Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Rabu
29
Nov '06

65 Persen Penderita HIV Adalah Orang Asli Papua


Sungguh memprihatinkan memang, perkembangan penyakit yang tidak ada obatnya ini, di Papua. Data kasus HIV/AIDS per September 2006, sebanyak 2.770 kasus, 1651 kasus HIV dan 1119 kasus AIDS. Diperkirakan, sebesar 1 persen angka kejadian penularan HIV pada penduduk dewasa usia 15-45 tahun, di wilayah Papua. Sekitar 11 ribu orang yang tertular HIV (ODHA).

”Enam puluh lima persen ODHA yang ada di wilayah Papua adalah penduduk asli Papua. Sejak tahun 2001 telah terjadi perubahan jalannya epidemi HIV/AIDS di Papua yaitu dari populasi risiko tinggi ke Masyarakat Umum (MU) termasuk Ibu Rumah-tangga dan bayinya. Pencegahan perlu dilakukan pada masyarakat umum dengan melibatkan semua pihak, baik masyarakat, tokoh masyarakat, tokoh agama dan adat, selain pemerintah,” demikian dijelaskan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dr. Tigor Silaban, mewakili Gubernur Papua, pada acara pencanangan layanan VCT di Puskesmas Kloofkamp, Selasa (28/11).

Ia menjelaskan, di Indonesia epidemi HIV/AIDS sudah berlangsung selama 17 tahun dan diperkirakan masih akan terus berlanjut karena banyaknya faktor penyebab penularan yang belum secara efektif tersentuh program penanggulangan, walaupun upaya-upaya untuk itu semakin gencar dilakukan dari waktu ke waktu.
Secara umum, katanya, telah diketahui bahwa penularan virus HIV ini adalah melalui hubungan seks yang beresiko dan tidak terlindungi, penggunaan jarum suntik secara bersamaan pada pengguna narkotik, psikotropika dan zat akditif – Napza, serta dari ibu yang terkena infeksi kepada bayinya.

Prevalensi kasus HIV/AIDS di Papua terus meningkat sehingga memerlukan strategi khusus dalam mengembangkan program HIV di Puskesmas yang akan dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Propinsi Papua. Berdasarkan situasi epidemik, katanya, Dinas Kesehatan Propinsi berinisiatif mengembangkan sistem yang melibatkan Dinas Kesehatan Provinsi/Kabupaten/Kota, Rumah Sakit Provinsi/Kabupaten, Rumah Sakit lainnya di wilayah tersebut (RS pemerintah, RS swasta, RS TNI/Polri), dan puskesmas, sehingga masing-masing lini layanan dapat mempersiapkan diri dan melakukan response yang lebih baik dalam menghadapi tantangan epidemi tersebut sesuai dengan tupoksi masing-masing.

”Pendekatan ini bukan berarti proyek penanggulangan HIV/AIDS di puskesmas, melainkan meningkatkan fungsi Puskesmas sebagai unit pelayanan kesehatan terdepan,” ujarnya. Karena itu, ia berharap, setiap staf di Puskesmas perlu memahami informasi dasar tentang IMS dan HIV/AIDS baik sebagai anggota masyarakat maupun sebagai komponen jajaran kesehatan, dan juga melihat bagaimana program kerja Puskesmas yang menjadi tanggung jawabnya untuk dapat memberikan kontribusi yang nyata dan berkesinambungan dalam menanggapi epidemi ini.

Dengan demikian, peran puskesmas meliputi aspek sosial maupun medis dan fungsi pada sistem kesehatan secara menyeluruh dapat terlaksana. Selain meningkatkan pengetahuan dan keterampilan semua staf Puskesmas, juga akan dikembangkan suatu tim kecil di Puskesmas yang akan lebih fokus pada konseling, diagnosis, perawatan, dukungan dan pengobatan HIV/AIDS. Dengan penguatan puskesmas yang baik tentang pelayanan dengan berorientasi pada penanggulangan HIV/AIDS, maka kasus –kasus HIV/AIDS dapat diditeksi lebih dini dan ditangani lebih profesional.

Program ini sangat penting dilaksanakan di kabupaten/kota dan pentingnya rasa memiliki program ini mempunyai peranan penting dalam pengembangan dan evaluasi program tersebut. Inisiatif baru dan perhatian jangka panjang yang diberikan dalam penyesuaian yang lebih luas akan sangat penting untuk mendapatkan dokumentasi dari proses dan hasil-hasil yang baik.

Sumber : Papua Pos, Jayapura 


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Aksi Perampokan Tambak Kembali Marak di Langkat
Artikel selanjutnya :
   » » Mutasi di Lingkungan Pemkot Surabaya