Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Kamis
12
Okt '06

Bishop GMI DR H Doloksaribu MTh Gugat 8 Pendeta di PN Medan


Gereja Methodist Indonesia (GMI) Wilayah I diwakili Bishop DR Humala Doloksaribu MTh selaku Pimpinan GMI Wil I beralamat di Jl RA Kartini No 31 Medan,  melalui kuasa hukumnya tim Advokad TH Hutabarat SH & Associates dari Jakarta, mengajukan gugatan di PN Medan untuk pembubaran organisasi gereja baru yang diberi nama “Gereja Methodist Indonesia Wilayah Sementara atau GMI Konprensi Tahunan (Konta) Wilayah Sementara”, karena  pembentukan Organisasi gereja baru  dalam wilayah GMI Wilayah I yang selama ini dikuasai pengugat  dinilai sebagai perbuatan melawan hukum.

Pihak yang dijadikan sebagai  tergugat  karena  dinilai secara bersama sama dan bersekutu melakukan perbuatan melawan hukum dengan membentuk organisasi gereja baru itu, Pdt Fajar Lim MTh (Ketua Konta Wil Sementara), Pdt Fernando Sibarani MTh (Sekretaris Eksekutif  Badan PI dan Pembinaan), Pdt Robert Sihombing MTh (Sekretaris Eksekutif Bidang Pendidikan), Stephanus Torsina (sekretaris Eksekutif Badan Pelayanan dan Diakonia social, Pdt Ramena Sihombing BD (sekretaris Ketua Konperensi Tahunan Wil Sementara), Pdt Dewi Anggreini STh (Pjs Pimpinan Distrik I), Pdt Parmian Sihombing MTh (Pjs Pimpinan Distrik II), Pdt Busmin Pangaribuan (Pimpinan Distrik III) dan Pdt M Silaban STh (Pimpinan Disrtrik IV), masing masing sebagai tergugat I s/d IX).

Ketua Tim kuasa hukum penggugat Advokad Tumpal Halomoan Hutabarat SH didampingi PH Siagian SH dan TZA Sihite (dari Kantor Pusat GMI Wil I) kepada wartawan di PN Medan, Selasa(10/10) mengatakan, sesuai surat panggilan sidang yang diterimanya,gugatan yang telah terdaftar dalam register No 305/Pdt.G/2006/PN-Mdn tertanggal 9 September 2006 seyogianya  mulai disidangkan hari itu, dengan majelis hakim diketuai Efendi Gayo SH.Tetapi hingga Selasa(10/10) sore belum ada tanda-tanda kehadiran pihak tergugat atau kuasanya, sehingga sidang tidak jadi digelar, kata Hutabarat
Hakim Efendi Gayo SH selaku ketua majelis hakim yang dikonfirmasi wartawan sore, membenarkan seyogianya sidang mulai digelar Selasa (10/10). Namun karena pihak tergugat belum hadir, sidang belum dimulai dan terpaksa ditunda.

Sementara Tumpal Halomoan Hutabarat SH menginformasikan, dalam gugatan juga dimohon kepada PN Medan agar menghukum para tergugat mengembalikan semua gereja (rumah peribadatan) maupun harta benda bergerak, tidak bergerak milik penggugat yang secara bersama-sama atau sendiri-sendiri dikuasai para tergugat.

Menurut dia, proses dan pembentukan organisasi gereja baru itu serta pengangkatan  diri para tergugat sebagai pimpinan (komposisi pengurus)  dalam gereja baru bernama Gereja Methodist Indonesia Wilayah Sementara melalui suatu Konperensi Tahunan ke-I/2006 pada tgl 6-8 Juli 2006 tersebut,adalah  melawan hukum karena tanpa sepengetahuan penggugat  dan bertentangan dengan Konstitusi maupun Disiplin GMI 2005 khususnya pasal 82.

Tindakan para tergugat kata Hutabarat, merugikan penggugat dan menimbulkan gejolak sosial mengarah konflik horizontal di antara sesama pendeta, pegawai maupun sesama jemaat, seperti terjadinya penganiayaan pengurus yayasan pendidikan Drs Tiandi Lukman, penganiayaan pendeta saat ditempatkan penggugat di GMI Berkat Kasih Jl Binjai. Kemudian, pendeta-pendeta yang ditempatkan penggugat tidak dapat menjalankan tugasnya di beberapa GMI antara lain di GMI  Anugrah di Jl Madong Lubis Medan, GMI Maranatha Sidikalang, GMI Pandan dan PKMI Indrapura. “Untuk itu  kita mohonkan  pembatalan pembentukan gereja baru pimpinan Fajar Lim tersebut. Para pendeta harusnya menjadi panutan bagi jemaatnya,” kata Hutabarat.

Sumber : (A-4/u) Harian Sib, Medan


Ada 7 tanggapan untuk artikel “Bishop GMI DR H Doloksaribu MTh Gugat 8 Pendeta di PN Medan”

  1. Tanggapan Ady Susanto:

    Bishop….
    Lupakah Anda pada tugas penggembalaan?
    Dengan naiknya Anda sebagai Bishop maka terjadi pergolakan dalam tubuh GMI Wilayah I. Seharusnya Anda sadar bahwa bapak rohani tidak seharusnya seperti seorang pedagang. Aset GMI milik jemaat bukan milikmu pribadi. Bertobatlah!

  2. Tanggapan KH. Lie:

    bertobatlah seluruh hamba Tuhan jangan cari keinginan dunia bertobatlah ke jalan sesuai dengan firman Tuhan dan bersatulah kembali GMI agar semua jemaat bisa beribadah dengan damai

  3. Tanggapan rameana:

    apapun yang bishop Doloksaribu lakukan di gmi semua itu adalah untuk meningkatkan popularitas dia thn 2009 yaitu pencalonan dia kembali menjadi calon DPR atau DPD,jadi semua yang dilakukan sekarang ini adalah bukan melayani Tuhan tetapi melalyani orang-orangnya untuk mendukung dia nanti di pemilu 2009,semua orientasinya adalah uang,kalau ngga percaya tanya aja dia

  4. Tanggapan Kasman:

    Sebagai hamba Tuhan sebaiknya diingat bahwa semua adalah milik Tuhan, baik jemaatnya maupun materi atau harta yang ada di dalamnya. Kebetulan para pendeta sekarang ini diijinkan Tuhan untuk mengelola jemaat dan harta yang ada dibawah nama Gereja Methodist Indonesia. Tuhan tidak pernah berpikir tentang organisasi, tetapi yang dia berikan adalah damai sejahtera. Pendeta mestinya lebih tahu tentang ini. Oleh karena itu, apa salahnya jika kondisi yang ada sekarang ini ditata menjadi baik dan damai. Yang penting adalah jemaat terlayani. Jemaat tidak pernah berpikir tentang konflik bahkan intrik dalam Konta maupun Konag. Tapi sayang, itu sepertinya sudah menjadi budaya para pencari kekuasaan (calon Bishop)di GMI. Mau 2 Konta? 3 konta? atau 4 konta? bagi jemaat sama saja, asal rohani mereka terpuaskan oleh pemberitaan injil para pendeta. Yang mempersoalkan itu hanyalah mereka-mereka yang tidak rela kekuasaannya atau mungkin pendapatannya berkurang. Oleh karena itu, yang masih lebih mementingkan diri sendiri (kekuasaan) dari pada jemaat, BERTOBATLAH.

  5. Tanggapan Lia Panjaitan:

    wah…segitu parah & bobrok kah GMI sekarang ini????
    sesama hamba Tuhan saling tikam menikam????
    kenapa tidak ada damai sejahtera diantara kalian??? bagaimana kalian bisa menggembalakan jemaat kalo diri kalian sebagai hamba Tuhan tidak ada damai sejahtera????
    saya tidak memihak siapapun. yang salah tetap salah dan harus dibenarkan.

    saya juga anggota jemaat GMI, sangat terkejut begitu pulang ke kampung (huta) mendengar GMI ada 2,bagaimana mungkin???
    kalo memang sudah terpilih Bishop yang baru, biarlah Dia memimpin dg bijaksana,kita harusnya mendoakan dia, bukan membuat dia jadi susah karena anda, INGAT Tuhan sudah memilih, bagaimana mungkin Dia (Bishop Doloksaribu) bisa menjadi Bishop kalo Tuhan tidak campur tangan????? Tuhan punya kuasa, bukan kita, kalo itu politik…biarkan dia bertanggung jawab kepada Tuhan, jangan kita malah membuat Jemaat GMI bingung dengan membuat GMI terpecah. Tuhan adalah ALLAH YANG MAHA ADIL & BERKUASA. Ingat : bagaimana bisa ANDA mengatakan ada balok di mata saudara anda, jika balok dimata sendiri tidak bisa anda lihat????

    saya tidak berhak mengatakan kepada ANDA sekalian untuk BERTOBAT…..krn artinya ANDA sudah menghakimi orang!!! hanya Tuhan yang berhak menghakimi kita semua!!!!

    kita lihat dulu bagaimana kepemimpinan beliau, kalo tidak bagus…jangan dipilih lagi.

    saya sangat kecewa&kaget melihat GMI terpecah begini, bagaimana kami selaku kaum pemuda melihat para tua2 GMI (khususnya Pendeta) begini???apakah kami harus mencontoh suri tauladan ANDA selaku hamba Tuhan??
    Ibu saya juga seorang Pendeta GMI, jadi saya tau persis bagaimana menjadi seorang panutan ditengah-tengah Jemaat GMI.

    Jadi, janganlah saling menghakimi, karena itu hanyalah Hak Tuhan….maaf bukan maksud untuk mengkhotbahi, hanya memberi saran.
    Berikanlah Damai Sejahtera kepada anggota GMI supaya GMI semakin tumbuh & berkembang di dalam iman thd Tuhan juga bagi bangsa dan negara!!!

    GOD BLESS.

    LIA

  6. Tanggapan Lia Panjaitan:

    wah…segitu parah & bobrok kah GMI sekarang ini????
    sesama hamba Tuhan saling tikam menikam????
    kenapa tidak ada damai sejahtera diantara kalian??? bagaimana kalian bisa menggembalakan jemaat kalo diri kalian sebagai hamba Tuhan tidak ada damai sejahtera????
    saya tidak memihak siapapun. yang salah tetap salah dan harus dibenarkan.
    saya juga anggota jemaat GMI, sangat terkejut begitu pulang ke kampung (huta) mendengar GMI ada 2,bagaimana mungkin???
    kalo memang sudah terpilih Bishop yang baru, biarlah Dia memimpin dg bijaksana,kita harusnya mendoakan dia, bukan membuat dia jadi susah karena anda, INGAT Tuhan sudah memilih, bagaimana mungkin Dia (Bishop Doloksaribu) bisa menjadi Bishop kalo Tuhan tidak campur tangan????? Tuhan punya kuasa, bukan kita, kalo itu politik…biarkan dia bertanggung jawab kepada Tuhan, jangan kita malah membuat Jemaat GMI bingung dengan membuat GMI terpecah. Tuhan adalah ALLAH YANG MAHA ADIL & BERKUASA. Ingat : bagaimana bisa ANDA mengatakan ada balok di mata saudara anda, jika balok dimata sendiri tidak bisa anda lihat????
    saya tidak berhak mengatakan kepada ANDA sekalian untuk BERTOBAT…..krn artinya ANDA sudah menghakimi orang!!! hanya Tuhan yang berhak menghakimi kita semua!!!!
    kita lihat dulu bagaimana kepemimpinan beliau, kalo tidak bagus…jangan dipilih lagi.
    saya sangat kecewa&kaget melihat GMI terpecah begini, bagaimana kami selaku kaum pemuda melihat para tua2 GMI (khususnya Pendeta) begini???apakah kami harus mencontoh suri tauladan ANDA selaku hamba Tuhan??
    Ibu saya juga seorang Pendeta GMI, jadi saya tau persis bagaimana menjadi seorang panutan ditengah-tengah Jemaat GMI.
    Jadi, janganlah saling menghakimi, karena itu hanyalah Hak Tuhan….maaf bukan maksud untuk mengkhotbahi, hanya memberi saran.
    Berikanlah Damai Sejahtera kepada anggota GMI supaya GMI semakin tumbuh & berkembang di dalam iman thd Tuhan juga bagi bangsa dan negara!!!

  7. Tanggapan Harjuman:

    Selama ini yang ada di GMI adalah Pembinaan2 kpd Majelis, LS, Seksi dll. Sebenarnya banyak yang perlu dibina para Pendeta2, krn pendeta GMI sendiri banyak yg tdk patuh dgn Disiplin GMI malah ada pendeta GMI di Distrik 7 Wil I Res. Aek Kanopan yang berkata “gak perlu Disiplin GMI yang perlu prinsip”
    Ibu Pendeta ini tdk mengerti kalau “Prinsip” itu adalah pendapat pribadi sedangkan “Disiplin GMI” itu adalah Peraturan yg di sahkan di Konverensi Agung (konverensi tertinggi di tubuh GMI)dan jadikanlah mimbar itu sbg “Penyampaian Firman Tuhan” bukan mjd mimbar yg sering dijadikan utk menyakiti jemaat.
    Jadi pendeta2 spt inilah (tdk patuh Disiplin) salah satu yg membuat terjadinya Konflik di tubuh GMI yg artinya perlu di Bina.

Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.