Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Sabtu
14
Okt '06

Lake Toba Aikon Sumut yang Kian Menghilang


“Lake Toba” atau Danau Toba yang ada di Parapat, Sumatera Utara kini kian menghilang sebagai Aikon atau pariwisata unggulan.

Menghilangnya Produk alam Sumatera Utara itu diakibatkan tidak adanya dorongan yang signifikan (segala daya) dari masyarakat, khususnya masyarakat yang berada di lingkungan Danau Toba, ungkap General Meneger Garuda Indonesia Medan, Drs Yona Mardiona di ruang kerjanya jalan Mongonsidi.

Dikatakanya, Lake Toba sebagai tempat wisata alam pemberian Tuhan di Sumatera Utara, sudah tidak seperti dulunya, yang indah dan sejuk dan nyaman diiringi dengan masyrakatnya yang ramah, sehingga sudah tidak lagi prestisius sebagai aikon atau pariwisata Sumatera Utara. Namun walaupun demikian pihak manajemen Garuda tetap menggalang travel agenci untuk mempromosikan Danau Toba.

Menurutnya, kian menghilangnya minat wisatawan lokal dan manca negara terhadap kawasan pariwisata Danau Toba diakibatkan tidak adanya perubahan memperindah dan mengolah tempat-tempat bersantainya para wisatawan dan lainya. Juga halnya masyarakatnya kurang merasakan dampak pariwisata tersebut. “Kuncinya adalah masyarakat. Kalau tidak dirasakan dampak dari pariwisata tersebut maka digenjotpun tidak akan ada hasilnya. Sebaliknya, tanpa digenjotpun kalau masyarakat merasakan dampak pariwisata tersebut dan menginginkannya maka akan berhasil,” katanya

Sehingga sangat diperlukan perobahan yang signifikan pada masyarakat Sumatera Utara khususnya yang ada di lingkungan Danau Toba. Kalau tidak maka Danau Toba, akan semakin menghilang. Selanjutnya tidak diminati wisatawan lokal dan manca negara lagi sebagai tempat pariwisata.

Sumber : (A16/l) Harian SIB, Medan


Ada 4 tanggapan untuk artikel “Lake Toba Aikon Sumut yang Kian Menghilang”

  1. Tanggapan Franky Fransiskus Silaban:

    Danau toba…kenapa jadinya begitu,apa tidak ada lagi donatur untuk promosi keindahan danau toba?…

  2. Tanggapan wisman:

    Saya bertanya kepada banyak wisman
    Mereka masih belum nyaman mengenai keamanan
    dan ketenteraman ber-wisata ke daerah kita ini
    untuk pagi siang apalagi malam hari
    mengenai jalur lalulintas masih banyak pungutan
    yang tidak resmi. trim’s

  3. Tanggapan JM SAPUTRA, S.st,Par.:

    Banyak pihak yang mestinya bertanggung jawab atas keadaan ini.Diantaranya adalah :
    *Peran aktif masyarakat sekitar dalam menciptakan kenyamanan,keamanan,dan kesan bagi para wisatawan.
    *Peran aktif pemerintah pusat dan daerah untukmembuka jalan bagi para investor.

    *Peran aktif para insan pariwisata khususnya mahasiswa pariwisata untuk melakukan inovasi terhadap potensi objek wisata Toba Lake Q-ta tercinta

  4. Tanggapan sabar tambunan:

    Caranya gampang agar jadi Ikon pariwisata bahkan ikon dunia. Panggil aja 10.000 orang bali, tempatkan memyebar di danau toba…..

    Maksud saya, salah satu masalah kita adalah memang masyarakat kita orang batak memang belum mampu melayani tamu/tourist dengan baik. Perlu edukasi besar2an agar tamu merasa diperlakukan sebagai tamu.

    Wisata air (pantai, laut, danau, pulau-pulau tropis) ternyata merupakan pangsa pasar yang paling besar di dunia, apalagi ditambah bonus dengan keunikan budaya dan etnik. Qua Vadis Toba Lake ?

    Bentuklah ‘Badan Khusus Toba Lake Tourism’.

    Usul : Buat penerbangan (kapasitas 12 s/d 30 orang) yang sekali jalan rutenya mulai dari Medan, ke seluruh kabupaten di sekitar danau toba, Nias dan kembali ke Medan. Disetiap kabupaten pesawat menaikkan dan menurunkan penumpang (load ratio besar). Dengan demikian biaya operasionalnya menjadi murah. Tiket akan menjadi murah dan perjalanan menjadi cepat dan banyak tujuan (destination) yang bisa dicapai. Hal ini pasti memancing banyak orang untuk jalan-jalan ke tanah batak. Seluruh kabupaten minimal memiliki 1 buah lapangan terbang perintis.

Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Alfred Simanjuntak ;Bangun Pemudi Pemuda
Artikel selanjutnya :
   » » Membangun Tradisi Tanpa Sikap Tradisional