Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Kamis
30
Nov '06

Gawat, HIV/AIDS Sudah Tembus 2770


Meski berbagai upaya telah dilakukan, namun upaya penanggulangan HIV/AIDS belum sepenuhnya mampu menekan laju pertambahan angka kasus HIV/AIDS di Papua. Hal itu diakui Ketua KPAD Provinsi Papua drh Constant Karma dalam keterangan persnya kepada wartawan di Sekretariat KPAD Provinsi Papua, kemarin.

Data Dinas Kesehatan Provinsi Papua, hingga 30 September lalu, jumlah kasus HIV/AIDS di Papua telah menembus angka 2770 kasus. Dari jumlah tersebut tercatat sekitar 1651 dinyatakan positif HIV dan 1119 positif AIDS, sementara 318 orang telah meninggal dunia. Ironisnya lagi, dari jumlah 2770 tersebut yang terbanyak adalah kelompok usia 20 tahun - 29 tahun yang mencapai 1195 kasus bahkan juga ada kelompok usia 15 - 19 tahun yang kasusnya sudah mencapai 226 kasus.

Kita tentu sangat prihatin dengan kenyataan ini, karena dengan besarnya kasus HIV/AIDS pada usia sangat muda ini akan mempengaruhi masa depan generasi muda daerah ini, akunya bernada prihatin ketika menjawab Cenderawsih Pos.

Kata Karma, sekarang ini ada sejumlah pelajar maupun mahasiswa yang sudah terinfeksi HIV/AIDS. Karena kemungkinan mereka berhubungan seks dengan orang yang sudah terinfeksi HIV/AIDS. Ada seks tidak langsung yang dilakukan oleh kalangan tertentu, karena adanya perubahan perilaku seks di daerah ini, ujarnya.

Menurut Karma yang didampingi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua dr Tigor Silaban, perubahan perilaku seks ini telah menyebabkan tingginya kasus HIV/AIDS pada usia muda itu. Disebutkan bahwa ada seks yang dilakukan di luar jalur resmi. Jadi ada kesan karena orang takut dengan adanya bahaya HIV/AIDS ini, maka sebagian orang tidak lagi mendatangi jalur resmi (Tanjung Elmo red), tetapi mengejar gadis-gadis yang bersih di luar, mereka merayu dengan segala cara, sehingga gadis-gadis yang masih bersih itu terpengaruh, jelasnya.

Disebutkan juga ada tempat-tempat tertentu di Kota Jayapura yang menjadi tempat melakukan transaksi dan hubungan seks. Misalkan oleh Karma, di sekitar Expo Waena, di depan sekitar Kantor BKKBN dan sejumlah tempat strategis lainnya. Hal ini tentu sangat membahayakan, sebab yang demikian sangat sulit untuk dipantau dan dikoordinir karena ini juga menyulitkan upaya penanggulangan HIV/AIDS.

Kalau yang terdeteksi saja jumlahnya sudah demikian, maka bagaimana yang belum sempat dideteksi, mengingat pertumbuhan kasus HIV/AIDS seperti teori gunung es, puncaknya saja yang kelihatan tetapi dibawah sesungguhnya lebihi besar lagi.

Kenyataan mengerikan ini tentunya diharapkan menjadi motivasi bagi semua pihak dalam membantu upaya KPA untuk menanggulangi kasus HIV/AIDS di Papua. Saya mengajak kita semua untuk waspada bahwa HIV/AIDS ada di dekat kita, katanya.

Karma mengajak agar setiap individu harus merubah perilaku dengan menjauhi hubungan badan diluar nikah (puasa seks), kalau terpaksa melakukank seks dengan orang lain diharuskan menggunakan kondom, menjauhi Narkoba dan menghindari pemakaian alat medis yang tidak steril. Yang paling penting, ketika kita sudah tidak mampu lagi, mari kita kembalikan pada Tuhan dan mari kita lakukan pertobatan karena hanya dengan begitu kita bisa menjaga diri kita, katanya.

Data yang ada, kalau sebelumnya kabupaten Merauke menduduki posisi tertinggi terbanyak kasus HIV/AIDS-nya, maka sekarang berubah, kabupaten Mimika menduduki urutan pertama yang terbanyak kasus mematikan ini. Tercatat dari 2770 kasus sekitar 1019 kasus terdapat di Mimika. Nomor dua ada Merauke dengan 834 kasus disusul Kota Jayapura sebanyak 236 kasus.

dr Tigor menambahkan bahwa dalam rangka memperingati Hari AIDS/HIV se-Dunia pada 1 Desember besok, KPAD bersama Dinas kesehatan melakukan berbagai kegiatan diantaranya adalah pencanangan pola baru system pelayanan kesehatan di Puskesmas, khutbah lithurgi HIV/AIDS, sosialisasi dan sebagainya.

Sumber : (ta) Cendrawasih Post via Kesbang Papua


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Mutasi di Lingkungan Pemkot Surabaya
Artikel selanjutnya :
   » » Pertina Jambi Coret Tiga Petinju Pelatda