Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Sabtu
25
Nov '06

Kalangan DPRD Dairi Kecewa “Berat” Atas Pemadaman Listrik


Kalangan DPRD Dairi kecewa “berat” atas pemadaman listrik yang tidak menentu di Dairi dan
berharap PLN dapat mengeleminir pemadaman listrik di daerah itu sekecil mungkin, minimal listrik yang dihasilkan melalui PLTA Renun diprioritaskan untuk kepentingan masyarakat Dairi.
Hal itu diungkapkan Ketua DPRD Dairi Leonard S Samosir BA melalui telepon, Rabu (22/11) menanggapi semakin meresahkannya pemadaman listrik di Kabupaten Dairi.

Menurutnya masyarakat Dairi berharap, listrik yang dihasilkan oleh PLTA Renun minimal dapat mengatasi pemadaman di Kabupaten Dairi, sehingga operasional pembangkit listrik di daerah itu benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Dairi. “Banyak masyarakat yang menyampaikan kekecewaannya atas pemadaman listrik di Dairi yang tidak menentu waktunya padahal daerah ini (Dairi-red) melalui PLTA Renun mensuplai 82 MW listrik setiap hari untuk Sumatera Utara,” kata Samosir.

Kekecewaan masyarakat ini dinilainya wajar, karena Dairi sebagai salah satu daerah pensuplai listrik di Sumatera Utara. Namun mengalami pemadaman listrik, dalam sehari bisa berjam-jam.
Kritikan lebih tajam disampaikan anggota DPRD Dairi Tommy Tambunan SH.SpN yang menyatakan operasional PLTA Renun di Dairi lebih baik dihentikan saja bila hanya untuk mengatasi pemadaman listrik di Dairi PLN tidak mampu.

“Listrik yang dihasilkan PLTA Renun saya yakini cukup untuk memenuhi kebutuhan Dairi sehingga tidak terjadi lagi pemadaman. Bila memang tidak bisa, hentikan saja operasional PLTA Renun bila pemadaman listrik di Dairi saja tidak mampu diatasi PLN,” tegasnya.
Pemadaman listrik yang tidak menentu waktunya di Kabupaten Dairi juga menimbulkan protes dari kalangan ibu rumah tangga di Kota Sidikalang yang mengaku peralatan listriknya mengalami kerusakan.
Rina Silaban warga Jalan SM Raja Sidikalang mengaku sejak seringnya pemadaman listrik kulkasnya menjadi rusak, dan telah beberapa kali diperbaiki.

Sumber : (B1/q) Harian SIB, Sidikkalang


Baru ada 1 tanggapan untuk artikel “Kalangan DPRD Dairi Kecewa “Berat” Atas Pemadaman Listrik”

  1. Tanggapan harmon Pandiangan:

    Saya perantau asal dairi merasa prihatin tentang pemadaman listrik yang tidak beraturan disekitar Kecamatan Laeparira.memang luar biasa pemadaman listrik didairi, ini perlu ditindak tegas setiap hari sepertinya sudah menjadi kebiasaan (songon namangallang ubat do parmate ni listrik dison) inilah ucapan masyarakat didaerah saya sewaktu saya pulang kampung.PLTA Lae Renun berada di DAIRI mensuplai 82MW saya rasa untuk penduduk Dairi ini sudah terbilang cukup bahkan lebih tetapi kenapa diDairi selalu kekurangan,ini perlu dipertanyakan oleh pihak Pemda dan JUga merupakan tugas penting oleh DPRD Dairi.Kalau PLTA Lae Renun tidak dapat melayani Dairi lebih baik ditutup aja,apa manfaatnya Jika Dairi aja tidak mampu dilayani.Harapan kami sebagai anak perantau sewaktu PLTA Lae Renun dibangun merupakan hal yang positif untuk mensuplay dairi ternyata sebaliknya.Halo ..! para dewan jangan hanya ngomong masalah listrik dipadamkan tetapi buktikan kepada masyarakat bahwa anda2lah yang mendengarkan aspirasi rakyat DAiri.

Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.