 5 macam, 3 (tiga) dibawa/disimpan oleh si Pongkinangolngolan dan sampai saat ini masih ada “tersimpan_tersembunyi” di daerah sumatera barat dan yang dua lagi ada di tanah batak.
    3. Nama-nama pusaka tersebut adalah Tintin Sipajadijadi, Punggahomasan, ulos Sampuborna, Hujur siringis dan Piso Gaja Dompak.
    4. Ibunda dari si Pingkinangolngolan bernama NAI HAPATIAN.
    5. Sebenarnya Nai Hapatianlah yang di berkati Jadi penerus Dinasti Raja Sisingamangaraja, namun karena orang Batak tidak menerima perempuan menjadi Raja maka terjadilah upaya “pengusiran” Nai Hapatian dari tanah Bakkara.

    Masih banyak Demikian semoga bermanfaat, Horas bema.

  13. Tanggapan david tigor siregar:

    data yg diberikan oleh lae charly silaban sangat mengejutkan buat saya. lae menyebutkan kalo dinasti kerajaan di tanah batak sudah dimulai pada tahun 1000 sm. dengan kata lain, orang batak sudah ada pada waktu itu (1000 sm). apakah lae bisa membuktikan pernyataan lae? kita generasi muda batak harus tahu asal usul kita, bukan? saya bingung dengan informasi yg ada mengenai sejarah batak. beberapa buku mengenai sejarah batak yg pernah saya baca banyak yg bertentangan. itu baru datanya, masalah penulisan seperti nulis buku harian. buku tuanku rao salah satunya.

  14. Tanggapan Edward Simanungkalit:

    Pertanyaan David Tigor Siregar dapat dijawab dengan menggunakan data Arsip Bakkara Jilid 1 s/d 3 yang mengemukakan bahwa Dinasti Sorimangaraja sebanyak 90 (sembilanpuluh) generasi. Arsip Bakkara ditulis berdasarkan perintah Sisingamangaraja XI.

    tabe,
    Edward Simanungkalit

  15. Tanggapan Darius Hamisi:

    Sebenarnya dalam bahasa batak apa arti kata SISINGAMANGARAJA??

    Kalau dalam bahasa saya (Loloda), kata tersebut ada artinya, yaitu Raja para singa, julukan bagi orang gagah berani dalam berperang…

    Trims

Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.






Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions.php on line 590
Artikel sebelumnya :
   » » Sejarah Alkitab Bahasa Batak Toba

Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions.php on line 590
Artikel selanjutnya :
   » » 17 Anggota DPRD Depok Terlibat Korupsi Akan Masuk Penjara