Pengguna jasa penyeberangan Ujung-Kamal kembali disuguhi antrean panjang di pelabuhan. Pasalnya, sekitar pukul 13.00, Dermaga III mengalami kerusakan. Akibatnya, di akhir pekan ini terjadi antrean panjang kendaraan roda empat di pelabuhan Kamal.
Hingga pukul 15.00, kemarin, antrean kendaraan yang hendak menyeberang ke Surabaya terus memanjang. Ujung antrean hingga keluar area pelabuhan Barat, Kamal.
“Saat ini antreannya sudah sampai sisi masjid (Kamal). Nanti malam, antreannya pasti tambah panjang. Biasanya, akhir pekan seperti ini banyak kendaraan roda empat yang menyeberang ke Surabaya,” kata petugas Polsek Kamal, Aiptu Silaban, ketika dikonfirmasi koran ini, pukul 15.00.
Karena kondisi itu, kapal yang beroperasi di Dermaga III melakukan bongkar muat di 2 tempat. “Pejalan kaki masih bisa bongkar di Dermaga III. Tapi kendaraan harus bongkar di dermaga plengsengan,” kata anggota polsek yang biasa bertugas di pelabuhan ini.
Sore ini, dermaga plengsengan bakal difungsikan. Sebab, jumlah kapal yang beroperasi masih tetap 12 unit. Menurut Silaban, pengoperasian dermaga plengsengan dilakukan agar antrean kendaraan tidak semakin panjang.
Untuk dermaga barat, hanya beroperasi Dermaga I. Kendaraan yang bisa masuk hanya kendaraan di bawah bobot 10 ton. Karena kondisi itu, Silaban mengimbau truk berbobot diatas 10 ton untuk sementara tidak menyeberang.
“Untuk truk pengangkut tembakau dengan bobot besar, lebih baik istirahat dulu. Kalu memaksa, kemungkinan mereka harus antre lama di pelabuhan,” tukasnya.
Sementara itu, Manajer Operasi PT ASDP Cabang Surabaya Wildan Jazuli tidak bisa dikonfirmasi, handphone (HP)-nya tidak diangkat. Mengenai perbaikan, hingga sore hari, petugas teknis masih memeriksa kerusakan yang terjadi di dermaga III.
Diperkirakan, perbaikan butuh waktu 3-4 hari. “Kerusakan seperti ini pernah terjadi sebelumnya. Perbaikannya butuh waktu 3 hari. Mungkin kerusakan yang terjadi sekerang ini juga butuh waktu antara 3 dampai 4 hari,” ujar Silaban.
Sumber : (tra) Jawa Pos, Kamal
[SB] Tags : Jawa Pos, NN SilabanArtikel sebelumnya :
» » Kalangan DPRD Dairi Kecewa “Berat” Atas Pemadaman Listrik
Artikel selanjutnya :
» » Budaya Lokal Vs Budaya Global : Sanggupkah ?


Silahkan memberikan tanggapan !