Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Selasa
14
Nov '06

Gerakan ‘Arus Bawah’ Pendukung Propinsi Tapanuli di Dairi Mulai Mengalir


Politisi tidak pernah percaya akan ucapan mereka sendiri, karena itulah mereka sangat terkejut bila rakyat mempercayainya

Gerakan masyarakat ‘arus bawah’ di daerah Kabupaten Dairi untuk mendukung perjuangan dan pembentukan Propinsi Tapanuli tampak terus bergulir dengan bertambahnya volume dukungan berupa pernyataan sikap dan penyampaian aspirasi resmi kepada pihak formal di badan legislatif (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah–DPRD) Kabupaten Dairi. Bahkan, aspirasi masyarakat ini sempat mengundang semacam ‘pujian’ dri pihak legislatif setempat karena menilai mekanisme yang dilakukan sudah ‘sangat tepat’.

Senin (13/11) siang, 46 warga yang mewakili masyarakat Desa Sosor Lontung Kecamatan Siempat Nempu Induk, Dairi, mendatangi kantor DPRD Dairi untuk menyampaikan langsung aspirasi dukungan pembentukan Propinsi Tapanuli, dalam bentuk pernyataan sikap yang singkat dan ditandatangani ke-46 delegasi tersebut. Mereka diterima langsung Wakil Ketua DPRD Dairi Yahya Sianturi yang juga anggota Fraksi Partai Damai Sejahtera (FPDS), Ketua Komisi A Ardin Ujung (Fraksi Golkar dari Partai Bintang Reformasi–PBR), Wakil Ketua Komisi A Parlindungan Silaban SSos (Fraksi Golkar), dan anggota dewan dari Fraksi Golkar Flora Br Tambunan.

Ketua DPRD Dairi Leonard Samosir menyatakan, pihaknya di dewan telah menerima dan menampung aspirasi masyarakat Desa Sosor Lontung tersebut, untuk selanjutnya akan diproses sesuai mekanisme yang berlaku. Hal senada juga dicetuska Wakil Ketua DPRD Yosua Sianturi seusai pertemuan dengan delegasi, bahwa aspirasi dukungan Propinsi Tapanuli yang telah disampaikan resmi ke tingkat Komisi itu akan diteruskan ke tingkat Dewan.

“Mekanisme penyampaian aspirasi seperti yang dilakukan pihak delegasi masyarakat Sosor Lontung (untuk menyatakan dukungan pembentukan Propinsi Tapanuli) itu, sudah sangat tepat, itu bagus. Soal proses lanjutnya, kita tunggu saja. Biar lambat, tapi pasti,” ujar Leonard Samosir kepada SIB di ruang kerjanya, disaksikan beberapa rekannya sesama anggota DPRD Dairi, antara lain Parlindungan Silaban dan Yosua Sianturi.

Mereka mengutarakan hal itu ketika diwawancarai singkat tentang aspirasi masyarakat Dairi, khususnya dari beberapa desa yang telah menyampaikan secara resmi dukungannya untuk pembentukan Propinsi Tapanuli, khususnya aspirasi masyarakat Desa Sosor Lontung pada Senin siang kemarin. Pada surat pernyataan yang disampaikan dengan 46 tanda tangan delegasi itu, secara ringkas berisikan dukungan sepenuhnya pembentukan Propinsi Tapanuli, dan dukungan tersebut dilakukan dengan sadar dan tulus tanpa pengaruh atau paksaan pihak manapun.

Ke-46 delegasi yang membutuhkan tanda tangan itu adalah: Kamman Simanullang (ketua tim), Humat Sihombing SH, Desron Sihombing, Parada Simanullang, Santo Sihombing, Berton Sinaga, Berman Manurung, Waldemar Sianturi, Eddy Aritonang, Amer Simanullang, Maraden Sinambela, Mawar Sinambela, Posdam Purba, Humala Sihombing, Hirsa Sihombing, Makler Silaban, Binahar Sitinjak, M Rajagukguk, Muara Simamora, Gindo Marbun, Ramses Hutasoit, Ulak Manik, Dimpos Sinambela, Darwin Sihombing, Bangun Sinambela, Tionna Br Hombing, Mangontang Silaban, Lukman Rajagukguk, Arlena Br Silaban, St A Marbun, Herbet Sihombing, Manda Nababan, Esron Sinambela, Palmer Sinambela, Asni Br Nababan, R Purba, Gokkas Sihombing, Sabungan Sinambela, Brussel Sihombing, Moris Sihombing, Rengsi Br Sibarani, Rusmin Lumbangaol dan Binsar Sihombing.

Sebelumnya, dukungan ‘arus bawah’ terhadap pembentukan Provinsi Tapanuli di daerah Dairi juga telah dilakukan masyarakat Desa Belang Malum atau Bandar Selamat Kecamatan Sidikalang, melalui 436 orang delegasi yang mewakili desa itu. Sejumlah warga kota Sidikalang yang ditemui SIB di beberapa tempat menyatakan ada sinyalemen gerakan lanjut dari masyarakat desa lainnya yang akan menyusul delegasi masyarakat Belang Malum dan Sosor Lontung itu.

Sumber : (A14/u) Harian SIB, Sidikalang

[SB] Tags : , , , , ,



Ada 2 tanggapan untuk artikel “Gerakan ‘Arus Bawah’ Pendukung Propinsi Tapanuli di Dairi Mulai Mengalir”

  1. Tanggapan emon:

    saya melihat sampai sekarang pembentukan propinsi tapanuli belumlah sesuatu yang berdampak ril pada masyarakat. kenapa kita harus membentuk provinsi, mengapa kita tidak memperjuangkan kesejatraan rakyat. semuanya naik, semuanya tidak trkendali. orang yang mengatakan dirinya peduli dan ingin berjuang demi kesejatraan tolong perjuangkan tingginya hara minyak dimasyarakat jauh dari HET yang ditetapakan pemda

  2. Tanggapan Djasa JM. Gurning:

    Era Suharto, kawasan Danau Toba dikeliling 4 Kabupaten, yakni : Dairi, Karo, Simalungun dan Tapanuli Utara 1 Kota (P.Siantar). Tanpa pemekaran kabupaten baru, sudah lebih dari cukup untuk membentuk “Propinsi Danau Toba”, bandingkan dengan : Propinsi baru lainnya yang hanya 1 kabupaten dan 1 Kota, seperti : Gorontalo; Maluku Utara, Bangka-Belitung, Sulawesi Barat, Papua Barat, dsb. Cukup dengan 2 Dati II sudah menjadi propinsi baru. Saat ini tidak kurang dari 7 Dati II menempati Kawasan Danau Toba yang begitu luas dengan seabrek potensi dan pesona, koq tidak direkomendir menjadi PROPINSI BARU ???? Propinsi Sumatera Utara yang dikendalikan dari Medan selama ini ternyata menjadikan Danau Toba “terlantar” dan tertinggal MAKA sudah sepantasnya diperjuangkan berdiri sendiri jadi Propinsi Danau Toba dimana Tapanuli termasuk di dalamnya. Pada era krisis energi (kususnya energi listrik) saat ini, Danau Toba adalah sumberdaya energi listrik alternatif yg terbesar, baik potensi PLTA maupun PLTG, terutama energi panas bumi yang terkandung di kawasan Danau Toba adalah terbesar di dunia, karena Danau Toba adalah kaldera G.Api Toba purba dan merupakan kaldera G.Api terbesar di dunia. Fenomena ini adalah data ilmiah yang selama ini sengaja atau tidak memang tidak dipublikasikan, maka sudah saatnya masyarakat kawasan Danau Toba untuk mengelaborasi kekayaan Danau Toba bagi kesejahteraan masyarakat di masa depan. Mari kita samakan persepsi agar wacana pembentukan ProTap mempertimbangkan juga eksistensi Danau Toba tetap utuh sebagai “satu pengembangan wilayah dan tata ruang”, tidak terpecah belah menjadi 2 atau 3 propinsi. Sejuta pesona Danau Toba tidak akan cukup dituliskan di sini, maka mari kita dukung “REVITALISASI, REFUNGSIONALISASI, dan REAKTUALISAI” Danau Toba sebagai konsepsi alternatif bagi upaya pemekaran Propinsi Sumut sebagai salah satu upaya percepatan pembangunan menyongsong masa depan yang penuh harapan. Jaya lah Danau Toba, Jaya lah Suku Bangsa Batak, HORASS……

Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.