Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Sabtu
14
Okt '06

Ritual Tolak Bala Masyarakat Batak



Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

ritual tolak balatolbal5.jpgHoras…horas…horas….teriakan itu nyaring terdengar dari atas kapal KM Toba yang membawa kami ke tengah danau. Sebelumnya, kami ditaburi beras putih oleh Sedihma Boru Silalahi, seorang wanita yang dikenal sebagai juru kuncinya Danau Toba. Suara terompet tradisional bersahutan diiringi pukulan gong dan tiupan seruling. Bau dupa begitu terasa. Asap kemenyan mengepul hingga ke atas lambung kapal yang terus membawa kami ke tengah Danau Toba. Tepat di tengah danau lagi-lagi taburan beras putih mengiasi awan biru.

Sejumlah masyarakat tampak bersemangat menggotong sesajian yang telah dipersiapkan dalam kotak kayu empat persegi. Proses ritual yang berlangsung hati-hati tersebut dimulai dengan prosesi menghanyutkan sejumlah macam makanan, antara lain daun sirih, kepala kambing putih, telur ayam kampung, tembakau, pisang, semangka, dan beras putih ke tengah danau. Setelah proses melarungkan sesajian usai, seluruh masyarakat berkumpul untuk melakukan upacara tari-tarian di open stage, diiringi oleh irama gondang Batak dan tarian tor-tor.

Bius silima tali kemudian menyampaikan wujud doa persembahannya. Tortor pangurason dan tor-tor si tujuh cawan membius hadirin, dan dilanjutkan dengan tor-tor tunggal panaluan, mamatik borotan, dan manogu hoda sihapas pilih hu borotan. Seluruh warga diperkenankan mengelus kuda pilihan (mangapus hoda miahan) yang diawali dengan gondang mula-mula (gendang memulai), gondang somba (gendang penghormatan), dan diiringi gondang mangaliat (gendang berkeliling). Ritual mangapus hoda miahan merupakan nafas yang dipersembahkan melalui udara, darah melalui tanah, dan daging melalui tujuh jenis masakan. Maksudnya, udara sebagai ciptaan Tuhan yang Maha Kuasa harus kita hormati dan hargai sebagai pemberi nafas bagi manusia. Begitu juga tanah sebagai tempat kita tinggal dan hidup. Bentuk penghormatan dilakukan dengan membuat darah kuda ke dalam tanah yang memiliki arti penolak bala dan penyangga bumi nusantara dari kejaliman dan marah bahaya. Kemudian daging kuda putih dipersiapkan dalam tujuh jenis masakan, dan disampaikan sebagai wujud penghormatan kepada Tuhan yang Maha Kuasa, diakhiri dengan tor-tor bersama.

Itulah rangkaian acara dalam Ritual Tolak Bencana Danau Toba untuk Nusantara yang berlangsung pada hari Sabtu, 29 Juli lalu di kawasan Danau Toba, Parapat, Sumatera Utara. Upacara ritual tolak bala ini sengaja kembali dihidupkan setelah 2 abad terhenti, tepatnya sejak masuknya agama Kristen di tanah Batak. Menurut Prof. Morden Sitanggang, ahli metafisika dan supranatural sekaligus pendiri Yayasan Pusuk Buhit, bencana alam yang menimpa Indonesia merupakan akibat ulah manusia yang menyiksa alam dan tidak mengucap syukur atau berterima kasih kepada Tuhan sebagai pencipta alam semesta. Melalui ritual budaya inilah ucapan terimakasih tersebut dilakukan. Sejak jaman Sisingamangaraja ke-12, bencana yang terjadi saat ini telah diramalkan sebelumnya, karena termaktub dalam 12 pesan yang ditinggalkan raja tersebut.

Sedihma Boru Silalahi mengatakan ritual dilakukan agar penunggu Danau Toba tidak marah kepada masyarakat Batak yang ada di kawasan tersebut dan agar tidak terjadi bencana. Menurutnya, penunggu Danau Toba memiliki keinginan yang harus dipenuhi agar amarah bisa dihilangkan, yaitu bersatunya kembali seluruh masyarakat Batak.

Tips Perjalanan

Ritual Tolak Bala Danau Toba ini rencananya akan digelar rutin setahun sekali, tepatnya pada bulan Juli. Jadi tak perlu khawatir, tahun depan anda bisa menyaksikannya. Dari Medan, anda bisa menyewa mobil travel L 300 menuju Danau Toba selama lebih kurang empat jam. Atau bisa juga ngeteng, naik bus dari Medan ke terminal Ajibata dengan ongkos Rp 9.000 per orang lalu dilanjutkan dengan angkutan kecil, tarifnya Rp 2.000 per orang untuk tahun ini.

Sumber : TC Hasiolan Siahaan, WisataNet


Ada 10 tanggapan untuk artikel “Ritual Tolak Bala Masyarakat Batak”

  1. Tanggapan Franky Fransiskus Silaban:

    Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

    Horas,
    Silaban Brotherhood…
    Yah, Saya baru tahu sebegininya ritual adat batak…itung2 buat nambah informasi & wawasan buat saya…Bagi para pembaca yang nantinya pengen ikutan jangan lupa ajak2 saya…ya.

    Salam,
    Franky Fransiskus Silaban
    DB-18/BATAM

  2. Tanggapan gunawan silaban:

    Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

    Saya rasa upacara tolak bala seperti ini tak perlu dilaksanakan dan diikuti, aplagi katanya memberikan sesajen kepada penunggu danau toba supaya jangan marah…yang harus diingat bahwa akan ada nanti malapetaka jika acara ini terus berlangsung…

    Kita harus bijak membaca dan menyikapi ritual tersebut, karena telah mengarah ke penyembahan berhala, tidak ada sumber yang mengatakan bahwa Tuhan maunya daging kuda putih supaya tidak marah, lagian penunggu danau toba dikatakan ada????

    Justru manusia harus berbuat baik, berdoa kepada Tuhan, dan rajin melakukan kegiatan keagamaan termasuk menjalankan ibadah, pasti akan diberkati.

    Salam

  3. Tanggapan Saut P. Silaban:

    Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

    Kalau tanggapan saya, biarkan saja mereka melaksanakan ritual tersebut, toh tujuan mereka juga baik, kalau memang menurut kepercayaan mereka adalah untuk keselamatan orang batak, atau Indonesia why not..? Asal bukan kita saja yang melaksanakan, karena bertentangan dengan cara dan kepercayaan kita. Marilah kita melaksanakannya sesuai dengan kepercayaan kita.

    Tetapi saya melihat unsur Budaya dan daya tarik wisata sebagai hal yang dominan disini.. OK OK saja sih melihat atraksi pariwisata seperti ini. Sama menariknya dengan menonton Kuda Lumping,debus atau Menonton film Gladiator…

    Ima sian iba, Ditambahi angka dongan…

  4. Tanggapan lidya br.situmorang:

    Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

    aduh sangat membantu saya dalam data tambahan tugas akhir saya, tapi tolong dong tambah lagi yang lengkap all about batak-nya, ya itung2 bantuin saya juga biar judul PAA saya BANGUNAN PUSAT KEBUDAYAAN BATAK lebih komplit-plit-plit,ya walaupun saya bukan salah satu dari silaban community.hehehe
    GBU

  5. Tanggapan Charly Silaban:

    Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

    @ Lidya br. Situmorang
    Senang bisa membantu ito Lidya.. Kalau boleh tau emang kebutuhannya tentang artikel apa ya ? Silahkan di post nanti kita upayakan untuk mencarikannya.. Sukses ya.. :)

  6. Tanggapan NASIP SIHITE:

    Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

    HORAS…HORAS…HORAS
    Kalau tanggapan saya tentang ritual ini mungkin itulah yang terjadi pada saat yang lampau. tetapi untuk pada era yang semakin maju mungkin untuk ritual yang seperti itu akan hilang dengan majunya teknologi jadi harapan saya untuk semua yang masuk web ini marilah kita untuk menjaga budaya batak terutama untuk anak batak sendiri.
    tapi untuk ritual yang seperti itukan mengapa masih di kembangkan apa kita semua belum agama??

  7. Tanggapan bukti:

    Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

    Ritual itu tak perlu. Tak perlu. Sekali lagi tak perlu. Jangan sesat. Jangan sesat. Sekali lagi jangan sesat. Jangan bikin Tuhan Yesus murka. Ayo berbenah. Yesus mengasihi orang Batak.

  8. Tanggapan merdi sihombing:

    Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

    wow…amazing bgt,ritual2 spt ini mesti lebih banyak dilakukan u mendatangkan turis2 manca negara.tolong dong kalau punya cerita mytos yg ada di p.samosir.

  9. Tanggapan Rihatc H Manullang, SH:

    Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

    saya pribadi mendukun ritual tersebut karena itu merupakan budaya bangsa Batak. sedangkan saat ini, kita sebagai bangsa yang hanya suku bangsa yang unik dan beragam kebudayaan semakin terpuruk dengan hilangnya kebudataan itu sendiri. Hanya saat ini saya penasaran untuk melihat ritual itu secara langsung.

    Thank’s

    Rihatc H Manullang, SH

  10. Tanggapan casiro a nainggolan:

    Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

    saya berpendapat bahwa ritual tersebut sah-sah saja karena disamping sebagai kewajiban bagi yang percaya,juga ritual itu bisa menjadi objek seni pertunjukan bagi wisatawan.

Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.






Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions.php on line 590
Artikel sebelumnya :
   » » Tambang Emas Cikotok Tinggal Sejarah?

Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions.php on line 590
Artikel selanjutnya :
   » » Alfred Simanjuntak ;Bangun Pemudi Pemuda