Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Kamis
9
Nov '06

DPD Minta Pekerja Sektor Industri Ikut Forum Bipartit


Para pekerja sektor industri dianjurkan mengikuti forum bipartit dalam rangka menuntut peningkatan kesejahteraan, ketimbang melakukan aksi unjuk rasa dan mogok kerja yang dianggap momok bagi para investor. Upaya yang dilakukan selama ini, dinilai justru bisa mengganggu iklim investasi dan pertumbuhan sektor industri.

“Saya mendengar akan ada rencana bipartit. Kalau bisa ikut saja, duduk sama rendah, berdiri sama tinggi,” kata Ketua DPD Ginanjar Kartasasmita, saat menerima perwakilan organisasi buruh di Jakarta, Kamis (9/11).

Forum bipartit ini, bisa meningkatkan hubungan antara buruh dan pengusaha terjalin baik. Dampaknya hubungan indutrial yang baik terbangun, investasi menjadi bergairah dan nasib pekerja diperhatikan. Dalam forum bipartit ini, pemimpin serikat buruh dan assosiasi pengusaha bisa berunding untuk mencapai titik temu. Sehingga semua pihak merasa diuntungkan tidak ada yang dirugikan.

“Forum bipartit ini merupakan kesempatan bagi buruh untuk melakukan koreksi atas berbagai masalah mulai iklim investasi, industri, hingga ketenagakerjaan,” tandasnya.

Organisasi buruh yang datang ke DPD untuk menyalurkan aspirasinya, adalah dipimpin Ketua Umum SPSI Sjukur Sarto, Ketua Umum (SBSI) Rekson Silaban, Ketua Presidium Forum SP BUMN Bersatu Arief Poyuono, Serikat Pekerja Percetakan Media dan Informasi Ali Akbar dan Ketua SP Tekstil dan Kulit Indra Munaswar.

Sedangkan dari DPD selain Ginanjar, tampak hadir Wakil Ketua DPD Irman Gusman, Wakil Ketua PAH I Muspani, Ketua Forum Sumatera Yoppie Sangkot Batubara.; Ketua Panitia Ad Hoc I DPD, Muspani; Wakil Ketua PAH II DPD, serta para anggota DPD lainnya.

Forum bipartit bertujuan menyusun poin-poin skala prioritas perbaikan iklim investasi dan industri. Forum bipartit akan membahas hasil kajian akademis Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan yang dilakukan lima universitas yang ditugaskan pemerintah. Draf usulan forum bipartit akan dibahas forum tripartit bersama pemerintah paling lambat dua bulan mendatang.

Sjukur Sarto dari SPSI menilai, rendahnya minat investasi di Indonesia bukan semata-mata disebabkan oleh faktor buruh. Lebih banyak disebabkan oleh persoalan perpajakan, bea cukai, pungli,birokrasi, infrastruktur tidak memadai, penyelundupan, korupsi dan sistem ketenagakerjaan yang tidak sejalan dengan Otda.

Faktor tersebut yang selama ini dianggap telah menyebabkan biaya ekonomi tinggi dan berakibat iklim investasi menjadi kurang bergairah.

“Saya kira buruh dan pengusaha memiliki kepentingan bersama untuk menciptakan iklim investasi, industri, dan ketenagakerjaan yang lebih baik,” kata Sjukur.

Selain itu juga pemerintahan SBY-JK cenderung lebih memenuhi tuntutan pengusaha yang disuarakan Apindo dalam merevisi UU 13/2003 tentang Ketenagakerjaan. Antara lain masalah pemutusan hubungan kerja (PHK), pengurangan jumlah pesangon, upah minimum secara bipartit (buruh dan pengusaha), mogok yang bukan sebagai hak dasar buruh, outsourcing dan rekrutmen pekerja paruh waktu sesuai kebutuhan, serta jam kerja lembur yang maksimal 28 jam sepekan.

Di depan para buruh, Ginandjar mengungkapkan Sidang Paripurna DPD pada Rabu (3/5) lalu telah mengeluarkan pernyataan sikap menolak revisi UU 13/2003, bersamaan dengan adanya aksi unjuk rasa buruh di depan Kompleks Parlemen beberapa hari lalu.

Ginanjar kemudian meminta Muspani untuk membacarakan pernyataan sikap DPD yang diteken Pimpinan DPD. Berbunyi, setelah mencermati perkembangan tuntutan buruh, dengan ini DPD mendukung usulan buruh untuk membatalkan rencana revisi UU Ketenagakerjaan, karena tidak berpihak kepada kepentingan buruh. Lalu, meminta Pemerintah untuk menghilangkan biaya tinggi yang dibebankan kepada pengusaha dalam rangka mendukung investasi, karena berimbas kepada buruh.

Sumber : (Surya Irawan) Batam Today, Jakarta 


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.