Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Rabu
6
Des '06

Wacana Provinsi Batak Bergulir


Setelah wacana pembentukan Provinsi Tapanuli, kini muncul ide Provinsi Batak. Wacana Provinsi Batak ini menggelinding di sela-sela pelantikan pengurus Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN) Humbanghasundutan.

Pelontar wacana Provinsi Batak tak lain adalah penyanyi kondang Trio Lasidos, Buntora Situmorang. Menurut Buntora, upaya pembentukan Provinsi Batak lebih nasionalis dibanding Provinsi Tapanuli. “Saya setuju Provinsi Tapanuli, tapi lebih setuju lagi dan cenderung namanya dijadikan Provinsi Batak,” sebut Buntora yang juga membidangi seni, kebudayaan dan organisasi Sanggulmas.

Dalam pandangan Buntora, Provinsi Batak akan lebih menarik emosional masyarakat Batak. Bahkan, dia mencontohkan Jenderal Nasution, Jenderal Maraden Panggabean, Jenderal Simatupang dan Akbar Tanjung. “Mereka itu adalah pahlawan Batak bukan pahlawan Tapanuli. Karena bangsa Batak adalah bangso na tarpasu-pasu (bangsa yang diberkati-red), disebabkan batak itu lahir secara individu,” tutur Buntora, kemarin.

Sebelumnya Ketua DPW PPRN Provinsi Sumut Drs P Nurdin Manurung melantik pengurus PPRN Humbanghasundutan periode 2006-2010. “Salah satu usaha pemberdayaan rakyat yang sedang berkembang di Sumut saat ini adalah bergulirnya perjuangan pemekaran Provinsi Tapanuli dari Sumutera Utara. Untuk itu, PPRN mengajak kita semua mendukung usaha mulia itu, karena pemekaran Provinsi Tapanuli dapat mendorong peningkatan pelayanan di bidang pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan serta memberikan kemampuan dalam memanfaatkan potensi yang ada,” ujar Nurdin Manurung.

Nurdin Manurung menjelaskan, ibukota Provinsi Tapanuli sepenuhnya diserahkan ke pusat. Namun, ada tiga alternatif yaitu Sibolga, Pandan dan Siborongborong. “Tapi lebih cocok Sibolga dijadikan sebagai pusat perekonomian,” ujarnya.

Menurut Nurdin Manurung, PPRN mendukung pembentukan Provinsi Tapanuli karena menciptakan pelayanan kepada masyarakat. “Apabila Kabupaten Humbahas tidak dimekarkan dari Tapanuli Utara sebagai kabupaten induk, maka Doloksanggul akan tetap sebagai kecamatan. Tapi kita lihat dengan lahirnya Kabupaten Humbahas maka pelayanan pemerintah kepada masyarakat semakin dekat. Kantor-kantor seperti kantor Bupati, kantor Polres dan lainnya sudah berdiri di Humbang Hasundutan. Begitu juga nantinya apabila Provinsi Tapanuli lahir, maka pelayanan pemerintah otomatis akan dekat kepada masyarakatnya. Masalah perekonomian juga meningkat karena kedekatan pemerintah dengan masyarakat, rakyat semakin makmur. Itulah ide pemekaran itu,” tukas Manurung.

Pengurus PPRN Humbahas yang dilantik, ketua Deka Silaban ST, sekretaris Marganda Pasaribu SP, bendahara Aman Nababan SH dan ketua bidang politik Robert Lumban Gaol. Turut hadir dalam pelantikan itu, Ketua Umum DPP PPRN Brigjen Purn Tarida Sinambela, Ketua Harian Anton Sihotang, Wakil Sekjen Richard Napitupulu, Salamat Sinambela dan Baringin Sihombing.

Sumber : (Robert Lumban Gaol) Harian Global, Doloksanggul


Ada 4 tanggapan untuk artikel “Wacana Provinsi Batak Bergulir”

  1. Tanggapan Charly Silaban:

    PPRN = Partai Peduli Rakyat Nasional..
    Hello Bung Deka Silaban !! Anda peduli dengan rakyat yang mana ? Kenapa ngga bentuk Provinsi Silaban saja ? Pasti ruarrrr biasa !!!

  2. Tanggapan Partai Silaban:

    Horas..

    kenafa tidak kita bentuk aza Silaban Partij

    Partai Silaban boru dohot bere

    Hehehe..

  3. Tanggapan Horas P Aritonang:

    Halo Pak Deka, mengapa gak dibuka Koran tentang Tapanuli, dan percetakannya di Kabupaten Humbahas, Silaban Kan dari sana tuh asalnya.

  4. Tanggapan william joe:

    hati-hati dengan pemekaran daerah. hal ini hanya membuka peluang untuk kepentingan elit2x politik dan beberapa golongan masyarakat saja. akan tumbuh “borjuis2x kecil” yang akan siap menyengsarakan masyarakat. bukan saatnya untuk membicarakan pemekaran daerah karena situasi demokrasi hari ini masih bersifat patriikal belum mencapai tahap demokrasi yang partisipan. maksimalkanlah pengelolaan daerah yang ada sekarang. mari kita berefleksi sejenak. apakah rakyat kita sampai hari ini sudah sejahtera?

Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Hakim PN Medan Kabulkan Permohonan Bishop GMI DR H Doloksaribu MTh
Artikel selanjutnya :
   » » Pemkot Tertipu Pabrik Aspal