Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Sabtu
18
Nov '06

Ditampar dan Disiram di Bandara Penang, Meyrani Protes Oknum Imigrasi Malaysia

Selamat atas dilantiknya Syamsul Arifin Sebagai Gubernur SUMUT 2008-2013

Siti Meyrani Chaniago (24) merasa kecewa dan tidak terima atas perlakuan kasar yang dilakukan oknum petugas Imigrasi Malaysia. Pasalnya, wanita penduduk Tanjung Morawa yang ingin  berobat itu ditolak masuk karena masalah uang tunjuk dan bahkan ditampar dan disiram air oleh petugas di Bandara Bayan Lepas Penang, Jumat (17/11). Tidak terima atas perlakuan itu, Meyrani didampingi keluarganya langsung melaporkannya ke Pos Polisi Bandara Polonia dan selanjutnya akan membuat pengaduan resmi ke Poldasu dan protes ke Konjen Malaysia di Medan.

Didampingi kedua orangtua dan pamannya Bangun Silaban, SE yang juga Ketua DPRD Humbang Hasundutan, Meyrani kepada wartawan di Bandara Polonia menuturkan, dirinya berangkat ke Penang dengan pesawat Adam Air  KI-880 pukul 07.30 WIB dengan maksud berobat karena sudah lama menderita penyakit di bagian kepala. Menurutnya, untuk urusan perobatan ke rumah sakit, sudah disiapkan oleh abangnya yang tinggal di Malaysia.

Saat melakukan pemeriksaan paspor di Bandara Bayan Lepas Penang, petugas Imigrasi menanyakan uang tunjuk kepada Meyrani. Namun Meyrani hanya membawa uang tunai Rp 500 ribu dan tabungan. Oknum Imigrasi Malaysia itu tak mengijinkannya masuk dan langsung menarik tangannya untuk dipulangkan kembali ke Indonesia.

Meski minta tolong untuk menghubungi dulu keluarga yang sudah menjemputnya di luar Bandara, petugas Imigrasi itu tetap tidak peduli meskipun ia menjelaskan keperluannya untuk berobat, bukan mencari kerja.
Karena kepalanya tiba-tiba pusing akibat penyakitnya, Meyrani sempat jatuh pingsan di terminal kedatangan Bandara Penang itu. Begitupun, petugas Imigrasi malah menyiramnya dengan air dan saat tersadar, oknum petugas itu menampar wajahnya berkali-kali seraya marah-marah seolah-olah menganggap Meyrani pura-pura pingsan. “Saya disiram dan ditampar berkali-kali saat terbaring di lantai dan  ditontoni petugas-petugas di sana pula,” ujarnya.

Meyrani langsung dipulangkan dengan pesawat sama dan paspornya no B997995 baru diserahkan kepadanya oleh kru penerbangan saat mendarat di Bandara Polonia.
Ketua DPRD Humbang Hasundutan Bangun Silaban yang turut menjemput bersama kedua orangtuanya berencana melayangkan protes ke Konsulat Jenderal Malaysia di Medan agar pemerintah Malaysia menindak oknum petugas itu. Tapi mereka akan membuat pengaduan resmi dulu ke Poldasu. “Kalau ditolak silahkan saja, tapi dia disiram air dan ditampar pula, ini sudah melecehkan harga diri. Padahal dia membawa surat pemeriksaan penyakitnya dari dokter di Medan,” tegas Silaban.

Sumber : (B3/d) Harian SIB, Medan

[SB] Tags : , ,





Ada 3 tanggapan untuk artikel “Ditampar dan Disiram di Bandara Penang, Meyrani Protes Oknum Imigrasi Malaysia”

  1. Tanggapan Charly Silaban:

    Bah asi ni roha i… Naboha nama…
    Lagian ito ini pun pergi ke luar nagari masak cuma bawa duit 500ribu.. jelas mereka curiga..
    Kalau ngga bawa cash.. bawalah kartu kredit..

    Tapi memang keterlaluan sitapuleong itu satu2 kalo sudah main tampar.. Ribakkon ma i.. !!

  2. Tanggapan gunawan:

    mau tanya neh, orang minang kok pamannya marga silaban ya, mau tahu nih asal usulnya gimana

  3. Tanggapan Togar:

    Ya bisa saja dia berenya Silaban toh. Mungkin tubu ni boru Silaban do itoan on.

    Alai molo pingsan jolma, biasanya ditampar pelan-pelan supaya sadar, atau mungkin disiram air supaya lebih cepat sadar. Siapa tau itu yang dilakukan oleh petugas imigrasi Malaysia itu. Jadi mungkin, ini sekali lagi mungkin, bukan ditampar dengan maksud untuk melukai atau mencederai, tapi supaya sadar dari pingsannya.

    Gitu kali, ya si ito itulah yang paling bisa menjawabnya.

Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.