Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Jumat
8
Des '06

Pemkot Tertipu Pabrik Aspal


Tak Punya Izin, Suplai Kebutuhan Perbaikan Jalan

Kinerja tim pengawasan di lingkungan pemkot kebobolan. PT Sumitomo, produsen aspal di Jalan Pintu Air
2 Surabaya, bisa beroperasi tanpa mengantongi izin usaha dari pemkot. Bahkan, perusahaan tersebut telah menyuplai kebutuhan aspal untuk perbaikan sejumlah jalan di Surabaya.

Fakta tersebut terungkap dalam hearing di Komisi A DPRD Surabaya kemarin. Saat itu juga, komisi yang membidangi masalah hukum dan pemerintahan tersebut sepakat menutup PT Sumitomo.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pemkot M. Taswin menyatakan, sebetulnya PT Sumitomo telah mengajukan izin. Namun, sifat pengajuan izin itu hanya untuk uji coba produksi aspal. Ternyata, perusahaan tersebut meneruskan usahanya.

Dengan begitu, pemkot merasa tertipu. “Izin awalnya bukan untuk kepentingan komersial. Kami tidak tahu kalau kemudian diselewengkan,” katanya. Selain memanggil Disperindag, komisi A mengundang satuan kerja di lingkungan pemkot yang terkait dengan masalah perizinan. Di antaranya, Dinas Tata Kota dan Permukiman, Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, dan Satpol PP. Rata-rata mereka kaget ada perusahaan besar, tapi berani beroperasi tanpa mengantongi dokumen perizinan sesuai ketentuan.

Dukungan penutupan juga disampaikan Plt Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Pemkot Togar Silaban. Menurut dia, PT Sumitomo juga belum mengantongi dokumen pengkajian lingkungan. Tentu, hal itu merupakan kesalahan fatal. “Seharusnya, izin tidak boleh dikeluarkan sebelum diketahui persis kelengkapan serta fasilitas produksi yang dimiliki perusahaan,” ujarnya.
Anggota Komisi A Krisnadi Nasution menambahkan, PT Sumitomo ternyata memiliki banyak permasalahan tentang perizinan. Bukan hanya izin usaha, mereka juga belum mengantongi izin mendirikan bangunan (IMB). Bahkan, izin peruntukan bangunan yang ditempati disalahgunakan. “Izin bangunan yang mereka tempati adalah untuk pergudangan. Ternyata digunakan untuk produksi,” ungkapnya.

Karena itu, Krisnadi meminta agar pemkot Surabaya segera menutup perusahaan tersebut. Ke depan, pemkot juga harus memperbaiki kinerja pengawasan dan tidak sekadar mengobral izin. “Kami khawatir ada banyak kejadian seperti ini. Bukan tidak mungkin ada unsur main mata di dalamnya,” tegasnya.
M. Iksan, perwakilan PT Sumitomo, mengaku berkeberatan perusahaan yang baru beroperasi pada awal 2006 tersebut ditutup. Dia mengaku sedang mengurus izin usaha dan berbagai kelengkapan lain. “Kami berharap pemkot tidak terburu-buru menutup pabrik. Sebab, banyak warga yang menggantungkan pekerjaan dari perusahaan tersebut,” jelasnya.

Sumber : (hud) MadiunKota (cached)


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Wacana Provinsi Batak Bergulir
Artikel selanjutnya :
   » » Kontroversi Lembaga Kerjasama Bipartit