Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Rabu
11
Okt '06

Pengambilan Tanah Gambut di Lintongnihuta Menimbulkan Kekeringan Ratusan Hektar Sawah


Tiga orang doktor dari Institut Pertanian Bogor (IPB) masing-masing DR Ir Istomo, DR Ir Imam Wahyudi dan DR Ir Sobir belum lama ini berkunjung ke Kabupaten Humbahas (Humbang Hasundutan) untuk meneliti tanah gambut di Desa Nagasaribu Lintongnihuta dan di Aek Nauli II Kecamatan Doloksanggul.  Selain melakukan penelitian secara ilmiah juga meneliti apa manfaat dari tanah gambut dan dampak negatif bagi masyarakat sekitar jika terus dieksploitasi. Hal itu dikatakan Kabag Infokom Osborn Siahaan BA kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (9/10).

Osborn Siahaan menjelaskan, sesuai dengan penelitian dan analisa sementara, dampak pengambilan tanah gambut di Desa Nagasaribu Kecamatan Lintongnihuta telah menimbulkan kekeringan ratusan hektare sawah di sekitarnya. Sebab selain tanah gambut merupakan penyangga dan penyimpan air di waktu hujan bisa juga sebagai menetralisir di waktu musim kemarau. Tapi karena pengambilannya tidak teratur ratusan hektare persawahan belakangan ini tidak bisa ditanami lagi. Padahal, Nopember ini sudah musim tanam padi. Bahkan tanaman lain seperti sayur-sayuran sebagai komoditi unggulan masyarakat Lintongnihuta telah terancam sehingga sangat sulit untuk dikembangkan.

Saat meninjau ke lapangan, ketiga peneliti itu didampingi  Bupati Humbahas St Drs Maddin Sihombing MSi, Kadis Pertambangan dan Kehutanan Ir Darwin Lumbangaol MM, Kabag Infokom Osborn Siahaan BA, Kasubdis Dinas Pertambangan dan Kehutanan Ir Hisar Nababan dan lainnya. Bupati Humbahas Maddin Sihombing mengatakan untuk mengatasi hal-hal yang tidak diinginkan dalam penggalian tanah gambut tersebut harus segera diantisipasi, dimana akan dilakukan kembali pembendungan air di sekitar lokasi. Bekas pengambilan gambut yang sudah sempat dikeruh dengan kedalaman hampir tiga meter di Desa Nagasaribu Lintongnihuta ditutup kembali.

Tim ahli itu juga melakukan penelitian gambut di Aek Nauli II Kecamatan Doloksanggul dengan cara mengambil sampel gambut dan beberapa macam tumbuham di atasnya. Setelah dilakukan penelitian di IPB, hasilnya akan diserahkan ke Pemkab Humbahas. Selain itu, tim melakukan peninjauan lapangan untuk memeriksa kadar tanah dan kesuburannya serta hasil pertanian dalam rangka penentuan komoditi unggulan di Kabupaten Humbahas.

Pengamatan SIB di lokasi pengambilan gambut Nagasaribu, Senin (9/10) sore, aktivitas masyarakat untuk melakukan penggalian masih berlanjut terutama untuk mengumpulkan kayu-kayuan yang tertanam di dalam gambut. Kayu tersebut dijadikan sebagai bahan bakar kayu berupa arang dan dijual di Lintongnihuta bahkan ke Kecamatan Siborongborong Taput.  Menurut masyarakat setempat, tanah gambut tersebut digali secara tradisional tanpa menggunakan alat berat dan dijual ke PT TPL Sosor Ladang Tobasa sebagai bahan bakar. Pengakuan para pengusaha gambut, tahun lalu masih melakukan jual-beli dengan PT TPL melalui kontraktor tapi belakangan ini ada larangan dari Pemkab Humbahas supaya penggalian dihentikan.  Sehingga hasil galian yang tidak sempat terjual, akhirnya ditumpukkan.

Sumber : (RHS/l)  Harian SIB, DOlok Sanggul


Baru ada 1 tanggapan untuk artikel “Pengambilan Tanah Gambut di Lintongnihuta Menimbulkan Kekeringan Ratusan Hektar Sawah”

  1. Tanggapan gembi:

    Mauy sih penggalian gambut dihentikan saja…..

Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.