Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Senin
4
Des '06

Stok Obat HIV/AIDS di RSUD Jayapura Habis


Stok obat Antiretro Verin (ARV) VCT RSUD Dok II Jayapura habis. Sampai saat ini belum ada persediaan. Kehabisan stok ini sangat berdampak bagi pasien penderita HIV/AIDS, yang secara rutin harus mengonsumsi obat-obatan tersebut.

Hal ini disampaikan Suster Siti N Soltief yang kesehariannya bertugas di VCT Dok II RSUD Jayapura saat dihubungi SH baru-baru ini.”Obat ARV yang kosong total adalah Sidofudin dan Lamifudin. Dua jenis obat ARV lainnya walaupun masih ada tetapi persediannya tinggal sedikit dan sudah pada tingkat kritis,” ujarnya
Menurutnya, kekosongan obat ini sudah sejak bulan Oktober lalu dan ia yang berhubungan langsung dengan para penderita ODHA ini, sudah menghubungi pihak farmasi. Namun mereka juga mengatakan stok lagi kosong.

Sementara itu, pihak farmasi sendiri telah menghubungi Dinas Kesehatan (Dinkes) Papua. Selain itu, Dinkes pusat juga sudah dihubungi lewat faksimile perihal kekosongan ini. Namun sampai saat ini belum ada jawaban. “Kepada farmasi kami beritahu, lebih baik kami beli saja, untuk mengatasi kehabisan dan kekurangan stok,”tambahnya

Sementara itu, Ketua KPAD Papua Constant Karma dalam pertemuannya dengan para wartawan beberapa waktu lalu di Jayapura terkejut begitu mengetahui dari pers bahwa stok ARV di VCT Dok II habis. Namun saat hal ini diklarifikasikan kepada Kepala Dinkes Papua Tigor Silaban, pihaknya membantah dan mengatakan stok obat masih tersedia.
Seperti diketahui obat ARV untuk Papua dibagikan secara gratis, mengingat obat ini sangat mahal dan di Papua sendiri rata-rata para penderita HIV/AIDS adalah mereka yang tingkat ekonominya rendah.

Kondom Kedaluwarsa
Sementara itu, Ketua Jayapura Support Club (JSC) Robert Sihombing mengungkapkan pihaknya menemukan kondom kadaluwarsa yang tedapat dalam dos tertera batas waktu sampai tahun 2003. “Kalau sudah kedaluwarsa bila dipakai akan bocor dan tidak kuat,”ujarnya
Ia mengakui sering ditemui ada beberapa pengguna kondom yang mengatakan ada kondom yang tidak kuat, namun menurut Robert, sebenarnya bukan tidak kuat melainkan sebenarnya sudah kedaluwarsa.
Direktur Pelaksana Perkumpulan Kelurga Berencana Indonesia (PKBI) John Rahail di Jayapura mengungkapkan dari hasil survei PKBI di lokalisasi Tanjung Elmo mendapatkan bahwa telah terjadi penurunan minat untuk penggunaan ATM Kondom.
Sumber : (odeodata h julia) Sinar Harapan, Jayapura


Ada 2 tanggapan untuk artikel “Stok Obat HIV/AIDS di RSUD Jayapura Habis”

  1. Tanggapan gunadi:

    Saya mau informasikan, bahwa ada asupan nutrisi/gizi yang bisa membantu para penderita Aids/HIV, yatu susu Colostrum dengan kandungan Colostrum yang tinggi, yg memiliki kandungan Immunoglubolin cukup tinggi juga dan baik bagi para penderita, bahkan para ahli/Dr yang menangani HIV telah menganjurkan untuk mengkonsumsi susu ini bagi mereka yang menderita Aids ( segera Arikelnya saya kirim ), harapan saya mudah2an informasi ini bisa membantu sdr2 kita yng menderita AIDS / HIV, untuk informasi selanjutnya silahkan hub email saya
    Terima kasih

  2. Tanggapan adi kurniawan:

    apabila menghendaki untuk mencoba mengkonsumsi susu COLUSTRUM, dapat mencoba salah satu produknya adalah susu NACO | untuk detail informasinya dapat dilihat di www.smartnaco.co.id

    apabila ANDA berada di PAPUA, dapat menghubungi alamat : Jl. Raya Kelapa Dua Entrop samping Master Variasi - Jayapura Telp. (0967) 541508 | ID 3354506 an. Chr. Adi Kurniawan HP. 0812 2923 234

    semoga bisa membantu

Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.