Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Rabu
1
Nov '06

DPC AKLI Taput/Tobasa/Humbahas Minta Pelelangan Proyek Jaringan Listerik RSU Doloksanggul Dibatalkan


Proses pelelangan proyek rehabilitasi jaringan listrik Rumah Sakit Umum (RSU) Doloksanggul Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) Tahun Anggaran (TA) 2006 Rp 150 juta diminta dibatalkan karena pihak panitia memenangkan perusahaan BT Hinsa dengan penawaran tertinggi. Sementara perusahaan dengan penawaran terendah dan menengah dikalahkan, sehingga dinilai sangat bertentangan dengan Keppres 80 tahun 2006.

Menyikapinya masalah tersebut, DPC Asosiasi Kontraktor Listrik dan Mekanikal Indonesia (AKLI) Kabupaten Taput, Toba Samosir dan Humbahas secara resmi membuat surat protes dan sanggahan pelelangan yang ditujukan kepada panitia lelang RSU Doloksanggul yang tembusannya disampaikan kepada Bupati Humbahas, Bawasda, Bappeda, DPRD, DPD AKLI Sumut dan Kejaksaan Negeri  Tarutung.

“Proses pelelangan proyek itu jelas menyalahi aturan yang berlaku. Panitianya mengarahkan ke suatu perusahaan dengan cara berkolusi. Kita sudah surati panitia supaya pelelangan yang dimenangkan BT Hinsa dibatalkan. Namun mereka tidak menggubrisnya. Ini merupakan suatu pelecehan terhadap asosiasi. Maka diminta supaya jaksa segera turun mengusutnya. Jika Kejari Tarutung tidak mengusutnya maka DPC AKLI akan mengadukannya ke instansi yang lebih tinggi,” ujar Sekretaris DPC AKLI Taput-Tobasa-Humbahas Frenky M Lumbantobing didampingi Poltak Silalahi SE (Wakil Ketua) kepada wartawan dalam temu persnya di Kantor Sekretariat DPC AKLI Jalan Balige Tarutung, Selasa (31/10).

Frenky Lumbantobing menyebut, diduga untuk mempermulus kolusi proses pelelangan di RSU Doloksanggul, pihak panitia sengaja tidak membuat peti penawaran supaya pemenangnya bisa dikondisikan. “Anehnya, sesuai pelelangan pelaksanaan tender fait dan  hasil parafikasi yang keluar sebagai pemenang adalah CV Dian Bornok (Dir. Frendy M Lumbantobing) dengan nilai tawaran Rp 132 juta. Tapi yang diumumkan sebagai pemenang yaitu BT Hinsa dengan nilai penawaran tertinggi Rp 148 juta dari besar flapon proyek Rp 150 juta. Itu jelas sudah sarat KKN,” tegas Lumbantobing.

Disebutkan, perusahaan yang mengikuti proses pelelangan ada enam perusahaan yakni BT Hinsa dengan tawaran Rp 148 juta, CV Humbang Jaya Rp 136 juta, Fa. Bangun Parulian Rp 140 juta, CV Dian Bornok Rp 132 juta, UD Venus Jaya Rp 130 juta dan CV Karya Maju Rp 145 juta. Dari nilai tawaran yang diajukan harusnya BT Hinsa bukan sebagai pemenang. Selain itu, jaminan penawaran sebagai pendukung yang fatal pada penawaran tidak sesuai dengan yang ditawar. Maka semakin memperjelas perbuatan dugaan KKN yang dilakukan pihak panitia proyek rehabilitasi  jaringan listrik di RSU Doloksanggul, tandas Frenky M Lumbantobing.

“Ini harus diusut. Batalkan hasil pengumuman pemenangnya karena melanggar Keppres No 80 tahun 2006. Sebelumnya pun Fa. Bangun Parulian, CV Humbang Jaya dan CV Dian Bornok sudah membuat surat sanggahan pelelangan tertanggal 10 Oktober 2006. Tapi panitia tidak menggubrisnya. Apa memang semua proses pelelangan proyek di Kabupaten Humbahas tidak mengacuhkan Keppres 80 tahun 2006, ataukah pejabatnya tidak memahami peraturan tersebut. Bupati Humbahas Drs Maddin Sihombing MSi sudah perlu menindak stafnya yang mengkangkangi peraturan yang berlaku. Jangan melindungi stafnya yang berbuat kolusi,” ujar Lumbantobing.

Surat sanggahan pelelangan DPC AKLI Taput/Tobasa/Humbahas tertanggal 12 Oktober 2006 dengan Nomor 38/DPC AKLI/TTH/X/2006 yang ditandatangani Ketuanya Chirelus Sitorus dan Sekretaris Frenky M Lumbantobing menyebut, sesuai audensi asosiasi ini ke panitia RSU Doloksanggul tanggal 25 September 2006 panitia sudah mengakui kekurangan dalam pelaksanaan pelelangan dan keterlambatan penyerahan dokumen.

Sementara Ketua Panitia Pelelangan proyek rehabilitasi jaringan listrik RSU Doloksanggul Hendrika Simamora BE dan Sekretaris Panitia Otto Silaban yang dikonfirmasi wartawan via telepon selulernya, mengakui bahwa sanggahan dari DPC AKLI menyangkut pelelangan ada disampaikan. Namun dia menyebut, sanggahan sudah terlambat. “Itu merupakan hak mereka membuat surat sanggahan,” ujarnya.

Sumber : (G4/q) Harian SIB, Tarutung


Baru ada 1 tanggapan untuk artikel “DPC AKLI Taput/Tobasa/Humbahas Minta Pelelangan Proyek Jaringan Listerik RSU Doloksanggul Dibatalkan”

  1. Tanggapan Franky Fransiskus Silaban:

    Boha namai…

Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.