Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Kamis
5
Okt '06

PUK-SPTI-TKBM Desa Penggalangan Sergai Tahan 3 Truk Bermuatan Kayu Pinus Milik PT Sumber Karindo


Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Transport Indonesia Tenaga Kerja Bongkar Muat (PUK-SPTI - TKBM) Desa Penggalangan Kecamatan Tebingtinggi Kabupaten Sergai, Senin (2/10) menahan 3 truk Fuso bermuatan kayu pinus yang akan bongkar muat di PT Sumber Karindo Sakti yang ada di Desa Penggalangan. Truk tersebut ditahan karena selama ini PUK- SPTI – TKBM Desa Penggalangan merasa dilecehkan dan tidak diizinkan untuk membongkar muatan truk.

Pimpinan PUK – SPTI – TKBM Desa Penggalangan Bonar Silitonga didampingi sekretarisnya Jansen Silaban SH kepada wartawan mengatakan, keberadaan mereka selaku salah satu organisasi transport bongkar muat tidak diakui oleh PT Sumber Karindo Sakti. Kayu pinus yang diangkut menuju perusahaan, langsung dibongkar oleh tenaga buruh harian lepas (BHL) PT Sumber Karindo Sakti.

“Kami telah meminta kepada perusahaan agar muatan truk kayu pinus sebagai bahan baku yang akan diolah PT Karindo Sakti, sebaiknya kami bongkar. Akan tetapi  permintaan tersebut tidak pernah disahuti perusahaan“, jelas Silitonga sembari mengatakan ada sebanyak 30 anggota PUK-SPTI-TKBM yang kesemuanya warga Desa Penggalangan. Masalah keberadaan PUK-SPTI-TKBM Desa Penggalangan yang tidak diterima perusahaan PT Sumber Karindo Sakti tersebut telah dilaporkan ke DPC SPTI, DPD SPTI Sumut serta DPC Serikat Perkayuan dan Perhutanan Indonesia (Kahut).

Walaupun pihak perusahaan telah disurati namun hingga kini pekerjaan bongkar muat kayu pinus di PT Sumber Karindo Sakti tetap dikerjalan oleh buruh tenaga harian lepas. “Dengan demikian keberadaan kami selaku organisasi bongkar muat di Desa Penggalangan jelas tidak diakui pihak perusahaan”, sebut Nababan.
Oleh karena itulah katanya mereka melakukan aksi penyetopan truk-truk mengangkut pinus untuk dibongkar di PT Sumber Karindo Sakti. Sebelumnya, mereka juga telah melakukan aksi unjukrasa tetapi pihak perusahaan tetap bersikukuh tidak menerima keberadaan PUK-SPTI-KBM Desa Penggalangan.

Dari pantauan SIB, belasan orang anggota PUK – SPTI – TKBM Desa Penggalangan sejak pagi sudah menunggu truk yang mengangkut kayu pinus menuju PT Sumber Karindo Sakti. Saat 3 truk Fuso nomor Polisi BK 8779 LI, 8363 BH dan 8721LI sampai di tempat serta persis berada di depan pintu pagar perusahaan, belasan orang anggota PUK-SPTI-TKBM melakukan penghadangan dan tidak mengizinkan truk tersebut masuk.
Masalah tersebut akhirnya diselesaikan petugas Polresta Tebingtinggi yang turun ke tempat kejadian. Dengan kedatangan petugas, truk tersebut akhirnya diizinkan masuk. Sementara tuntutan PUK-SPTI-TKBM akan kembali dibicarakan dan Polresta Tebingtinggi akan mempelajari kasusnya.

Pimpinan perusahaan maupun Humasnya yang coba dikonfirmasi tidak bersedia, menurut Satpam pimpinan dan humas lagi keluar. Namun sebelumnya, pihak perusahaan melalui suratnya yang ditujukan kepada DPC FSP - KAHUT – KSPSI Tebingtinggi menyebutkan jasa bongkar muat balok yang masuk ke PT Sumber Karindo Sakti sepenuhnya merupakan tanggungjawab perusahaan. Pelaksanaan bongkar muat dilaksanakan tenaga kerja yang terdaftar di perusahaan dan merupakan anggota PUK FSP-KAHUT-SPSI.

Tenaga kerja tersebut juga merupakan masyarakat Desa Penggalangan. Oleh karena itu, perusahaan tetap menolak adanya 2 unit kerja SPSI ( SP KAHUT dan SP SPTI). PT Sumber Karindo Sakti menyatakan SP KAHUT merupakan wadah pekerja di lingkungan perusahaan.

Sumber : (E 15/o) Harian SIB, Tebing Tinggi


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Pengusaha Wajib Bayar THR Satu Bulan Gaji
Artikel selanjutnya :
   » » Ulos