Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Jumat
13
Okt '06

Perlu Revitalisasi Sastra Batak



Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

Sastra tutur Batak semakin tenggelam dan tidak banyak lagi dikenal. Banyak karya sastra tutur yang nyaris hilang karena tidak ada lagi penutur dan peminat.

Upaya revitalisasi diperlukan untuk mempertahankan keberadaan sastra tutur Batak. “Barangkali hanya ada beberapa bentuk sastra tutur Batak Toba yang masih eksis, seperti umpama, umpasa, dan tarombo. Lainnya sudah hampir hilang,” kata staf Pusat Pengkajian dan Dokumentasi Kebudayaan Batak Manguji Nababan, Kamis (12/10).

Umpama adalah sastra tutur berupa pantun, begitu juga umpasa yang berisi doa dan pengharapan. Tarombo adalah kisah tentang silsilah atau tambo yang menerangkan asal-usul manusia.

Umpama dan umpasa masih bisa bertahan karena sering digunakan dalam pesta-pesta adat Batak Toba, sedangkan tarombo masih eksis karena masyarakat Batak sangat peduli dengan asal-usulnya.

Namun, sebagian besar sastra tutur Batak mulai tenggelam. Sastra tutur tonggo-tonggo hanya eksis di kalangan masyarakat Parmalim. Sastra tutur huling-hulingan atau hutinsa, torsa-torsa, sitomponen, sigeokgeok, tutur parhataan, dan poda, bagaikan hidup segan mati tak mau.

Bahkan, sastra tutur andung, nyanyian sendu untuk orang meninggal, sudah hilang. “Andung dilarang karena dianggap sebagai produk animisme,” kata Nababan. Hanya andung-andung, turunan andung berupa pelipur lara, yang masih bisa bertahan.

Sastra tutur Batak Karo juga bernasib sama. Seniman Pulumun Ginting yang mempelajari sastra tutur Karo mengatakan, banyak orang Karo yang tidak tahu cerita rakyat atau sastra tutur lainnya. “Saya pernah menceritakan kisah yang dituturkan dalam iringan alat musik, mereka bertanya dari mana saya mendapat cerita itu,” katanya.

Sumber : (fro) Harian Kompas, Medan


Ada 2 tanggapan untuk artikel “Perlu Revitalisasi Sastra Batak”

  1. Tanggapan Boy:

    Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

    Kalau bisa tolong di muathutinsa batak.Thank’s

  2. Tanggapan Jane Ross br. Panjaitan:

    Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

    Horas,…

    Kepada Sdra. Manguji Nababan.

    Yang paling mudah dikembangkan adalah karya2 yang berbentuk tulisan/bacaan. Kelompok pang paling ‘membutuhkan’ dan ‘daya serap’ nya bagus adalah kalangan anak dan remaja.

    Jadi gali, siasati dan kembangkan produk2 sastra yang tadinya bersifat tutur sastra bermetamorfosa menjadi tulisan dan gambar yang lebih mudah disebar-luaskan.

    Fokuskan pada konsumsi kalangan anak dan remaja umumnya, baik batak maupun non-batak..kemas secara ringan, populer dan menarik. Bentuk bisa komik, cerpen, kumpulan puisi, poster, ….dll.

    Memang perlu proses kreatif dan ‘gerakan’ bersama, tidak cukup mengandalkan seorang Manguji saja…….

    Muliate
    Jane Ross

Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.






Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions.php on line 590
Artikel sebelumnya :
   » » Viky Sianipar Kembali ke Batak

Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions.php on line 590
Artikel selanjutnya :
   » » Dirut Jamsostek Mau Dibawa ke Pengadilan