Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Sabtu
28
Okt '06

Iwan: Mau Dibawa Ke KPK Silakan…


Dirut Jamsostek Digempur Kanan-Kiri

Menghadapi berbagai gempuran dari internal, Dirut PT Jamsostek (Persero) Iwan Pontjowinoto tetap tegar. Termasuk ancaman diadukan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dari sejumlah kalangan di Jamsostek.

“Soal gugatan hukum, kami persilakan, kami tak bisa larang. Mau bawa ke KPK silakan. Se­mua sudah berjalan sesuai keten­tuan Undang-Undang,” kata Iwan Pontjowinoto menanggapi lang­kah hukum yang bakal di­ambil seterunya.

Iwan merasa yakin pihaknya sudah melakukan berbagai lang­kah sesuai prosedur terkait de­ngan penyelesaian masalah di Jam­sostek. Termasuk soal pe­mu­tasian sejumlah pejabat di ling­ku­ngan Jamsostek.

“Mutasi itu tidak ada hubu­ngan­nya dengan mosi tidak per­caya kepada saya. Mutasi kan se­ba­gai tour of duty. Empat sudah di­a­dakan rotasi bulan Januari. Empat lagi pada Agustus. Tapi itu ter­tunda,” kata Iwan kepada Rak­yat Merdeka di Jakarta, baru-baru ini.

Atas mutasi itu, kata Iwan, sejumlah kalangan di Komisi IX DPR sempat mempertanyakan. Tapi, pihaknya bisa memberikan penjelasan dengan baik sehingga tidak menjadi bagian dari ke­sim­pulan rapat pada pertengahan Oktober lalu.

Menanggapi berbagai tudingan bahwa mutasi sejumlah pejabat Jamsostek itu bagian dari upaya pem­bersihan kelompok penen­tang, Iwan menepisnya. “Kalau ada kaitan, tentu semua yang tan­da tangan itu dikerjain. Buk­tinya mereka aman-aman saja,” tegasnya.

Kalaupun ada yang tak setuju mu­tasi, lanjut Iwan, bukan meru­pakan tradisi dalam perusahaan. Bila ada pejabat yang tidak mau datang saat dimutasi, lanjutnya, Iwan mengatakan alasan yang dikemukakan ke direksi sebagai masalah internal yang tak perlu dibawa keluar.

“Ya sulit. Dalam organisasi pe­ru­sahaan tidak ada istilah kar­ya­wan tidak setuju dengan mutasi yang diadakan direksi. Istilah itu tak dikenal. Tak ada istilah hak untuk menolak. Kalau tidak hadir dalam pelantikan, mungkin dia sakit,” ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, Kon­fe­derasi Seri­kat Buruh Se­lu­ruh Indonesia (K-SBSI) melaporkan Direk­tur Utama PT Jamsostek ke KPK. Mereka meminta KPK men­­do­rong Kejaksaan Agung un­tuk se­gera mengusut dugaan pe­nyim­pa­ngan di tubuh PT Jamsostek.

Dalam dokumen yang dise­rah­kan ke KPK, Ketua Umum K-SBSI Rekson Silaban menyam­paik­an empat hal yang disoroti K-SBSI. Yaitu, kebijakan direktur utama PT Jamsostek tahun 2005 yang menurunkan bunga jaminan hari tua (JHT) peserta jamsostek lebih rendah dari bunga deposito bank. Kedua, dugaan korupsi dalam proyek informasi dan teknologi (IT) atau pekerjaan pengadaan server dan pekerjaan sewa jari­ngan Jamsostek.

Ketiga, kebijakan Dirut Jam­sostek atas pembelian mobil baru, pembelian komputer, pemberian honorarium pembicara yang tidak lazim. Dan keempat, klarifikasi terhadap pernyataan Dirut PT Jamsostek Iwan P Pontjowinoto yang menyatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyetujui penundaan kegiatan investasi dan saham tahun 2005.

Sumber : Rakyat Merdeka


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Dari Berastagi ke Gundaling Hill
Artikel selanjutnya :
   » » Turis Kecewa Saat Saksikan Kulminasi Matahari Di Khatulistiwa