Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Senin
2
Okt '06

THR harus dibayar 7 hari sebelum Lebaran


Mennakertrans Erman Suparno mengungkapkan bahwa pihaknya telah telah mengeluarkan surat edaran No. SE.479/MEN/PHI-JSK/IX/2006 tentang Pembayaran Tunjangan Hari Raya Keagamaan pada 29 September lalu.

Surat edaran tersebut berisi imbauan agar pengusaha membayarkan THR keagamaan kepada pekerja selambat-lambatnya tujuh hari sebelum Hari Raya keagamaan, yang besarnya sesuai dengan pasal 3 Permennaker No. PER-04/MEN/1994 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan bagi Pekerja di Perusahaan, yaitu satu kali upah pokok bulanan ditambah tunjangan tetap.

Sejalan dengan hal itu, kata dia, instansi ketenagakerjaan di provinsi, kabupaten dan kota diminta untuk membuka posko ketenagakerjaan untuk mengantisipasi timbulnya permasalahan hubungan industrial yang tidak diinginkan.

Sementara itu, Ketua Umum Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Rekson Silaban meminta agar THR harus dibayar paling lambat 14 hari sebelum hari raya Idul Fitri.

Menurut dia, masalahnya selama ini, katanya, ada perusahaan yang memberikan THR di bawah upah minimum provinsi (UMP). Padahal menurut Permennaker No. 4/1994, THR harus sesuai dengan UMP.

Persoalan lain adalah THR diganti dengan natura atau makanan dan benda. “Banyak juga perusahaan yang tidak membayar THR atau terlambat dengan alasan perusahaan tidak mampu”.

SUmber : (Sylviana Pravita R.K.N-ln) Bisnis.Com, Jakarta


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.